Penting, Inilah Tujuan dan 7 Kondisi Pasien yang Harus Diinfus

Perawatan June 14, 2023 Penulis : Mirna S
Penting, Inilah Tujuan dan 7 Kondisi Pasien yang Harus Diinfus

Dalam prosedur perawatan pasien, pemberian infus atau cairan intravena dapat membantu proses pemulihan. Hal ini karena cairan infus sendiri berisikan asupan dan kebutuhan tubuh pasien. Walaupun begitu, tidak semua kondisi pasien wajib diberikan infus. Hal ini karena ada tujuan khusus dari cairan intravena itu sendiri. Prosedurnya juga tidak sembarangan.

Tujuan dan Prosedur Pemasangan Infus

Pemasangan infus memiliki ketentuan khusus yang telah diatur dalam Standar Operasional Prosedur. Hal ini karena nantinya pemasangan infus akan langsung terhubung dengan bagian dalam tubuh pasien melalui pembuluh darah. Salah sedikit jaga bisa menimbulkan efek samping atau bahkan masalah yang lebih besar. Selain itu, infus juga memiliki dua jenis dengan tujuan berbeda, yaitu kristaloid dan koloid. Secara umum, di bawah adalah beberapa tujuan dan fungsi dari infus untuk pasien: 

  • Mengembalikan cairan tubuh pada pasien dehidrasi berat
  • Memberikan asupan bagi pasien dengan gangguan pencernaan
  • Memberikan pasien obat yang tidak bisa dikonsumsi secara oral (lewat mulut)
  • Pemberian antibiotik sebagai obat infeksi
  • Mengurangi rasa nyeri akibat obat tertentu
  • Digunakan pada pasien dengan gangguan fungsi organ dalam
  • Pemberian nutrisi dan asupan pada pasien koma
  • Digunakan pada pasien dengan kondisi stroke dan serangan jantung
  • Digunakan pada pasien dengan kondisi keracunan hingga malnutrisi parah
  • Menjalankan kemoterapi bagi penderita kanker
  • Bantuan bagi pasien yang membutuhkan operasi dan luka bakar

CEK PROMO INFUS DIRUMAH HOMECAREDOKTER DISINI - MULAI DARI 399RB SAJA

Selain itu, dalam pemasangan infus juga ada tata caranya tersendiri. Tidak sembarang orang bisa memasang infus ke pasien tanpa pengetahuan yang cukup, termasuk ketika infus di rumah. Seorang profesional pun tidak bisa melakukannya dengan sembarang, apalagi melupakan  prosedur dan sterilisasi pada pasien maupun alat infus. Kurang lebih, prosedur pemasangan infus ini meliputi: 

  1. Petugas harus mencuci tangan sekaligus mengenakan sarung tangan agar kehigienisan tetap terjaga selama proses pemasangan
  2. Memasang perlak di sekitar area pemasangan infus
  3. Meregangkan area sendiri pasien untuk mengidentifikasi pembuluh darah vena (biasanya pasien diminta untuk mengepalkan telapak tangan)
  4. Petugas juga bisa membantu mengepalkan tangan untuk identifikasi vena, khususnya pada pasien bayi

Proses identifikasi vena juga bisa menggunakan alat bantu atau metode lain, seperti tapping, menggantung ekstremitas, atau lewat vein viewer.

Kapan Harus Melakukan Infus? 

Sumber Gambar: Canva Pro Collection

Kamu bisa mendapatkan akses cairan infus kapan pun waktunya selama menurut dokter memang diperlukan. Umumnya, kondisi pasien yang diperbolehkan adalah ketika terdapat gejala yang cukup berat sehingga memerlukan pengawasan dari dokter. 

Contoh dari kriteria yang diperlukan adalah ketika pasien berada dalam kondisi dehidrasi berat, gangguan pencernaan, nyeri, pengobatan kanker, radang kronis, gangguan imunitas, dan keracunan makanan. Berikut adalah penjelasan lebih lanjutnya kapan dan kondisi pasien seperti apa yang memerlukan infus.

1. Mencegah Dehidrasi Akibat Kekurangan Cairan

Dehidrasi atau kekurangan cairan dan elektrolit dalam tubuh sehingga menghasilkan rasa lelah berlebih. Dehidrasi berat memiliki potensi untuk menyebabkan terjadinya syok. Berawal dari kehilangan cairan intravaskuler dengan gejala takikardia / hipotensi, kemudian berujung pada kegagalan sirkulasi dan perfusi jaringan.

Dalam tubuh manusia, umumnya kadar elektrolit dan cairan selalu seimbang. Apabila terjadi dehidrasi atau ketidakseimbangan antara keduanya, maka pemberian infus bisa dilakukan. Contohnya adalah dengan infus kristaloid berupa ringer laktat atau saline.

2. Pasien yang Mengalami Gangguan Pencernaan

Diare merupakan penyakit yang menyerang gangguan pencernaan paling umum di Indonesia. Penyakit ini juga bisa menjangkit siapa pun tanpa memandang usia. Penyakit ini membuat feses menjadi lembek atau bahkan encer seperti air. Biasanya, diare akan sembuh setelah beberapa hari atau ketika minum obat anjuran dokterin maupun obat warung. Akan tetapi, bagaimana dengan diare berat?

