Komplikasi Serta Tanda Penyakit Lain Akibat Radang Tenggorokan Yang Parah

Penyakit Umum January 3, 2024 Penulis : Mirna S
Komplikasi Serta Tanda Penyakit Lain Akibat Radang Tenggorokan Yang Parah

Radang tenggorokan akibat infeksi bakteri Streptococcus, yang lebih dikenal sebagai strep throat, merupakan kondisi yang sering menimbulkan kekhawatiran. Meskipun gejala penyakit ini biasanya tidak terlalu berat, ancaman terbesar muncul dari potensi komplikasi yang dapat ditimbulkan serta tanda penyakit lain yang tidak di sadari.

Strep throat dapat memengaruhi anak-anak maupun orang dewasa dari segala usia. Penularan penyakit ini dapat terjadi melalui bersin, batuk, berbagi alat makan, dan kontak dekat dengan seseorang yang mengidap infeksi strep throat.

Apa yang akan terjadi jika radang tenggorokan tidak diobati? 

Radang tenggorokan tidak boleh dianggap enteng, karena membiarkannya tanpa pengobatan yang tepat dapat menimbulkan komplikasi serius. Jika tidak diobati, bakteri penyebab radang tenggorokan dapat menyebar ke area tubuh lain, menyebabkan infeksi pada amandel, sinus, kulit, darah, dan telinga tengah. 

Berikut adalah beberapa potensi komplikasi serius yang dapat timbul jika radang tenggorokan tidak mendapatkan penanganan yang tepat serta tanda penyakit lainnya dari radang tenggorokan, termasuk:

1. Infeksi Telinga

Infeksi telinga dapat terjadi ketika bakteri penyebab radang tenggorokan menyebar ke telinga tengah. Gejalanya meliputi nyeri telinga, sensasi tekanan, cairan yang keluar dari telinga, dan penurunan pendengaran.

2. Sinusitis

Radang tenggorokan yang tidak diobati dapat menyebabkan peradangan pada sinus, yang dapat mengakibatkan sinusitis. Gejalanya termasuk hidung tersumbat, sakit kepala, demam, dan penurunan indra penciuman.

3. Abses Peritonsiler

Abses peritonsiler adalah komplikasi dari radang tenggorokan yang terjadi ketika infeksi berisi nanah berkembang di bagian belakang amandel. Abses peritonsiler dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit yang intens di tenggorokan, kesulitan menelan, serta kesulitan membuka mulut.

4. Demam Rematik

Demam rematik dapat berkembang sebagai komplikasi dari radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus. Demam rematik dapat menyebabkan peradangan yang menyerang sendi, jantung, dan kulit.

5. Artritis Reaktif Pasca-Streptokokus

Artritis reaktif pasca-streptokokus adalah kondisi radang sendi yang muncul setelah mengalami radang tenggorokan akibat infeksi streptokokus. Gejalanya meliputi nyeri dan kekakuan sendi, terutama pada lutut, pergelangan kaki dan kaki.

6. Glomerulonefritis Pasca-Streptokokus

Glomerulonefritis pasca-streptokokus adalah peradangan pada glomerulus (bagian ginjal yang berfungsi menyaring zat sisa, serta membuang cairan dan elektrolit berlebih dari tubuh). Glomerulonefritis dapat terjadi setelah mengalami radang tenggorokan akibat infeksi streptokokus. Gejalanya meliputi tekanan darah tinggi (hipertensi), pembengkakan pada wajah, dan darah dalam urine (hematuria).

7. Demam Scarlet

Demam scarlet adalah penyakit bakteri yang umumnya berkembang pada beberapa orang yang menderita radang tenggorokan. Gejalanya meliputi ruam merah terang yang menutupi sebagian besar tubuh, sakit tenggorokan, dan demam tinggi. Demam scarlet dapat diobati dengan penggunaan antibiotik.

