7 Penyebab Tenggorokan Anda Terdapat Luka

Penyakit Umum January 4, 2024 Penulis : Mirna S
7 Penyebab Tenggorokan Anda Terdapat Luka

Tenggorokan yang terasa sakit atau mengalami luka dapat menjadi tanda berbagai masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan tenggorokan luka, salah satunya adalah infeksi virus atau bakteri. 

Selain itu, tenggorokan dapat mengalami luka akibat refluks asam lambung (GERD), sariawan, batuk berdarah, dan radang amandel. Dalam artikel ini, kami akan mengulas lebih lanjut tujuh kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan luka pada tenggorokan beserta penjelasan lengkapnya.

Kenapa Tenggorokan Terluka?

Tenggorokan yang mengalami luka dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk konsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas atau tajam dan  kondisi kesehatan tertentu, seperti sariawan di tenggorokan, batuk berdarah, refluks asam lambung (GERD), radang amandel, infeksi streptokokus, kanker tenggorokan, dan mononukleosis juga dapat menjadi penyebab tenggorokan luka.

1. Sariawan di Tenggorokan

Sariawan di tenggorokan atau stomatitis adalah luka atau peradangan di dalam mulut yang dapat terjadi di pipi, gusi, bagian dalam bibir, atau lidah. Dua bentuk utama stomatitis adalah herpes stomatitis, juga dikenal sebagai cold sore, dan aphthous ulcers, yang juga dikenal sebagai canker sore.

Jenis-jenis Sariawan

a. Canker Sore

Canker sore juga dikenal sebagai aphthous ulcers adalah penyebab paling umum dari sariawan. Luka ini berwarna putih pucat atau kekuningan dengan cincin merah di sekitarnya. Canker sore dapat muncul sendiri atau berkelompok dan biasanya terjadi di bagian dalam bibir atau pipi, atau pada lidah. 

Canker sore menyebabkan rasa sakit akut dan dapat sembuh dalam 4–14 hari dalam kasus minor. Sementara dalam kasus yang lebih parah, canker sore dapat bertahan hingga 6 minggu. Siapa pun bisa terkena, wanita dan remaja berusia 20-an lebih mungkin mengalaminya, dan canker sore tidak menular.

b. Cold Sore

Cold sore adalah luka kecil, nyeri, berisi cairan yang biasanya terjadi pada atau di sekitar bibir dekat tepi mulut. Disebabkan oleh virus herpes (HSV), kondisi ini juga dikenal sebagai herpes stomatitis. 

Seseorang mungkin merasakan sensasi kesemutan atau terbakar sebelum luka muncul, serta nyeri tekan. Luka ini mengering dan membentuk kerak berwarna kuning. Cold sore biasanya bertahan selama 5–7 hari dan dapat kembali, cold sore juga sangat menular.

Sariawan dapat dibagi menjadi beberapa kategori, tergantung pada area mulut yang terkena, seperti cheilitis (peradangan pada bibir dan sekitar mulut), glositis (peradangan pada lidah), gingivitis (peradangan pada gusi), dan faringitis (peradangan pada tenggorokan).

Baca Artikel Selanjutnya: 10 Jenis Batuk yang Harus Anda Tahu dan Waspadai Penyebabnya

Penyebab Sariawan

Penyebab utama sariawan adalah jamur Candida albicans yang biasanya ada di dalam mulut dalam jumlah kecil dan tumbuh tanpa kendali. Namun, sariawan juga dapat disebabkan oleh cedera, infeksi, atau alergi. Penyebab umum sariawan di tenggorokan lainnya meliputi:

  • Cedera dari gigi palsu atau kawat gigi yang tidak pas, menggigit bagian dalam pipi, lidah, atau bibir, dan pembedahan.

  • Pengobatan kanker dengan kemoterapi.

  • Infeksi virus seperti herpes.

  • Kondisi yang terkait dengan xerostomia atau mulut kering.

  • Merokok atau mengunyah tembakau.

2. Batuk Berdarah

Batuk berdarah, atau yang dikenal sebagai hemoptisis, dapat disebabkan oleh berbagai kondisi paru-paru. Batuk berdarah merujuk pada keadaan ketika darah dikeluarkan melalui batuk. Darah yang muncul bisa berwarna merah terang atau merah muda, sering kali berbuih, atau mungkin bercampur dengan lendir.

Penyebab Batuk Berdarah 

Penyebab utama batuk darah adalah bronkitis kronis (peradangan pada bronkus) atau bronkiektasis (kerusakan dan pelebaran yang tidak normal pada bronkus dan saluran pernapasan). Beberapa penyebab lain batuk berdarah meliputi:

  • PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis): Kelompok penyakit paru yang menyebabkan penyempitan saluran udara, termasuk emfisema.

