Perbedaan antara Flu Biasa dan Flu Singapura pada Anak

Penyakit Umum May 3, 2024 Penulis : Mirna S
Perbedaan antara Flu Biasa dan Flu Singapura pada Anak

Memahami perbedaan antara flu biasa (influenza) dan flu Singapura (hand, foot, and mouth disease/HFMD) sangat penting, karena ibu harus mengenali gejalanya dan memastikan anak menerima penanganan yang tepat untuk kedua kondisi tersebut. 

Meskipun keduanya disebabkan oleh virus dan dapat menyerang anak-anak, flu biasa menyerang sistem pernapasan, sedangkan flu Singapura dapat menyebabkan ruam di tangan dan kaki. Dengan memahami perbedaan ini, ibu dapat lebih mudah melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan yang sesuai untuk setiap kondisi anak.

Penularan flu Singapura lewat apa?

Penularan flu Singapura (hand, foot, and mouth disease/HFMD) paling umum melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, seperti cairan yang keluar dari hidung dan mulut saat bersin dan batuk atau cairan dari lepuhan. Penularan juga bisa terjadi melalui kontak dengan permukaan atau benda yang terkontaminasi dengan virus ini. Feses dari individu yang terinfeksi juga merupakan sumber penularan yang signifikan, dan dalam beberapa kasus, transmisi melalui tetesan pernapasan juga berperan.

Secara keseluruhan, flu Singapura menyebar melalui beberapa cara yang memungkinkan penyebaran cepat terutama di lingkungan yang padat seperti sekolah atau pusat penitipan anak ayau playground,

Perbedaan Flu Biasa dan Flu Singapura

Perbedaan antara flu biasa (influenza) dan flu Singapura (hand, foot, and mouth disease) sangat penting bagi ibu untuk pahami karena keduanya memiliki karakteristik, penyebab, dan gejala yang berbeda. Berikut adalah perbedaan antara keduanya, yaitu:

1. Penyebab Virus

Flu biasa (influenza) disebabkan oleh virus influenza, dimana virus ini mudah menular dan dapat menyebar melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi bersin atau batuk. Partikel virus yang dihembuskan ke udara bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh orang lain yang berada di sekitarnya.

Di sisi lain, kasus flu Singapura pada anak disebabkan oleh virus enterovirus 71 dan coxsackievirus A16. Kedua virus ini biasanya ditemukan dalam kotoran dan cairan tubuh seperti hidung dan tenggorokan. Penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pengidap, seperti menghirup percikan air ludah atau cairan hidung, atau melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan tubuh pengidap.

Namun, ibu perlu tahu bahwa flu Singapura yang disebabkan oleh virus enterovirus 71 cenderung lebih serius. Gejalanya dapat lebih berat dan dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian pada kasus yang parah. Oleh karena itu, perawatan yang lebih intensif diperlukan untuk mengatasi flu Singapura yang disebabkan oleh virus enterovirus 71.

2. Gejala

Ketika anak mengalami gejala flu, sering kali ibu menjadi khawatir dan ingin segera mencari perawatan agar anak cepat sembuh. Namun, penting untuk memahami bahwa gejala flu dapat bervariasi tergantung pada jenis virus yang menyebabkannya.

Flu Singapura pada anak sering kali ditandai dengan gejala meliputi:

  • Ruam merah yang muncul pada telapak tangan, telapak kaki, dan bokong. Ruam ini terkadang berbentuk lepuhan dan berisi cairan.

  • Demam.

  • Sakit tenggorokan.

  • Batuk.

  • Nyeri perut.

  • Sariawan yang terasa nyeri di bagian dalam gusi, lidah, dan pipi.

  • Anak menjadi rewel.

  • Kehilangan nafsu makan.

Sementara gejala flu biasa (influenza) meliputi:

  • Demam.

  • Sakit tenggorokan.

  • Batuk kering.

  • Pilek.

  • Hidung tersumbat atau berair.

  • Bersin-bersin.

  • Sakit kepala.

  • Kelelahan.

  • Menggigil.

  • Pegal-pegal.

  • Kehilangan nafsu makan.

3. Faktor Risiko

Ketika membicarakan faktor risiko terkait dengan flu biasa (influenza) dan flu Singapura, ada faktor-faktor tertentu yang dapat memengaruhi seseorang lebih rentan terhadap penyakit tersebut. 

Berikut adalah faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena flu biasa (influenza) atau komplikasinya meliputi:

  • Usia: Anak berusia di bawah 12 bulan dan lansia berusia di atas 65 tahun cenderung lebih rentan terkena influenza.

  • Sistem Kekebalan Tubuh Melemah: Pengobatan kanker, penggunaan steroid jangka panjang, transplantasi organ, kanker darah, atau HIV/AIDS dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dapat memudahkan penularan virus flu dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.

  • Penyakit Kronis: Penyakit kronis seperti asma, penyakit paru-paru, diabetes, penyakit jantung, penyakit sistem saraf, memiliki riwayat stroke, gangguan metabolisme, gangguan saluran napas, dan penyakit ginjal, hati, atau darah dapat meningkatkan risiko terhadap komplikasi influenza.

  • Penggunaan Aspirin di Bawah Usia 20 Tahun: Orang yang berusia di bawah 20 tahun dan menerima terapi aspirin jangka panjang berisiko mengalami sindrom Reye jika terinfeksi virus influenza.

  • Kehamilan: Ibu hamil lebih rentan mengalami komplikasi influenza, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Risiko ini berlanjut hingga dua minggu setelah bayi lahir.

Berikut adalah faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena flu Singapura meliputi:

  • Usia: Anak-anak yang berusia di bawah 5–7 tahun cenderung lebih rentan terkena flu Singapura. Namun, remaja dan orang dewasa kadang-kadang masih bisa terinfeksi flu Singapura meskipun jarang terjadi.

