3 Jenis Sakit Tenggorokan serta Gejalanya

Penyakit Umum January 3, 2024 Penulis : Mirna S
3 Jenis Sakit Tenggorokan serta Gejalanya

Sakit tenggorokan merupakan gejala penyakit yang umum terjadi dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama pada anak-anak. Meskipun banyak orang yang mengabaikan saat tenggorokannya terasa sakit, karena sebagian besar gejala dapat hilang dengan sendirinya.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa rasa sakit tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Dalam artikel ini, kami akan mengulas lebih lanjut tentang penyebab tenggorokan sakit, berbagai jenis sakit tenggorokan beserta gejalanya, dan kapan sebaiknya Anda pergi ke dokter jika sakit tenggorokan.

Apa Penyebab Tenggorokan Sakit?

Sebagian besar kasus sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus, seperti pilek atau flu. Penyebab umum lainnya termasuk tonsilitis (radang amandel), faringitis (radang tenggorokan), esofagitis (radang kerongkongan), dan mononukleosis (demam kelenjar).

Iritasi tenggorokan akibat paparan asap rokok, alergi, dan penyakit refluks asam lambung (GERD) juga dapat menjadi penyebab tenggorokan sakit. COVID-19 juga menimbulkan gejala sakit tenggorokan disertai gejala lain yang mirip demam atau flu, meskipun tidak selalu terjadi pada semua kasus positif COVID-19.

Di samping itu, faktor-faktor lain seperti polusi udara luar ruangan dan kekeringan udara juga dapat menjadi penyebab tenggorokan sakit. Pernapasan melalui mulut, terutama karena hidung yang tersumbat, juga dapat menjadi pemicu tenggorokan yang kering dan sakit.

Baca Artikel Selanjutnya disini: Cara Mengatasi Radang Tenggorokan dan Rekomendasi Obatnya

3 Jenis Sakit Tenggorokan dan Gejalanya

Setelah memahami penyebab kenapa tenggorokan sakit, mari kita bahas jenis-jenis sakit tenggorokan beserta gejalanya. Secara umum, sakit tenggorokan dapat dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan bagian tenggorokan yang terpengaruh, yaitu tonsilitis, faringitis, dan esofagitis. Memahami perbedaan gejala antara ketiga jenis sakit tenggorokan ini penting untuk menentukan tindakan pengobatan yang sesuai.

1. Radang Amandel (Tonsilitis)

Tonsilitis adalah peradangan pada amandel (tonsil), yaitu dua tonjolan jaringan berbentuk oval yang terletak di bagian belakang tenggorokan, satu amandel di setiap sisi. Sebagian besar kasus tonsilitis disebabkan oleh infeksi virus umum seperti flu atau pilek, namun infeksi bakteri juga dapat menjadi penyebabnya. 

Radang amandel atau tonsilitis umumnya paling sering terjadi pada anak-anak, terutama di rentang usia prasekolah hingga remaja awal. Tanda dan gejala yang umumnya muncul meliputi:

  • Pembengkakan dan kemerahan pada amandel.

  • Lapisan putih atau kuning, atau bercak pada amandel.

  • Sakit tenggorokan.

  • Kesulitan atau rasa sakit saat menelan.

  • Kenaikan suhu tubuh atau demam.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

  • Suara yang serak atau teredam (tidak jelas).

  • Bau mulut yang tidak sedap.

  • Sakit perut.

  • Sakit leher atau leher kaku.

  • Sakit kepala.

Pada anak kecil yang belum dapat menjelaskan perasaan mereka, tanda-tanda tonsilitis mungkin mencakup:

  • Lendir berlebih karena kesulitan atau rasa sakit saat menelan.

  • Menolak makan.

  • Kerewelan yang tidak biasa.

2. Radang Tenggorokan (Faringitis)

Faringitis adalah kondisi yang ditandai oleh rasa sakit, gatal, atau iritasi pada tenggorokan, yang sering kali semakin memburuk saat menelan. Penyebab umum faringitis adalah infeksi virus, seperti flu atau pilek. Radang tenggorokan atau faringitis yang disebabkan oleh virus biasanya akan sembuh dengan sendirinya.

Gejala radang tenggorokan atau faringitis dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Beberapa tanda dan gejala yang mungkin muncul meliputi:

  • Rasa sakit atau gatal di tenggorokan.

  • Rasa sakit yang semakin parah saat menelan atau berbicara.

  • Kesulitan menelan.

  • Kelenjar leher atau rahang yang bengkak dan sakit.

  • Pembengkakan dan kemerahan pada amandel.

