10 Penyakit Ini Harus Segera Mendapat Infus, Simak Penjelasannya!

Penyakit Umum June 7, 2023 Penulis : Mirna S
10 Penyakit Ini Harus Segera Mendapat Infus, Simak Penjelasannya!

Infus atau cairan intravena adalah cairan yang bertujuan untuk merehidrasi pasien dari penyakit atau aktivitas lebih. Selain itu, infus juga dapat mengobati infeksi pada penggunaan antibiotik liquid dan nyeri pada penggunaan obat anti nyeri liquid. Tidak sampai di situ saja, infus juga diperlukan pada kemoterapi bagi penderita kanker.  Bagaimana dengan penyakit lainnya? Di bawah ini adakah penyakit yang harus segera mendapat infus.

1.   Gagal Jantung

Gagal jantung termasuk ke dalam salah satu penyakit paling berbahaya di dunia. Di Asia Tenggara sendiri rasionya naik tiga kali lipat jika dibandingkan kasus gagal jantung di kawasan Eropa atau bahkan Amerika. Selain membutuhkan perawatan diri sendiri yang lebih diperhatikan, pasien gagal jantung juga memerlukan perawatan intensif di rumah sakit melalui infus dan tindakan lainnya oleh tim medis.

Jantung dikatakan gagal ketika otot pada jantung tidak bekerja dengan baik yang mengakibatkan darah tidak terpompa dengan semestinya ke seluruh tubuh. Umumnya, penderita akan merasa sesak napas hingga kelelahan berlebih. Dengan pemberian infus dan rawat inap di RS, tim medis bisa memberikan tindakan terbaik untuk mencegah situasi yang lebih parah sebagai akibat dari gagal jantung.

2.   Pneumonia

Pneumonia merupakan sebuah penyakit yang bersumber dari infeksi di ujung bronkiolus dan alveoli. Infeksi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti bakteri, virus, jamur, hingga parasit yang menetap dalam tubuh. Pada bayi dan balita, pneumonia termasuk ke dalam salah satu jenis penyakit yang menyebabkan kematian.

Meskipun begitu, tidak menutup fakta bahwa Pneumonia juga dapat menjangkit kalangan muda hingga manula setiap tahunnya. Sebagai penyakit yang mudah menular, pneumonia memerlukan pengobatan intensif. Salah satunya adalah melalui antibiotik  yang sering diberikan pada pasien melalui infus.

Perlu diingat, penggunaan antibiotik secara tidak rasional dan penanganan kurang tepat juga juga dapat memberikan efek negatif. Karena itulah pasien memerlukan rawat inap agar bisa dipantau oleh tim medis. Pasien dikatakan wajib berada di bawah pemantauan dokter apabila mengalami sesak napas dan batuk tanpa henti dengan suhu tubuh di atas 40oC.

3.   Infeksi Parah atau Sepsis

Infeksi parah atau sepsis merupakan sebuah kondisi dimana terdapat keracunan pada darah akibat fatal dari infeksi atau luka yang terjadi. Gejalanya juga bervariasi, mulai dari kesulitan bernapas, naiknya suhu tubuh, rasa sakit pada perut, hingga detak jantung yang tidak normal. 

Salah satu kasus sepsis paling bermasalah adalah neonatus (kematian di bawah 28 hari sejak kelahiran). Berdasarkan catatan World Health Organization (WHO), ada 5 juta kematian akibat neonatus dengan rasio kematian sebesar 34 dari 1000 kelahiran hidup dan potensinya semakin tinggi di kawasan negara berkembang.

Peradangan yang berasal dari sepsis sangat berpotensi merusak berbagai sistem organ dan dapat berujung ke gagal fungsi. Karena itulah perawatan di bawah tim medis yang tepat sangat diperlukan agar tidak berevolusi menjadi syok septik.

4.   Kanker

Salah satu pengobatan kanker paling banyak dilakukan adalah dengan kemoterapi. Selama prosedurnya, infus jadi media terpenting. Pasien menjalankan kemoterapi dengan cara menerima cairan infus dari rumah sakit di bawah pengawasan dokter dan tim medis.

Tujuan utama dari kemoterapi selama pengobatannya adalah untuk meredakan hingga menyembuhkan kanker secara keseluruhan. Tidak hanya meredakan, kemoterapi juga berfungsi dalam menghambat penyebaran kanker agar tidak semakin parah. Nantinya, prosedur ini juga bisa dipadukan dengan operasi atau radioterapi.

CEK PROMO INFUS DIRUMAH HOMECAREDOKTER DISINI - MULAI DARI 399RB SAJA

5.   Dehidrasi

illustrasi dehidrasi

Sumber Gambar: Canva Pro Collection

Dehidrasi adalah sebuah kondisi ketika tubuh kekurangan asupan cairan sehingga menyebabkan tubuh tidak berfungsi dengan optimal. Cairan ini berfungsi dalam menjaga metabolisme tubuh pada sistem pencernaan, mengeluarkan kotoran, racun, dan menjaga suhu tubuh.

Kondisi ini sangat mungkin terjadi ketika cairan yang keluar lebih banyak dibanding cairan yang masuk. Infus dalam bentuk cairan bisa mengembalikan segala cairan dan nutrisi yang tubuh butuhkan untuk mengembalikan metabolisme tubuh.

6.   Gagal Ginjal

Menjadi penyakit paling mengkhawatirkan, penyakit gagal ginjal kronik meningkat sebesar 20% hingga 25% setiap tahun. Penderita gagal ginjal di Indonesia sendiri terbilang cukup tinggi. Karena itulah pengawasan terhadap pasien gagal ginjal harus berada di bawah tim medis. 