4. Komplikasi

Ketika seseorang terkena flu, baik itu flu biasa atau flu Singapura, ada kemungkinan untuk mengalami komplikasi. Influenza biasanya akan sembuh dalam waktu 1–2 minggu tanpa efek yang berkelanjutan. Namun, anak-anak dan orang dewasa dengan risiko tinggi mungkin mengalami komplikasi meliputi:

  • Pneumonia: Peradangan pada paru-paru.

  • Bronkitis: Peradangan pada pada dinding saluran bronkus.

  • Serangan Asma: Flu dapat memicu serangan asma kambuh pada orang yang memiliki kondisi ini.

  • Masalah Jantung: Terkadang, flu dapat menyebabkan masalah jantung, terutama pada orang dengan kondisi jantung yang sudah ada.

  • Infeksi Telinga: Infeksi telinga dapat terjadi terutama pada anak-anak.

Komplikasi jarang terjadi pada kasus flu Singapura, namun komplikasi dapat meliputi:

  • Dehidrasi: Kondisi ini dapat terjadi karena anak sulit menelan makanan atau minuman akibat sariawan yang terjadi di mulut atau tenggorokan.

  • Meningitis Virus: Peradangan pada lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh virus.

  • Ensefalitis: Kondisi langka namun serius dimana otak mengalami peradangan.

5. Penanganan

Ketika seseorang terkena flu, penanganan medis yang tepat dapat membantu mengurangi gejala dan mempercepat pemulihan. Berikut adalah beberapa penanganan yang dapat dilakukan jika terkena flu biasa (influenza) meliputi:

  • Istirahat yang cukup.

  • Konsumsi cairan yang cukup.

  • Konsumsi obat pereda gejala: Paracetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk mengurangi demam, nyeri otot, dan sakit kepala yang sering terjadi saat flu.

  • Obat antivirus: Pada kasus yang parah atau pada individu dengan risiko komplikasi, dokter mungkin meresepkan obat antivirus tertentu seperti oseltamivir untuk membantu mengurangi durasi dan keparahan gejala.

Berikut adalah beberapa penanganan yang dapat ibu lakukan jika anak terkena flu Singapura meliputi:

  • Istirahat yang cukup.

  • Minum banyak cairan agar mencegah dehidrasi.

  • Konsumsi obat pereda gejala: Ibuprofen atau paracetamol dapat membantu meredakan nyeri dan demam.

  • Menjaga kebersihan pribadi: Penting untuk menjaga kebersihan pribadi anak dan menghindari kontak dekat dengan orang lain untuk mencegah penyebaran infeksi kepada orang lain.

6. Vaksinasi

Tersedia vaksin flu biasa (influenza) yang direkomendasikan secara tahunan, terutama untuk mereka yang berisiko tinggi terhadap komplikasi. Namun, saat ini belum ada vaksin yang tersedia secara luas untuk mencegah flu Singapura, tetapi upaya pencegahan dapat berupa menjaga kebersihan tangan dan menghindari kontak dengan individu yang terinfeksi.

Kesimpulan

Flu biasa (influenza) dan flu Singapura memiliki penyebab, gejala, dan penanganan yang berbeda. Flu biasa disebabkan oleh virus influenza yang menyerang saluran pernapasan dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan seperti anak kecil dan orang tua.

Sementara itu, flu Singapura disebabkan oleh virus coxsackievirus A16 dan enterovirus 71, menimbulkan gejala seperti demam, sakit tenggorokan, ruam kulit pada tangan dan kaki, serta sariawan di mulut, namun umumnya bersifat ringan dan jarang menyebabkan komplikasi serius.

Dalam hal penanganan, pengobatan flu biasa biasanya melibatkan istirahat, konsumsi cairan yang cukup, dan pemberian obat pereda gejala. Sedangkan untuk flu Singapura, penanganannya lebih berfokus pada mengurangi gejala, seperti istirahat yang cukup, minum banyak cairan, dan penggunaan obat pereda nyeri.

Jika anak Anda membutuhkan konsultasi medis tambahan tanpa harus keluar rumah, layanan Homecare Dokter by Klinik Kirana dapat menjadi pilihan yang tepat. Dengan berkonsultasi di Homecare Dokter, anak Anda dapat dengan cepat mendapatkan penanganan yang tepat, mengatasi flu Singapura sesuai kondisi anak Anda, dan mencegah timbulnya komplikasi lain akibat penyakit ini.

Yuk, segera hubungi kami disini: Layanan Dokter ke Rumah.

Sudah ditinjau oleh: dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca proses editorial Klinik Kirana disini: Proses Editorial

 

  • Cleveland Clinic. Flu (Influenza). Diakses pada 27/04/2024, dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4335-influenza-flu
  • Cleveland Clinic. Hand, Foot and Mouth Disease. Diakses pada 27/04/2024, dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/11129-hand-foot-and-mouth-disease
  • Healthline. Everything You Need to Know About the Flu. Diakses pada 27/04/2024, dari https://www.healthline.com/health/cold-flu/flu
  • Healthline. What Is the Hand, Foot, and Mouth Disease Isolation Period? Diakses pada 27/04/2024, dari https://www.healthline.com/health/hand-foot-and-mouth-quarantine-period
  • Mayo Clinic. Hand-foot-and-mouth disease. Diakses pada 27/04/2024, dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hand-foot-and-mouth-disease/symptoms-causes/syc-20353035
  • Mayo Clinic. Influenza (flu). Diakses pada 27/04/2024, dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/flu/symptoms-causes/syc-20351719
Artikel Terkait
Artikel Terbaru