Luka Diabetes: Penyebab dan Cara Merawat Luka Diabetes di Rumah

Mirna S 5 Jan 2026
Luka Diabetes: Penyebab dan Cara Merawat Luka Diabetes di Rumah

Luka diabetes adalah semua jenis luka yang terjadi pada penderita diabetes. Luka ini bisa berupa luka kecil, lecet, luka sayat, atau luka akibat infeksi. Pasien biasanya perlu minum obat jangka panjang.

Biasanya, luka pada penderita diabetes sangat sulit sembuh. Ini bisa terjadi karena gula darah tinggi sehingga penyembuhan luka lebih lambat, aliran darah kurang baik, dan daya tahan tubuh menurun.

Menurut penelitian, biasanya 15-25% pasien diabetes yang memiliki luka akan berkembang menjadi ulkus diabetik (DFU), yaitu luka diabetes yang lebih kronis dan biasanya terjadi di kaki, ini bisa terjadi selama hidup mereka. Ketahui lebih dalam tentang luka pada penderita diabetes di sini.

Tentang Luka Diabetes

Luka diabetes bisa terjadi di berbagai bagian tubuh tetapi paling sering muncul di area yang mudah terluka, sering tertekan, atau aliran darahnya kurang baik. Beberapa area yang dapat terbentuk luka adalah di tangan dan jari tangan, pergelangan kaki, telapak kaki, area lipatan kulit, hingga punggung.

Studi menyebutkan bahwa rata-rata setiap 30 detik, satu anggota tubuh diamputasi karena komplikasi diabetes melitus (DM). Sebagian besar amputasi ini disebabkan oleh ulkus kaki atau diabetic foot ulcer (DFU).

Penyebab luka diabetes

Luka diabetes terjadi karena kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak berbagai sistem tubuh. Beberapa penyebab utama luka diabetes antara lain:

  • Gula darah tinggi yang menghambat proses penyembuhan luka

  • Kerusakan saraf (neuropati) yang membuat penderita tidak merasakan nyeri saat kulit terluka

  • Gangguan aliran darah sehingga oksigen dan nutrisi sulit mencapai area luka

  • Daya tahan tubuh menurun, membuat luka mudah terinfeksi

  • Tekanan atau gesekan berulang, terutama pada kaki (misalnya karena sepatu yang tidak pas)

Akibat kombinasi faktor tersebut, luka kecil pada penderita diabetes dapat berkembang menjadi luka yang lebih serius.

Ciri-ciri luka diabetes

Luka diabetes sering kali tampak ringan pada awalnya, tetapi sulit sembuh. Beberapa ciri yang umum ditemukan meliputi:

  • Luka tidak kunjung sembuh atau sembuh sangat lambat

  • Kulit di sekitar luka tampak kering, kemerahan, atau menghitam

  • Keluar cairan, nanah, atau bau tidak sedap

  • Area sekitar luka terasa mati rasa atau kurang sensasi

  • Luka mudah membesar atau semakin dalam

Pada kondisi yang lebih berat, luka dapat berkembang menjadi ulkus diabetikum (DFU), yaitu luka diabetes di bagian kaki yang kronis dan sulit sembuh.

Apakah luka diabetes bisa sembuh?

Ya, luka diabetes bisa sembuh, terutama jika ditangani sejak dini dan dengan perawatan yang tepat. Penyembuhan luka bergantung pada:

  • Kontrol gula darah yang baik

  • Perawatan luka yang rutin dan benar

  • Pengobatan infeksi bila ada

  • Mengurangi tekanan pada area luka

  • Pola hidup sehat, termasuk nutrisi yang cukup

Namun, jika luka diabetes diabaikan atau tidak dirawat dengan benar, luka dapat menjadi kronis, terinfeksi berat, dan meningkatkan risiko amputasi.

Cara Merawat Luka Diabetes di Rumah

Berikut ini cara merawat luka diabetes dari awal hingga akhir yang bisa Anda lakukan di rumah:

1. Periksa ke dokter terlebih dulu

Begitu ada luka, periksakan ke dokter atau tenaga kesehatan terlebih dahulu.

Dokter akan:

  • Menilai kedalaman luka dan tingkat infeksi.

  • Menentukan apakah luka boleh dirawat di rumah.

  • Memberi resep obat, salep, atau antibiotik bila perlu.

2. Kendalikan gula darah

Penyembuhan luka sangat tergantung pada kadar gula darah sehingga penting bagi Anda untuk terus mengendalikan gula darah harian Anda. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Minum obat atau insulin sesuai anjuran.

  • Periksa gula darah secara rutin.

  • Jaga pola makan dan aktivitas.

3. Bersihkan luka dengan rutin

Anda bisa menggunakan NaCl 0,9% untuk membersihkan luka karena memiliki kadar garam yang hampir sama dengan cairan di dalam tubuh manusia sehingga tidak menyebabkan perih berlebihan.

Anda bisa membersihkan luka dengan cara:

  • Cuci tangan dengan sabun terlebih dulu.

  • Basahi kasa steril dengan NaCl.

  • Bersihkan luka dari tengah ke luar, satu arah.

  • Keringkan perlahan dengan kasa steril baru.

4. Luka bernanah perlu perawatan khusus

Jika luka Anda bernanah, sebaiknya cepat periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat. Anda bisa menggunakan layanan dokter ke rumah dari Homecare Dokter untuk penanganan yang lebih cepat dan terpersonalisasi.

Biasanya, dokter akan menyarankan Anda untuk:

  • Membersihkan luka lebih sering (1-2 kali sehari) dengan NaCl.

  • Gunakan salep antibiotik sesuai resep dokter.