Gagal ginjal mampu menghilangkan sistem fungsional ginjal itu sendiri sehingga tidak mampu menyaring racun. Racun inilah yang nantinya dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh dan berpotensi komplikasi.

7.   Anemia

Anemia merupakan sebuah kondisi tubuh ketika kekurangan sel darah merah sehat. Selain kekurangan darah, anemia juga bisa terjadi pada seseorang darahnya tidak berfungsi dengan baik. Sebenarnya penderita anemia tidak memerlukan rawat inap atau infus jika dalam kondisi ringan.

Pasien anemia baru membutuhkan perawatan apabila berada di kondisi yang cukup parah. Pasalnya, penyakit ini bisa menimbulkan beberapa efek, seperti gangguan pernapasan, perubahan denyut nadi, hingga hilangnya kesadaran. Perawatan yang dibutuhkan biasanya mulai dari pemberian infus hingga transfusi darah jika kadar hemoglobin sangat rendah.

8.   Stroke

Otak merupakan organ penting yang membutuhkan aliran banyak aliran darah. Apabila terjadi gangguan pada aliran tersebut secara otomatis otak tidak mendapat oksigen yang dibawa oleh darah kemudian berlanjut pada matinya sel otak. Kondisi adalah yang dinamakan dengan penyakit stroke.

Gejala dari penyakit stroke bisa beragam, seperti mati rasa pada tubuh, merasa pusing, kemudian berujung pada hilangnya gerak pada wajah. Tidak hanya itu, kehilangan kemampuan ini juga terjadi pada tangan dan kaki.

Penderita stroke harus segera mendapat penanganan dari tim medis. Telatnya pemberian tindakan lebih lanjut dapat mengakibatkan kerusakan total pada otak. Bahkan tidak jarang juga penyakit stroke berujung pada kematian. Selain infus dan perawatan intensif dari dokter, biasanya penderita juga mendapat fisioterapi agar fungsi tubuh kembali normal.

9.   Pendarahan Dalam

Pendarahan yang terjadi di dalam tubuh sangat sulit untuk dideteksi secara langsung. Tidak seperti pendarahan yang terjadi pada kulit, membutuhkan keahlian dokter untuk melakukan diagnosis agar diketahui asal pendarahan serta sebabnya. Beberapa hal yang bisa memicu pendarahan dalam antara lain:

  • Pukulan keras dengan benda tumpul
  • Kecelakaan
  • Efek samping obat tertentu

Dalam kasusnya, pendarahan dalam lebih sering terjadi jaringan hingga organ dalam tubuh. Tidak menutupi kemungkinan juga terjadi pada rongga tubuh yang mengalami cedera atau trauma. Perawatan di rumah sakit dengan bantuan cairan infus bisa sangat membantu proses pemulihan.

10. Malnutrisi Parah

illustrasi malnutrisi parah

Sumber Gambar: Canva Pro Collection

Malnutrisi adalah sebuah kondisi pada tubuh manusia yang mengalami ketidakseimbangan nutrisi sehingga menimbulkan beberapa gejala seperti:

  • Kurangnya berat badan
  • Sering lelah
  • Gangguan perkembangan
  • Mudah tersinggung
  • Mudah pingsan
  • Rendahnya suhu tubuh
  • Kedinginan
  • Tekanan darah rendah
  • Kurusnya lengan dan kaki; dll

Selain itu, nutrisi yang berlebih juga dapat menyebabkan:

  • Berat badan berlebih (dapat berujung menjadi obesitas)
  • Penyakit jantung
  • Resistensi insulin
  • Tingginya tekanan darah
  • Diabetes (penyakit gula)

Kasus gizi buruk yang rentan terjadi harus diperhatikan oleh para orang tua. Kondisi harus bisa dipantau sejak dini karena bisa berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Pada tahun 2013 sendiri terhitung ada 19,6% pada balita. Kalkulasi tersebut berasal dari 13,9% kasus gizi kurang dan 5,7% gizi buruk.

Apabila memiliki kondisi gizi buruk /  malnutrisi parah maka ada baiknya untuk segera dibawa ke rumah sakit. Tim medis akan memberikan asupan nutrisi yang cukup melalui infus dan makanan khusus sampai pasien kembali normal. 

Itulah penjelasan tentang 10 penyakit yang harus diinfus dengan segera. Ada dua cara agar kamu mendapatkan infus, yaitu di rumah sakit secara langsung dengan rawat inap atau infus di rumah melalui layanan homecare. Jika Anda memrlukan layanan infus dirumah Anda bisa menghubungki kami homecaredokter by Klinik Kirana di halama ini ya : Layanan infus dirumah terbaik homecaredokter.com  

Telah ditinjau oleh: Dr. Hadi

  • Maharani Ayu, Klikdokter, (2021). Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Pemasangan Infus
  • Prihatiningsih, Dwi. Sudyasih, Tiwi (2018). Perawatan Diri Pada Pasien Gagal Jantung
  • NUGROHO, Fendi; UTAMI, Pri Iswati; ASTUTI, Ika Yuni. EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PENYAKIT PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PURBALINGGA. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia),
  • Alodokter, (2022). Kemoterapi, Ini yang Harus Anda Ketahui
  • Alodokter, (2023). Pengertian Dehidrasi
  • Ekantari, Fitriana (2012) Hubungan Antara Lama Hemodialisis Dan Faktor Komorbiditas Dengan Kematian Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rsud Dr. Moewardi. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  • Liansyah Menawati Tita, (2015). MALNUTRISI PADA ANAK BALITA
  • Hellosehat, 10 Kondisi yang Mengharuskan Anda Rawat Inap di Rumah Sakit
Artikel Terkait
Artikel Terbaru