8. PANDAS

PANDAS (Pediatric Autoimmune Neuropsychiatric Disorder Associated with Streptococci) adalah kondisi yang melibatkan perubahan tiba-tiba pada gerakan, kepribadian, atau perilaku anak setelah terinfeksi bakteri streptokokus. Gejala PANDAS meliputi gangguan obsesif-kompulsif (OCD) dan gangguan tic yang mirip sindrom Tourette.

9. Sindrom Syok Toksik

Sindrom syok toksik adalah komplikasi infeksi bakteri tertentu yang langka dan mengancam jiwa. Sindrom syok toksik disebabkan oleh toksin (zat beracun) yang dihasilkan oleh bakteri Streptokokus grup A (strep). Gejalanya meliputi demam tinggi, tekanan darah rendah (hipotensi), muntah, dan ruam.

10. Infeksi Menular Seksual (IMS)

IMS, seperti gonore (yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae) dan klamidia (yang disebabkan bakteri Chlamydia trachomatis), dapat menyebabkan radang tenggorokan. Gejala IMS umumnya meliputi rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil, keluarnya cairan yang tidak normal, dan di tandai dengan sakit tenggorokan.

Baca Artikel Selanjutnya disini: Tenggorokan Sakit dan Susah Menelan? Berikut Indikasi Penyakitnya

Bagaimana cara cepat menyembuhkan radang tenggorokan?

Radang tenggorokan sering kali menjadi gangguan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara cepat dan tepat untuk mengatasi radang tenggorokan. Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu Anda meredakan gejala radang tenggorokan, terutama pada kasus strep throat, meliputi:

1. Berkumur dengan Air Garam

Berkumur dengan larutan air garam merupakan metode yang efektif untuk meredakan radang tenggorokan. Campurkan 1/4 sendok teh (1,5 gram) garam dapur dalam 8 ons (237 mL) air hangat. Proses ini membantu membersihkan bakteri dan meredakan peradangan pada tenggorokan. Lakukan berkumur beberapa kali sehari, dan pastikan untuk meludah cairan setelah berkumur.

2. Madu

Madu memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi yang dapat memberikan bantuan alami dalam meredakan radang tenggorokan. Konsumsi satu sendok makan madu secara langsung atau tambahkan ke dalam teh hangat. Namun, hindari memberikan madu pada anak di bawah usia 12 bulan karena dapat meningkatkan risiko botulisme.

3. Minum Banyak Air

Menjaga tubuh terhidrasi sangat penting untuk memastikan kelembapan tenggorokan, mencegah dehidrasi, dan mempermudah proses menelan. Minumlah banyak air putih, teh hangat, atau kaldu yang dapat membantu melegakan tenggorokan.

4. Istirahat yang Cukup

Memberikan waktu istirahat yang cukup pada tubuh sangat penting dalam proses penyembuhan radang tenggorokan. Hindari kegiatan yang terlalu melelahkan dan berikan tubuh kesempatan untuk pulih sepenuhnya.

5. Konsumsi Makanan yang Mudah Ditelan

Pilih makanan yang mudah ditelan dan lembut seperti sup, bubur, yogurt, atau telur rebus. Hindari makanan pedas atau asam yang dapat memperburuk iritasi pada tenggorokan.

6. Gunakan Humidifier

Menggunakan humidifier dapat meningkatkan kelembapan udara di sekitar Anda, membantu meredakan iritasi pada tenggorokan. Pastikan untuk membersihkan humidifier secara teratur untuk menghindari pertumbuhan bakteri yang dapat memperburuk kondisi.

7. Hindari Iritan

Hindarilah paparan terhadap asap rokok, debu, atau zat iritan lainnya. Paparan ini dapat meningkatkan iritasi pada tenggorokan yang sedang mengalami peradangan, sehingga sebaiknya dihindari selama proses penyembuhan.