  • Tutup dengan kasa steril dan ganti perban secara rutin.

  • Jangan memencet luka sendiri, mengoleskan ramuan-ramuan tradisional, atau membiarkan luka terbuka tanpa perlindungan.

5. Kurangi tekanan pada area luka

Pada penderita diabetes, luka di kaki sering terjadi di area yang menahan berat badan, seperti telapak kaki, tumit, atau jari. Masalahnya, banyak penderita diabetes mengalami mati rasa (neuropati) sehingga tidak menyadari bahwa luka tersebut terus tertekan saat berjalan atau berdiri.

Untuk mengurangi tekanan pada area luka, Anda bisa:

  • Hindari berdiri atau berjalan lama, gunakan alas kaki yang empuk, jangan berjalan tanpa alas kaki.

  • Saat duduk atau tidur, posisikan kaki sedikit lebih tinggi untuk melancarkan aliran darah.

6. Periksa luka setiap hari

  • Amati ukuran luka, warna kulit sekitar, ada atau tidak nanah dan bau.

  • Periksa kondisi kaki setiap harinya, apakah ada lecet baru, luka, kemerahan, mati rasa, atau bengkak.

  • Biasakan juga untuk mencuci kaki dan segera keringkan agar kaki selalu dalam keadaan bersih.

Jika luka diabetes sudah disertai dengan sensasi terbakar, mati rasa, pembengkakan, hingga rasa sakit yang terjadi terus menerus maka segera hubungi dokter. Jangan tunggu hingga parah, kemungkinan terburuk adalah amputasi pada bagian tubuh Anda.

Cara Mencegah Luka Diabetes

Ya, luka pada penderita diabetes sejatinya bisa dicegah melalui beberapa upaya, seperti:

  • Pengendalian gula darah yang ketat: Jika Anda menderita diabetes, Anda harus memantau kadar gula darah dan memastikan kadarnya berada dalam kisaran yang sehat. Gula darah tinggi dapat menyebabkan komplikasi pada kaki dan kesulitan penyembuhan.

  • Penurunan berat badan: Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan tekanan pada kaki sehingga dapat menciptakan gesekan saat mengenakan sepatu dan menyebabkan lecet dan luka. Ketika penderita diabetes sudah mengalami luka, ini akan lama sembuh dan justru bisa semakin parah.

  • Perawatan kaki harian yang baik: Anda bisa mencegah luka diabetes (terutama pada kaki) dengan mencuci, melembabkannya, hingga perawatan kuku/kapalan yang tepat.

  • Mengenakan alas kaki yang sesuai: Memakai sepatu yang tidak pas meningkatkan risiko lecet. Sepatu tidak boleh terlalu ketat, terlalu kecil, atau terlalu besar. Sebaiknya pilih ukuran sepatu yang pas ketika Anda menggunakan kaos kaki, jangan mengukurnya tanpa mengenakan kaos kaki.

  • Menghindari merokok: Produk tembakau mengandung bahan kimia yang memperlambat penyembuhan dan bisa berkembang menjadi ulkus diabetikum. Produk tembakau juga dikaitkan dengan masalah peredaran darah dan dapat secara signifikan meningkatkan risiko penyakit arteri ekstremitas bawah.

  • Olahraga dan pemantauan teratur: Rutin olahraga 2-3x seminggu disertai kunjungan rutin ke dokter spesialis kaki untuk pemeriksaan dan perawatan profesional akan mencegah Anda dari terserang luka diabetes.

Tangani Luka Diabetes dengan Tepat, Jangan Sampai Terlambat

Kemunculan luka diabetes memang menjadi hal yang tidak terelakkan bagi penderita diabetes. Namun, luka ini bisa dicegah atau diminimalisir agar tidak terlalu parah sehingga berkembang menjadi ulkus diabetik yang tidak bisa sembuh.

Segera konsultasi dengan tenaga ahli yang mampu menangani diabetes. Mereka dapat menentukan seberapa sering Anda perlu memeriksa kadar gula darah Anda. Dokter juga dapat meresepkan obat insulin yang membantu tubuh mengubah gula menjadi energi.

Untuk penanganan luka diabetes di rumah, percayakan pada Homecare Dokter by Klinik Kirana yang sudah menangani ribuan pasien dengan layanan dokter ke rumah. Anda bisa konsultasi terlebih dulu dengan tim kami melalui WhatsApp di atas yang tersedia gratis setiap hari.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Hermansyah, D., Wahyuni, S., Sulistyaningsih, D. R., & Amal, A. I. (2025). How Effective Diabetic Foot Care is in Preventing Ulcers: Literature Review. Indonesian Journal of Global Health Research, 7(5), 559–568. https://doi.org/10.37287/ijghr.v7i5.6884
  • Jalal, A. R., & Herman, A. (2025). Healing of diabetic foot ulcers in a type 2 diabetes mellitus patient with monitoring of blood glucose levels at Toari Public Health Center: A case report. Al-Iqra Medical Journal: Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran, 8(2), 1–9.
  • National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diabetic Foot Ulceration and Complications. In StatPearls. U.S. National Library of Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499887/
  • New York University Langone Health. Preventing diabetic foot ulcers. https://nyulangone.org/conditions/diabetic-foot-ulcers/prevention
  • Sulistyo, A. A. H. (2018). Management of diabetic foot ulcer: A literature review. Jurnal Keperawatan Indonesia, 21(2), 84–93. https://doi.org/10.7454/jki.v21i2.634
  • World Health Organization & International Working Group on the Diabetic Foot. (2013). Prevention of diabetic foot ulcer. PMC. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3634178/
Artikel Terkait