7 Macam Herbal untuk Bantu Atasi Gejala TBC Yang Mudah Anda Temui

Penyakit Umum June 3, 2024 Penulis : Mirna S
7 Macam Herbal untuk Bantu Atasi Gejala TBC Yang Mudah Anda Temui

Saat ini, perawatan terbaik untuk TBC adalah melalui obat antituberkulosis (OAT) yang harus diminum dalam jangka panjang sesuai dengan aturan pengobatan yang ketat. Pengobatan yang tidak tepat dapat berakibat fatal, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Namun, selain pengobatan medis, banyak orang mulai mempertimbangkan penggunaan obat alami atau bahan herbal sebagai pendukung dalam mengatasi gejala TBC. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui berbagai macam obat herbal yang dapat membantu mengatasi gejala TBC.

Apa Manfaat Pengobatan Herbal untuk TBC?

Pengobatan herbal untuk tuberkulosis (TBC) memiliki berbagai manfaat, termasuk meningkatkan efektivitas pengobatan pada kasus resistensi obat, mengurangi efek samping hepatotoksik, dan modulasi sistem kekebalan tubuh. Chinese herbal medicine (CHM) terbukti efektif sebagai terapi tambahan untuk multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB), serta herbal seperti Curcuma longa dan Tinospora cordifolia dapat mencegah hepatotoksisitas yang diinduksi oleh obat anti-TB. Selain itu, beberapa tanaman obat dapat membantu mengurangi resistensi obat dan memperbaiki fungsi ginjal serta mengurangi gejala pada pasien TBC aktif. Meskipun demikian, penelitian penggunaan herbal lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan.

7 Jenis Herbal untuk Membantu Atasi Gejala TBC

Berikut adalah beberapa jenis tanaman herbal anda dapat temui dengan mudah di pasar dan dapat Anda gunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi gejala TBC, antara lain:

1. Kunyit

Kunyit mengandung kurkumin yang memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu mengurangi gejala peradangan pada TBC. Penggunaan kunyit dalam pengobatan TBC didukung oleh studi yang menunjukkan bahwa formulasi dengan Curcuma longa dapat mencegah hepatotoksisitas yang diinduksi oleh pengobatan anti-TB dan meningkatkan hasil pengobatan 

2. Jahe

Jahe diketahui memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu mengurangi produksi sitokin yang menyebabkan inflamasi. Jahe sering digunakan dalam formulasi herbal tradisional untuk pengobatan TBC 

3. Bawang Putih

Bawang putih mengandung allicin, senyawa yang memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba. Bawang putih dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi bakteri, termasuk M. tuberculosis yang menyebabkan TBC. Penggunaan bawang putih untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi bakteri termasuk TBC didukung oleh beberapa studi 

4. Lada Hitam

Lada hitam mengandung senyawa seperti piperin yang memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba. Lada hitam dapat membantu membersihkan saluran pernapasan, mengurangi lendir, dan meredakan gejala batuk dan sesak napas pada penderita TBC. Penggunaannya dalam pengobatan TBC didukung oleh beberapa penelitian yang menunjukkan efek positif pada saluran pernapasan 

5. Daun Pegagan

Daun mengandung senyawa aktif seperti asiatikosida, madecassosida, dan asiatic acid. Tanaman ini memiliki manfaat dalam memperbaiki jaringan yang rusak, berkat sifat antiinflamasinya yang kuat. Selain itu, Centella asiatica juga dikenal dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Penggunaannya dapat berupa ekstrak, teh, atau kapsul, yang semuanya dapat membantu dalam proses pemulihan pasien TBC dengan mengurangi peradangan dan memperbaiki jaringan yang terkena.

6. Daun kelor

Daun yang kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan seperti flavonoid dan isothiocyanate. Daun kelor membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memiliki sifat antimikroba serta antioksidan. Kandungan nutrisinya yang tinggi membuatnya efektif dalam mendukung kesehatan secara keseluruhan dan melawan infeksi bakteri, termasuk Mycobacterium tuberculosis. Daun kelor dapat dikonsumsi dalam bentuk segar, teh, atau suplemen, memberikan fleksibilitas dalam penggunaannya.

7.Brotowali 

Brotowali, mengandung alkaloid, diterpenoid, dan glikosida. Tanaman ini dikenal memiliki sifat hepatoprotektif, yang berarti dapat melindungi hati dari kerusakan, serta meningkatkan respons imun tubuh. Ini sangat penting dalam pengobatan TBC, terutama dalam mengurangi hepatotoksisitas yang sering terjadi akibat penggunaan obat anti-TB. Brotowali biasanya dikonsumsi dalam bentuk ekstrak, kapsul, atau rebusan batang, dan telah terbukti efektif dalam mendukung kesehatan hati dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Baca Artikel selanjutnya: 

- 5 Rekomendasi Obat TBC yang Umum

- Akibat Lupa Minum Obat TBC

Kesimpulan

Penting untuk diingat bahwa pengobatan herbal sebaiknya digunakan sebagai pelengkap, bukan pengganti, dari pengobatan medis yang diresepkan oleh dokter. Konsultasikan dengan profesional medis sebelum memulai pengobatan herbal, terutama jika sedang menjalani pengobatan medis TBC untuk memastikan tidak ada interaksi yang berbahaya antara obat-obatan.