  • Bercak putih atau nanah pada amandel.

  • Suara serak atau teredam (tidak jelas).

Infeksi yang menyebabkan faringitis juga dapat menunjukkan gejala lain, termasuk:

  • Demam.

  • Batuk.

  • Hidung berair.

  • Bersin.

  • Pegal-pegal.

  • Sakit kepala.

  • Mual atau muntah.

3. Radang Kerongkongan (Esofagitis)

Esofagitis adalah peradangan pada kerongkongan, yaitu tabung otot yang berperan mengantarkan makanan dari mulut ke perut. Berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab esofagitis, termasuk naiknya asam lambung ke kerongkongan, infeksi, penggunaan obat-obatan oral, dan reaksi alergi.

Gejala umum radang kerongkongan atau esofagitis meliputi:

  • Kesulitan menelan.

  • Rasa sakit saat menelan.

  • Makanan yang tertelan tersangkut di kerongkongan, disebut juga impaksi makanan.

  • Nyeri dada, terutama di belakang tulang dada, yang terjadi setelah makan.

  • Heartburn (sensasi terbakar di dada).

  • Regurgitasi asam lambung.

Pada bayi dan anak kecil, terutama yang belum bisa menjelaskan rasa tidak nyaman atau sakit yang mereka rasakan, gejala esofagitis mungkin meliputi:

  • Kesulitan makan, seperti mudah tersinggung, melengkungkan punggung, dan tidak mau makan.

  • Kegagalan pertumbuhan sesuai dengan usia (failure to thrive).

  • Nyeri dada atau perut pada anak yang lebih besar.

Baca Artikel Selanjutnya disini: 9 Penyebab Anda Sakit Radang Tenggorokan

Kapan Harus ke Dokter?

Radang amandel (tonsilitis) pada anak dapat menjadi kondisi yang memerlukan perhatian medis. Penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat jika Anda atau anak Anda mengalami gejala yang mungkin menunjukkan gejala tonsilitis.

Hubungi dokter jika Anda atau anak Anda mengalami tanda-tanda berikut:

  • Sakit tenggorokan disertai demam.

  • Sakit tenggorokan yang tidak membaik dalam 24 hingga 48 jam.

  • Kesulitan atau rasa sakit saat menelan.

  • Kelemahan, kelelahan, atau ketidaknyamanan yang berlebihan.

Segera dapatkan perawatan medis jika anak Anda mengalami tanda-tanda berikut:

  • Kesulitan bernapas.

  • Kesulitan menelan yang sangat parah.

  • Mengalami keluarnya air liur secara berlebihan.

Penting diingat bahwa gejala radang amandel pada anak bisa menjadi tanda infeksi yang memerlukan penanganan segera. Jika Anda melihat tanda-tanda di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut dan penanganan yang sesuai kondisi Anda atau anak Anda.

Berobat di Rumah dengan Homecare Dokter

Homecare Dokter by Klinik Kirana menawarkan layanan kesehatan di rumah yang praktis dan tepercaya, seperti dokter panggilan ke rumah, suster panggilan ke rumah, infus ke rumah, dll. Homecare Dokter juga berkomitmen untuk menyediakan tenaga medis profesional dan berpengalaman sesuai kebutuhan Anda.

Dengan berkonsultasi di Homecare Dokter, Anda dapat dengan cepat mengidentifikasi gejala sakit tenggorokan yang Anda alami, mendapatkan penanganan yang tepat, dan mengobati sakit tenggorokan sesuai kondisi Anda. Yuk, segera hubungi kami disini: Layanan Dokter ke Rumah.

Artikel ini disusun oleh Tim Medis Klinik Kirana dan sudah ditinjau oleh: dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca proses editorial Klinik Kirana disini: Proses Editorial

 

  • Image by 8photo on Freepik https://www.freepik.com/free-photo/young-woman-t-shirt-touching-sore-throat-with-fingers-front-view_10680761.htm
  • Cleveland Clinic. Sore Throat (Pharyngitis). Diakses pada 04/01/2024, dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8274-sore-throat-pharyngitis
  • Mayo Clinic. Esophagitis. Diakses pada 04/01/2024, dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/esophagitis/symptoms-causes/syc-20361224
  • Mayo Clinic. Sore throat. Diakses pada 04/01/2024, dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sore-throat/symptoms-causes/syc-20351635
  • Mayo Clinic. Tonsillitis. Diakses pada 04/01/2024, dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tonsillitis/symptoms-causes/syc-20378479
Artikel Terkait
Artikel Terbaru