Luka Diabetes Menghitam, Ini Cara Menanganinya di Rumah

Mirna S 2 Feb 2026
Luka Diabetes Menghitam, Ini Cara Menanganinya di Rumah

Luka diabetes yang menghitam dikenal sebagai gangren. Ini bisa terjadi ketika jaringan tubuh mati akibat aliran darah yang sangat buruk atau infeksi berat.

Studi menunjukkan bahwa pasien diabetes lebih rentan terhadap gangren basah karena hiperglikemia yang mengganggu penyembuhan luka dan memperburuk peradangan.

Simak informasi tentang gangren, penyebab, cara menangani di rumah, hingga cara mencegah luka diabetes berkembang menjadi gangren.

Mengenal Luka Diabetes Menghitam (Gangren)

Luka diabetes yang menghitam juga disebut sebagai gangren. Gangren adalah kondisi jaringan tubuh yang mati akibat aliran darah yang sangat buruk atau infeksi berat.

Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah dan saraf, sehingga luka kecil sekalipun bisa berkembang menjadi serius. Saat luka mulai menghitam, artinya jaringan di area tersebut tidak lagi mendapat oksigen dan nutrisi yang cukup.

Jika tidak segera ditangani, gangren dapat menyebar ke jaringan sekitar sehingga menyebabkan infeksi sistemik (sepsis). Pada kondisi berat, gangren dapat berujung pada amputasi untuk mencegah penyebaran infeksi.

Bagaimana Gangren Terbentuk?

Berikut ini tahapan terbentuknya gangren:

Gangren tahap awal

Ciri-cirinya antara lain:

  • Perubahan warna kulit menjadi pucat, kebiruan, keunguan, atau kecoklatan di sekitar luka

  • Kulit terasa lebih dingin dibandingkan area sekitarnya

  • Kesemutan, mati rasa, atau nyeri ringan, terutama pada kaki atau jari

  • Luka sulit sembuh meskipun ukurannya kecil

  • Kulit tampak kering, mengilap, atau menipis

  • Bau tidak sedap ringan mulai tercium dari luka

  • Nyeri saat berjalan atau berdiri lama, akibat aliran darah yang menurun

Pada tahap ini, jaringan belum sepenuhnya mati dan penanganan cepat dapat mencegah amputasi.

Gangren tahap lanjut

Ciri-cirinya meliputi:

  • Warna luka berubah menjadi hitam pekat atau keabu-abuan

  • Jaringan mengeras atau justru lembek dan basah

  • Bau busuk menyengat, tanda infeksi berat

  • Nanah atau cairan keruh keluar dari luka

  • Nyeri hebat atau justru tidak terasa sama sekali (karena saraf sudah rusak)

  • Pembengkakan dan kemerahan meluas ke jaringan sekitar

  • Demam, lemas, mual, tanda infeksi menyebar (sepsis)

  • Kulit mengelupas atau jaringan tampak “membusuk”

Pada tahap ini, gangren tidak bisa disembuhkan hanya dengan obat atau perawatan rumahan dan sering kali memerlukan tindakan bedah atau amputasi.

Penyebab Luka Diabetes Menghitam

Beberapa faktor utama yang menyebabkan luka diabetes berkembang menjadi gangren antara lain:

  • Aliran darah yang buruk, akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah (penyakit pembuluh darah perifer).

  • Kerusakan saraf (neuropati diabetik), yang membuat penderita tidak merasakan nyeri sehingga luka sering terlambat disadari.

  • Infeksi bakteri, terutama jika luka tidak dirawat dengan baik.

  • Kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol sehingga menghambat proses penyembuhan luka.

  • Tekanan berulang pada area luka, misalnya karena sepatu yang sempit atau berjalan tanpa perlindungan kaki.

  • Kebersihan luka yang kurang baik sehingga bakteri mudah berkembang.

Cara Menangani Gangren Diabetes di Rumah

Gangren adalah kondisi serius. Perawatan di rumah hanya bersifat pendukung, bukan pengganti penanganan medis. Anda harus tetap ke dokter untuk mendapatkan perawatan.

Langkah yang dapat dilakukan di rumah meliputi:

  • Segera periksakan ke dokter atau rumah sakit saat luka tampak menghitam, berbau, atau bernanah.

  • Jaga luka tetap bersih dan kering, ikuti instruksi tenaga medis dalam membersihkan dan mengganti balutan.

  • Kontrol kadar gula darah secara ketat sesuai anjuran dokter.

  • Hindari menekan area luka, misalnya dengan mengistirahatkan kaki dan menggunakan alas kaki khusus.

  • Jangan memotong jaringan hitam sendiri atau mengoleskan bahan tradisional tanpa rekomendasi medis.

  • Perhatikan tanda infeksi seperti demam, nyeri hebat, kemerahan yang meluas, atau bau menyengat.

  • Panggil dokter ke rumah untuk mendapatkan perawatan intensif yang terjamin keamanannya.

Cara Mencegah Gangren Diabetes

Beberapa langkah yang bisa Anda upayakan untuk menghindari gangren diabetes:

  • Rutin memeriksa kaki setiap hari, termasuk sela-sela jari dan telapak kaki.

  • Menjaga kadar gula darah tetap terkontrol dengan pola makan sehat, obat, dan olahraga teratur.

  • Menggunakan alas kaki yang nyaman dan sesuai ukuran untuk mencegah lecet dan luka.

  • Merawat luka kecil sejak dini, meskipun terlihat sepele.

  • Menjaga kebersihan dan kelembapan kulit, tetapi hindari kulit terlalu lembab.

  • Berhenti merokok, karena rokok memperburuk aliran darah.

  • Rutin kontrol ke tenaga kesehatan, terutama jika memiliki riwayat luka kaki diabetes.

Rawat Luka Diabetes di Rumah dengan Homecare Dokter!

Itulah informasi seputar luka diabetes yang menghitam atau disebut gangren. Ketika gangren sudah terjadi, Anda harus segera berobat ke dokter. Perawatan di rumah bisa dilakukan jika memang ada tenaga medis profesional.

Homecare Dokter by Klinik Kirana memiliki layanan home visit dokter ke rumah dengan biaya mulai dari Rp250.000 saja. Hubungi tim kami melalui WhatsApp untuk reservasi.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Ernst, F. R., & Kim, D. D. (Eds.). (2024). Gestational diabetes mellitus: Mechanisms and management. In Endotext [Internet]. MDText.com, Inc. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560552/
  • Indrawati, F., & Suryawati, S. (2025). Kajian konsumsi buah dan sayur serta kadar gula darah pada lansia diabetik. Jurnal Agro: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pangan, 4(2), 45–52. https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/1226
  • Nugroho, A. K. (2024). Hubungan pendidikan kesehatan dengan perilaku perawatan luka pada pasien diabetes mellitus di Jogja. Caring: Journal Keperawatan, 3(1), 23–30. https://e-journal.poltekkesjogja.ac.id/index.php/caring/article/view/1568
  • Sari, R. M., & Wijaya, T. (2025). Pola makan dan kontrol glikemik pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Jurnal Kesehatan dan Ilmu Sosial Indonesia, 7(2), 88–96. https://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/view/513
Artikel Terkait