8. Konsumsi Antibiotik

Jika penyebab radang tenggorokan adalah bakteri, dokter mungkin meresepkan antibiotik. Pastikan untuk mengonsumsi antibiotik sesuai petunjuk dokter dan selesaikan seluruh dosisnya, bahkan jika gejalanya sudah mereda, guna mencegah kambuhnya infeksi dan menghindari komplikasi serius.

9. Konsumsi Antiinflamasi

Penggunaan obat pereda nyeri atau penurun demam seperti ibuprofen atau parasetamol dapat membantu meredakan gejala seperti sakit tenggorokan dan demam. Pastikan untuk mengikuti dosis yang dianjurkan dan konsultasikan dengan dokter jika diperlukan, terutama pada penggunaan jangka panjang.

Baca Artikel Selanjutnya disini: 3 Jenis Sakit Tenggorokan serta Gejalanya

Kapan Harus ke Dokter

Radang tenggorokan akibat infeksi bakteri Streptococcus merupakan kondisi yang dapat dialami oleh siapa saja. Namun, dalam beberapa situasi, penting untuk mengenali tanda-tanda tertentu yang menunjukkan perlunya berkonsultasi dengan dokter. 

Berikut adalah beberapa kondisi dimana Anda atau anak Anda sebaiknya segera menghubungi dokter, antara lain:

  • Radang tenggorokan disertai pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Radang tenggorokan yang berlangsung lebih dari 48 jam.

  • Demam.

  • Radang tenggorokan disertai ruam.

  • Kesulitan bernapas atau menelan.

  • Jika terdiagnosis infeksi streptokokus, namun tidak ada perbaikan setelah mengonsumsi antibiotik selama 48 jam.

Mengetahui kapan sebaiknya mencari bantuan medis sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih lanjut dan memastikan penanganan yang tepat. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala atau tanda-tanda seperti yang telah disebutkan di atas.

Baca Artikel Selanjutnya disini: 9 Penyebab Anda Sakit Radang Tenggorokan

Konsultasi dengan Homecare Dokter

Homecare Dokter by Klinik Kirana menawarkan layanan kesehatan di rumah yang praktis dan tepercaya, seperti dokter panggilan ke rumah, suster panggilan ke rumah, infus ke rumah, dll. Homecare Dokter juga berkomitmen untuk menyediakan tenaga medis profesional dan berpengalaman sesuai kebutuhan Anda.

Dengan berkonsultasi di Homecare Dokter, Anda dapat dengan cepat mendapatkan penanganan yang tepat, mengatasi radang tenggorokan sesuai kondisi Anda, dan mencegah timbulnya penyakit lain akibat radang tenggorokan. Yuk, segera hubungi kami disini: Layanan Dokter ke Rumah.

Artikel ini disusun oleh Tim Medis Klinik Kirana dan sudah ditinjau oleh: dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca proses editorial Klinik Kirana disini: Proses Editorial

 

  • Image by kroshka__nastya on Freepik: https://www.freepik.com/free-photo/young-woman-blue-wall-touches-her-throat-suffers-from-pain_20875414.htm
  • Centers for Disease Control and Prevention. Strep Throat: All You Need to Know. Diakses pada 03/01/2024, dari https://www.cdc.gov/groupastrep/diseases-public/strep-throat.html
  • Cleveland Clinic. Strep Throat. Diakses pada 03/01/2024, dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4602-strep-throat
  • Healthline. Everything You Need to Know About Strep Throat. Diakses pada 03/01/2024, dari https://www.healthline.com/health/strep-throat
  • Healthline. Sore Throat 101: Symptoms, Causes, and Treatment. Diakses pada 03/01/2024, dari https://www.healthline.com/health/sore-throat
  • Mayo Clinic. Strep throat. Diakses pada 03/01/2024, dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/strep-throat/symptoms-causes/syc-20350338
  • Robert W. Wolford, Amandeep Goyal, Shehla Yasin Belgam Syed, Timothy J. Schaefer. Pharyngitis. Diakses pada 03/01/2024, dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK519550/
Artikel Terkait
Artikel Terbaru