Diabetes pada Lansia: Penanganan dan Cara Merawat di Rumah

Mirna S 2 Feb 2026
Diabetes pada Lansia: Penanganan dan Cara Merawat di Rumah

Diabetes pada lansia berbeda dengan diabetes pada orang di usia muda, dan perawatannya pun harus berbeda. Hal ini terutama berlaku pada lansia yang mengalami ketergantungan fungsional, kelemahan fisik, demensia, atau yang berada di akhir hayat.

Pada lansia dengan diabetes dan berbagai komorbiditas atau kelemahan fisik, terdapat langkah yang harus digunakan untuk mencegah hipoglikemia secara ketat. Simak artikel ini untuk mengetahui perawatannya.

Bagaimana Lansia Bisa Terkena Diabetes?

Pada lansia, diabetes biasanya berkembang sebagai akibat dari resistensi insulin (insulin tidak bekerja efektif) dan penurunan produksi insulin oleh pankreas seiring bertambahnya usia. Proses penuaan menyebabkan tubuh menjadi kurang efisien dalam mengelola gula darah, terutama setelah makan.

Selain itu, lansia sering memiliki komorbiditas (penyakit lain seperti tekanan darah tinggi atau penyakit jantung), yang turut memengaruhi metabolisme glukosa darah. Penurunan massa otot dan peningkatan lemak tubuh juga memperburuk kemampuan tubuh menggunakan insulin secara efektif.

Dengan kata lain, diabetes pada lansia bukan “penyakit yang datang tiba-tiba”, tetapi merupakan hasil dari kombinasi faktor biologis, gaya hidup, dan perubahan fisiologis yang terjadi selama bertahun-tahun.

Ciri-Ciri Diabetes pada Lansia

  • Kelelahan

  • Rasa haus atau lapar yang meningkat

  • Penurunan berat badan tanpa disengaja

  • Sering buang air kecil

  • Penglihatan kabur

  • Infeksi kulit atau penyembuhan luka dan memar yang lambat

Beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka menderita diabetes karena gejalanya seringkali dimulai secara perlahan dan tidak disadari.

Orang lanjut usia terkadang menganggap gejala-gejala ini hanya sebagai bagian dari proses penuaan, tetapi ini bisa menjadi tanda masalah serius. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk membahas perubahan apa pun yang terjadi pada lansia.

Faktor Risiko Diabetes pada Lansia

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan lansia mengalami diabetes:

  • Usia: Semakin tua seseorang, kemampuan tubuh menanggapi insulin secara efektif semakin menurun sehingga risiko diabetes meningkat.

  • Obesitas & distribusi lemak: Lansia dengan kelebihan berat badan atau lemak perut lebih tinggi cenderung mengalami resistensi insulin.

  • Kurang aktivitas fisik: Aktivitas fisik menurun seiring usia dapat mengurangi sensitivitas insulin dan meningkatkan risiko diabetes.

  • Riwayat keluarga: Adanya keluarga dengan diabetes meningkatkan peluang lansia juga mengalaminya.

  • Tekanan darah tinggi dan dislipidemia: Kondisi ini sering beriringan dengan diabetes dan mempercepat perkembangan penyakit.

  • Pola makan tidak sehat: Makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan kalori berlebih meningkatkan beban metabolik pada tubuh lansia.

Penanganan Diabetes pada Lansia

1. Pemeriksaan ke dokter

Ini langkah wajib dan harus dilakukan. Di dokter, lansia akan dicek kadar gula darahnya meliputi gula darah puasa, cek gula darah 2 jam setelah makan, serta HbA1c.

Selain itu, ada juga evaluasi fungsi ginjal, tekanan darah, dan profil lipid, pemeriksaan komplikasi seperti neuropati, retinopati, dan penyakit jantung. Tujuannya untuk mengetahui status kontrol gula darah dan risiko komplikasi.

2. Obat dan terapi

Setelah diperiksa secara menyeluruh, dokter mungkin akan meresepkan obat oral (misalnya metformin) serta insulin bila diperlukan. Dosisnya akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan, fungsi ginjal, dan risiko hipoglikemia.