  • Fibrosis Kistik: Kondisi genetik yang menyebabkan produksi lendir yang kental dan lengket, memudahkan terjadinya infeksi dan batuk berdarah.

  • Penggunaan Obat: Obat seperti kokain dapat merusak saluran pernapasan dan menyebabkan batuk berdarah.

  • Infeksi Paru-paru: Pneumonia (radang paru-paru) dan abses paru-paru dapat menjadi penyebab batuk berdarah.

  • Kanker Paru-paru: Salah satu gejala kanker paru-paru adalah batuk berdarah, terutama pada tahap lanjut.

  • TBC (Tuberkulosis): Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan batuk darah.

  • Trauma Dada: Cedera pada dada, misalnya akibat kecelakaan, juga dapat menjadi penyebab batuk berdarah.

3. Refluks Asam Lambung (GERD)

Refluks asam lambung, atau yang dikenal sebagai penyakit refluks gastroesofagus (GERD), merupakan kondisi yang terjadi ketika asam lambung secara berulang mengalir kembali ke dalam tabung yang menghubungkan mulut dan lambung, yang disebut esofagus.

Proses ini, yang dikenal sebagai refluks asam, dapat menyebabkan iritasi pada lapisan esofagus (kerongkongan). Meskipun refluks asam lambung bisa terjadi pada siapa saja, ketika terjadi secara berulang dan dalam jangka waktu yang lama, ini dapat menyebabkan tenggorokan luka.

Penyebab Refluks Asam Lambung (GERD)

GERD disebabkan oleh refluks asam yang terjadi secara sering atau refluks kandungan non-asam dari lambung. Saat menelan, pita otot melingkar di sekitar bagian bawah kerongkongan (sfingter esofagus bagian bawah) harus mengendur untuk memungkinkan makanan dan cairan masuk ke dalam lambung.

Setelah itu, sfingter seharusnya kembali menutup. Namun, jika sfingter tidak mengendur sebagaimana mestinya atau melemah, asam lambung dapat mengalir kembali ke kerongkongan. Aliran asam yang terus-menerus ini mengiritasi lapisan esofagus, sering kali menyebabkan peradangan.

4. Radang Amandel (Tonsilitis)

Radang amandel atau tonsilitis adalah peradangan pada amandel (tonsil), yaitu dua bantalan jaringan berbentuk oval di bagian belakang tenggorokan, satu amandel di setiap sisinya. Gejala tonsilitis termasuk pembengkakan amandel, kesulitan menelan, sakit tenggorokan, dan pembesaran kelenjar getah bening di sisi leher.

Penyebab Radang Amandel

Radang amandel umumnya disebabkan oleh infeksi virus, namun infeksi bakteri juga dapat menjadi pemicu. Bakteri yang paling sering menyebabkan tonsilitis adalah Streptococcus pyogenes, yang juga bertanggung jawab atas infeksi streptokokus (strep throat). Golongan bakteri Streptococcus lain dan bakteri lainnya juga dapat menjadi penyebab tonsilitis.

5. Infeksi Streptokokus (Strep Throat)

Infeksi streptokokus atau strep throat adalah infeksi bakteri yang dapat membuat tenggorokan terasa sakit dan gatal. Meskipun hanya menyebabkan sebagian kecil dari gejala sakit tenggorokan, infeksi streptokokus umumnya terjadi pada anak-anak, tetapi juga dapat memengaruhi orang dari segala usia.

Jika tidak diobati, infeksi streptokokus dapat menyebabkan komplikasi seperti peradangan pada ginjal atau demam rematik. Demam rematik dapat menyebabkan nyeri dan peradangan pada sendi, jenis ruam tertentu, atau kerusakan katup jantung.

Penyebab Infeksi Streptokokus

Infeksi streptokokus atau strep throat disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes, juga dikenal sebagai Streptococcus grup A. Bakteri Streptococcus bersifat menular dan dapat menyebar melalui percikan air liur saat seseorang dengan infeksi streptokokus batuk atau bersin, atau melalui makanan atau minuman yang dibagi.

6. Kanker Tenggorokan

Kanker tenggorokan merujuk pada kanker yang berkembang di tenggorokan (faring) atau kotak suara (laring). Tenggorokan adalah tabung otot yang dimulai di belakang hidung dan berakhir di leher. Kanker tenggorokan paling sering dimulai pada sel-sel datar yang melapisi bagian dalam tenggorokan.