Diare berat dalam menyebabkan kekurangan cairan sehingga tubuh menjadi lemas. Di beberapa kasus, diare akut dapat mengakibatkan pendarahan dan berujung pada syok hipovolemik. Syok ini merupakan sebuah keadaan dimana perfusi organ dan oksigenasi jaringan berkurang karena kehilangan darah akut. Untuk mengganti cairan dalam tubuh inilah infus diperlukan.

3. Meredakan Nyeri

Nyeri merupakan sebuah kondisi dimana kamu merasa tidak nyaman di bagian tubuh tertentu karena adanya kerusakan atau potensi kerusakan pada jaringan. Rasa nyeri juga bisa jadi pertanda adanya penyakit lain, mulai dari penyakit kecil hingga penyakit berat.

Apabila dirasa nyeri lebih kuat dan berada di kondisi cukup parah, biasanya dokter akan memberikan obat anti nyeri liquid melalui infus. Hal ini sudah wajar terjadi, khususnya pada penanganan penyakit yang membutuhkan pengawasan langsung dari dokter.

4. Mengobati Kanker melalui Obat Kemoterapi

Kemoterapi jadi salah satu metode pengobatan yang menggunakan infus sebagai salah satu cara penerapannya. Tujuan dari adanya kemoterapi adalah untuk membunuh sel kanker yang masih aktif sampai benar-benar bersih. 

Selama proses kemoterapi, pasien akan berada di bawah pengawasan dokter spesialis onkologi. Onkologi merupakan cabang kedokteran yang berfokus pada penyakit kanker. Dengan begitu, pengobatan bisa lebih tepat dan kondisi pasien dapat terus membaik.

5. Peradangan Kronis

Peradangan adalah bukti bahwa sistem imun bekerja melawan segala ancaman yang berpotensi merusak tubuh. Apabila terjadi dalam jangka waktu yang panjang, maka kondisi tersebut sudah termasuk dalam peradangan kronis.

Biasanya, peradangan kronis dapat terjadi dalam kurun sangat lama hingga bertahun-tahun. Beberapa kasus bahkan penderitanya menderita radang seumur hidup. Situasi ini dapat berpengaruh pada jaringan, organ, dan sel tubuh.

6. Gangguan Sistem Imun

Sumber Gambar: Canva Pro Collection

Imun atau kekebalan tubuh berfungsi sebagai pelindung dari segala bakteri dan virus yang mampu membahayakan diri. Akan tetapi, ada sebuah kondisi dimana sistem imun tersebut justru malah menyerang sel baik sehingga menyebabkan gangguan sistem imun (autoimun).

Contoh dari kasus gangguan sistem imun adalah kolitis ulseratif pada saluran pencernaan, rematik, anemia pernisiosa, sklerosis ganda, crohn, dan lain sebagainya.

7. Keracunan Makanan

Pasien yang mengalami keracunan makanan biasanya akan mengalami mual muntah hingga diare. Secara umum, keracunan makanan sering disebabkan oleh makanan busuk, basi, atau terkontaminasi zat berbahaya lainnya. Dampak diare dan muntah yang ditimbulkan sangat berpotensi membuat pasien menderita dehidrasi parah. 

Baca disini : Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Diare

Untuk mengobati dehidrasi ini, diperlukan suntikan infus agar cairan dalam tubuh tetap terjaga sekaligus pasien tidak kehilangan nutrisi. Dengan begitu, proses pemulihan pasien untuk kembali seperti sedia kala bisa lebih cepat. 

Anda jua perlu membaca artikel ini sebagai pengetahuan tambahan tentang 10 Penyakit Harus Segera Mendapat Infus

Cairan intravena atau infus selalu membantu semua kasus penyakit. Hal ini dikarenakan tim medis selalu menyesuaikan antara kebutuhan pasien dengan kandungan pada cairan infus. Kamu bisa mendapatkan infus di rumah sakit maupun di rumah pribadi melalui layanan homecare.

Lihat manfaat penggunaan infus di rumah di artikel ini

Artikel ini disusun oleh Mirna S. Tim Medis Klinik Kirana

Sudah ditinjau oleh: dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca proses editorial Klinik Kirana disini: Proses Editorial

  • Alomedika. Diakses 2023. Teknik Intravenous Cannulation (Pemasangan Infus)
  • Aidohealth. Diakses 2023. Fungsi Infus Sesuai dengan Jenis Cairannya
  • Leksana, Ary. Diakses 2023. Dehidrasi dan Syok. Cermin Dunia Kedokteran
  • Putra, I Ketut Bawantika Adi. Diakses 2023. Hypovolemic Shock. Udayana University
  • Hellosehat. Dikases 2023. Peradangan (Inflamasi)
  • Hellosehat. Diakses 2023. Mengenal 15 Jenis Penyakit Autoimun yang Paling Umum
  • Medi-call. Diakses 2023. Ketahui Manfaat Infus Keracunan Makanan Basi untuk Proses Pemulihan
Artikel Terkait
Artikel Terbaru