3. Rekomendasi makanan

Asupan nutrisi sangat penting untuk lansia dengan diabetes, Anda sebaiknya:

  • Memberi makanan tinggi serat seperti sayur, buah rendah gula, dan biji-bijian utuh

  • Menyediakan sumber protein sehat, seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu/tempe

  • Membantu lansia untuk mengurangi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan

  • Membatasi asupan garam kepada lansia untuk menjaga tekanan darah yang sehat

  • Selalu menyediakan dan mengingatkan lansia untuk minum cukup air

Untuk porsi makanan bisa disesuaikan agar tidak menyebabkan lonjakan gula darah setelah makan. Untuk inspirasi menu bisa Anda lihat di artikel Menu Diet Diabetes Melitus, Mudah dibuat di Rumah

4. Aktivitas fisik teratur

Ajak lansia untuk jalan kaki ringan 15-30 menit per hari, senam ringan, atau latihan kekuatan dengan beban yang ringan. Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan kesehatan jantung.

Cara Merawat Lansia dengan Diabetes di Rumah

Anda harus tetap membawa lansia dengan diabetes periksa ke dokter terlebih dulu untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai, setelah itu baru Anda bisa merawatnya di rumah.

  • Pantau gula darah: Catat hasil pemeriksaan gula darah sesuai jadwal dokter. Identifikasi tren gula darah (termasuk sebelum/ setelah makan).

  • Pantau pola makan: Sediakan makanan yang sehat dan seimbang. Batasi camilan manis atau makanan olahan. Gunakan piring separuh sayur, seperempat karbohidrat sehat, seperempat protein.

  • Aktivitas harian: Anjurkan lansia tetap bergerak ringan di rumah. Hindari duduk terlalu lama. Ajak melakukan aktivitas bersama sebagai motivasi.

  • Perhatikan gejala gula darah rendah (hipoglikemia): beberapa gejalanya seperti gemetar, berkeringat, lemas, bingung. Jika terjadi hipoglikemia, berikan camilan kecil yang cepat menaikkan gula darah (misalnya 15–20 g karbohidrat cepat tanpa berlebihan), lalu hubungi tenaga kesehatan bila perlu.

  • Perawatan kaki: Perhatikan luka kaki pada lansia, kulit kering, dan infeksi ringan. Jika terdapat luka maka rawat luka diabetes tersebut dengan baik dan hati-hati.

  • Dukungan emosional: Perubahan pola hidup bisa memengaruhi suasana hati lansia. Beri dukungan, bukan tekanan. Libatkan keluarga dalam perawatan dan aktivitas.

Rawat Lansia Diabetes di Rumah dengan Homecare Dokter!

Perawatan lansia dengan diabetes tidak bisa disamaratakan antara satu lansia dengan lansia lainnya. Ini mengingat bahwa kondisi tubuh setiap lansia berbeda-beda sehingga kebutuhannya juga pasti berbeda.

Sebelum Anda merawat lansia dengan diabetes di rumah, pastikan lansia sudah diperiksa terlebih dulu oleh dokter atau ahli medis. Setelah mendapatkan tata pelaksanaan dari dokter, barulah Anda bisa merawat di rumah.

Untuk membantu Anda merawat lansia di rumah, Anda bisa menggunakan layanan suster ke rumah dari Homecare Dokter. Mulai dari Rp250.000 saja, Anda sudah mendapatkan pelayanan ke rumah dengan profesional dan terjamin aman. Hubungi tim kami melalui WhatsApp di atas untuk membuat pemesanan.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • National Institute on Aging. (2024). Diabetes in older people. National Institutes of Health. https://www.nia.nih.gov/health/diabetes/diabetes-older-people/
  • Umegaki, H. (2024). Management of older adults with diabetes mellitus: Perspective from geriatric medicine. Journal of Diabetes Investigation, 15(10), 1347–1354. https://doi.org/10.1111/jdi.14283
  • UChicago Medicine. Diabetes in older adults: Risks, treatments and health habits to know. University of Chicago Medicine. https://www.uchicagomedicine.org/forefront/health-and-wellness-articles/diabetes-older-adults
Artikel Terkait