Kotak suara terletak tepat di bawah tenggorokan dan juga rentan terhadap kanker tenggorokan. Kotak suara terbuat dari tulang rawan dan berisi pita suara yang bergetar untuk menghasilkan suara saat Anda berbicara.

Jenis Kanker Tenggorokan

Meskipun sebagian besar kanker tenggorokan melibatkan jenis sel yang sama, istilah khusus digunakan untuk membedakan bagian tenggorokan tempat kanker bermula, antara lain:

  • Kanker nasofaring dimulai di nasofaring, yaitu bagian tenggorokan di belakang hidung.

  • Kanker orofaring dimulai di orofaring, yaitu bagian tenggorokan tepat di belakang mulut yang mencakup amandel (tonsil).

  • Kanker hipofaring (kanker laringofaring) dimulai di hipofaring (laringofaring), yaitu bagian bawah tenggorokan, tepat di atas kerongkongan dan tenggorokan.

  • Kanker glotis dimulai di pita suara.

  • Kanker supraglotis dimulai di bagian atas kotak suara dan termasuk kanker yang mempengaruhi epiglotis (bagian tulang rawan yang menghalangi makanan masuk ke tenggorokan).

  • Kanker subglotis dimulai di bagian bawah kotak suara, di bawah pita suara.

Penyebab Kanker Tenggorokan

Kanker tenggorokan terjadi ketika sel-sel di tenggorokan mengalami mutasi genetik. Mutasi ini menyebabkan sel-sel tumbuh tidak terkendali dan terus hidup setelah sel-sel sehat biasanya mati. Sel-sel yang berkumpul dapat membentuk tumor di tenggorokan.

7. Mononukleosis

Mononukleosis, sering disebut sebagai kissing disease (penyakit ciuman) atau glandular fever (demam kelenjar). Mononukleosis tidak menular seperti beberapa infeksi lain (seperti pilek biasa). Seseorang kemungkinan besar terkena mononukleosis dengan tanda dan gejala jika mereka remaja atau dewasa muda. Anak kecil biasanya memiliki sedikit gejala, dan infeksi ini sering kali tidak terdiagnosis.

Penyebab Mononukleosis

Penyebab paling umum dari mononukleosis adalah virus Epstein-Barr, meskipun virus lain juga dapat menyebabkan gejala serupa. Virus Epstein-Barr menyebar melalui air liur, dan Anda bisa tertular melalui ciuman atau berbagai makanan atau minuman.

Meskipun gejala mononukleosis mungkin tidak nyaman, infeksi ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa efek jangka panjang. Sebagian besar orang dewasa telah terpapar virus Epstein-Barr dan telah membentuk antibodi, sehingga ini berarti mereka kebal dan tidak akan terkena mononukleosis.

Berobat di Rumah dengan Homecare Dokter

Homecare Dokter by Klinik Kirana menawarkan layanan kesehatan di rumah yang praktis dan tepercaya, seperti dokter panggilan ke rumah, suster panggilan ke rumah, infus ke rumah, dll. Homecare Dokter juga berkomitmen untuk menyediakan tenaga medis profesional dan berpengalaman sesuai kebutuhan Anda.

Dengan berkonsultasi di Homecare Dokter, Anda dapat dengan cepat mengidentifikasi penyebab tenggorokan Anda terluka, mendapatkan penanganan yang tepat, dan mengobati penyebab tenggorokan luka sesuai kondisi kesehatan Anda. Yuk, segera hubungi kami disini: Layanan Dokter ke Rumah.

Artikel ini disusun oleh Tim Medis Klinik Kirana dan sudah ditinjau oleh: dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca proses editorial Klinik Kirana disini: Proses Editorial

  • Image by mdjaff on Freepik: https://www.freepik.com/free-photo/front-view-man-screams-because-he-has-sore-throat_15255059.htm
  • Healthline. Stomatitis. Diakses pada 04/01/2024, dari https://www.healthline.com/health/stomatitis
  • Mayo Clinic. Coughing up blood. Diakses pada 04/01/2024, dari https://www.mayoclinic.org/symptoms/coughing-up-blood/basics/definition/sym-20050934
  • Mayo Clinic. Gastroesophageal reflux disease (GERD). Diakses pada 04/01/2024, dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940
  • Mayo Clinic. Mononucleosis. Diakses pada 04/01/2024, dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mononucleosis/symptoms-causes/syc-20350328
  • Mayo Clinic. Strep throat. Diakses pada 04/01/2024, dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/strep-throat/symptoms-causes/syc-20350338
  • Mayo Clinic. Throat cancer. Diakses pada 04/01/2024, dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/throat-cancer/symptoms-causes/syc-20366462
Artikel Terkait
Artikel Terbaru