Untuk mencegah penyebaran infeksi, orang dengan TBC aktif disarankan untuk tetap berada di rumah. Jika memerlukan perawatan medis ringan, Anda bisa menggunakan layanan Homecare Dokter yang memungkinkan Anda memanggil dokter langsung ke rumah.

Namun, untuk perawatan yang lebih serius, pergilah ke rumah sakit agar dokter dapat memberikan penanganan medis yang tepat sesuai dengan kondisi Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami, jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut mengenai penanganan TBC.

Yuk, segera hubungi kami disini: Layanan Dokter ke Rumah.

Sudah ditinjau oleh: dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca proses editorial Klinik Kirana disini: Proses Editorial

  • Adhvaryu, M., Reddy, N., & Vakharia, B. (2008). Prevention of hepatotoxicity due to anti tuberculosis treatment: a novel integrative approach.. World journal of gastroenterology, 14 30, 4753-62 . https://doi.org/10.3748/WJG.14.4753.
  • Sumitro, S. (2018). COMPUTATIONAL DOCKING STUDY OF MULTITARGET BIOACTIVE COMPOUNDS IN INDONESIA TRADITIONAL HERBAL MEDICINE FOR TUBERCULOSIS THERAPY. INTERNATIONAL JOURNAL OF GREEN PHARMACY. https://doi.org/10.22377/IJGP.V12I04.2202.
  • Wardani, H., Widyarani, D., Wulandari, R., & Wicaksi, D. (2020). Potential of Herbal Plants Against Mycobacterium Tuberculosis Infection. D'Nursing and Health Journal (DNHJ). https://doi.org/10.36835/DNURSING.V1I2.41.
  • Famewo, E., Clarke, A., & Afolayan, A. (2017). Ethno-medicinal documentation of polyherbal medicines used for the treatment of tuberculosis in Amathole District Municipality of the Eastern Cape Province, South Africa. Pharmaceutical Biology, 55, 696 - 700. https://doi.org/10.1080/13880209.2016.1266670.
  • Uddin, S., Panda, N., , G., & Kathiravan, M. (2023). A Review on Phytoconstituents and Metal Complexes for the Treatment of Tuberculosis. Journal of Natural Remedies. https://doi.org/10.18311/jnr/2023/32121.
  • Centers of Disease Control and Prevention (CDC). Treatment for TB Disease. Diakses pada 24/05/2024, dari https://www.cdc.gov/tb/topic/treatment/tbdisease.htm
  • Basu, A., Du, M., Sanchez, K., Leyva, M. J., Betts, N. M., Blevins, S., Wu, M., Aston, C. E., & Lyons, T. J. Green tea minimally affects biomarkers of inflammation in obese subjects with metabolic syndrome. Diakses pada 24/05/2024, dari https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0899900710000535
  • Liu, W., Zhang, L., Xu, H. J., Li, Y., Hu, C. M., Yang, J. Y., & Sun, M. Y. The Anti-Inflammatory Effects of Vitamin D in Tumorigenesis. Diakses pada 24/05/2024, dari https://www.mdpi.com/1422-0067/19/9/2736
  • Mayo Clinic. Tuberculosis. Diakses pada 24/05/2024, dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/diagnosis-treatment/drc-20351256
  • Oh My Health. 9 Effective Home Remedies For Better Healing In Tuberculosis. Diakses pada 24/05/2024, dari https://www.onlymyhealth.com/9-effective-home-remedies-for-better-healing-in-tuberculosis-1615375801
  • Semenya, S. S., & Maroyi, A. Medicinal plants used for the treatment of tuberculosis by Bapedi traditional healers in three districts of the Limpopo Province, South Africa. Diakses pada 24/05/2024, dari https://www.ajol.info/index.php/ajtcam/article/view/84616
  • Simopoulos, A. P. The importance of the ratio of omega-6/omega-3 essential fatty acids. Diakses pada 24/05/2024, dari https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0753332202002536?via%3Dihub
  • Terry, R., Posadzki, P., Watson, L., & Ernst, E. The Use of Ginger (Zingiber officinale) for the Treatment of Pain: A Systematic Review of Clinical Trials. Diakses pada 24/05/2024, dari https://academic.oup.com/painmedicine/article/12/12/1808/1846834
Artikel Terkait
Artikel Terbaru