Sampai saat ini, belum ada vitamin yang benar-benar terbukti dapat meningkatkan gula darah secara langsung. Namun, ada beberapa vitamin yang dapat dikonsumsi untuk membantu mengatasi gejala umum gula darah rendah, seperti pusing, lemas, gemetar, kelelahan. Beberapa vitaminnya yaitu B12, D, hingga zat besi.
Penting untuk diingat bahwa vitamin-vitamin di bawah bukan pengganti glukosa saat hipoglikemia akut, melainkan hanya membantu pemulihan fungsi tubuh dan mencegah kekambuhan/komplikasi akibat gula darah terlalu rendah.
1. Vitamin B12
Studi menyebut efek dari gula darah terlalu rendah dapat dipulihkan dengan bantuan vitamin B12. Vitamin B12 terlibat dalam metabolisme energi, pembentukan sel darah merah, dan fungsi saraf normal. Kekurangan B12 dapat menyebabkan kelelahan, pusing, kelemahan otot, dan gangguan saraf karena anemia dan penurunan suplai oksigen ke jaringan tubuh.
Contoh gejala terkait kekurangan B12:
-
Kelelahan berat
-
Pusing atau sesak ringan
-
Lemas
-
Kesemutan atau gangguan sensasi
2. Vitamin D
Penelitian menunjukkan bahwa vitamin D mampu membantu mengatasi gejala dari gula darah terlalu rendah. Vitamin D memang paling dikenal untuk kesehatan tulang dan absorpsi kalsium. Namun, studi juga menyebut vitamin D juga terkait dengan tenaga otot, kontrol mood, dan fungsi metabolik.
Kekurangan vitamin D sering dikaitkan dengan kelemahan otot dan kelelahan. Vitamin D membantu tubuh tetap lebih fit dan kuat, meskipun kerjanya tidak langsung menaikkan gula darah, tetapi mengurangi sensasi kelelahan yang dirasakan saat hipoglikemia terjadi. Contoh gejala yang bisa diperbaiki dengan cukup vitamin D:
-
Rasa lemas
-
Kekurangan energi
-
Kelemahan otot
3. Vitamin C
Vitamin C memainkan peran dalam produksi energi, fungsi sel darah merah, dan penyerapan zat besi. Vitamin C juga dapat membantu penyerapan zat besi dan melindungi sel dari stres oksidatif. Kekurangan vitamin C bisa memperburuk gejala pusing dan lelah ketika gula darah rendah.
4. Magnesium
Magnesium dapat membantu otot dan saraf bekerja lebih lancar sehingga gejala fisik gula darah rendah seperti tremor atau letih bisa sedikit berkurang. Magnesium adalah mineral penting dalam lebih dari 300 reaksi enzim termasuk metabolisme energi, fungsi otot, transmisi saraf, dan kestabilan sistem saraf/otot.
Kekurangan magnesium dapat menyebabkan kelelahan, pusing, kejang otot, gemetar, dan gangguan konsentrasi. Magnesium akan membantu mengatasi gejala:
-
Kelelahan
-
Gemetar atau kram otot
-
Disorientasi ringan
5. Zat Besi
Ketika gula darah rendah dan tubuh juga kekurangan zat besi, pasokan oksigen ke otak dan otot kurang optimal, sehingga gejala lebih terasa. Memperbaiki zat besi membantu meringankan sensasi kelelahan tersebut.
Zat besi adalah komponen utama hemoglobin, yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Zat besi mampu membantu tubuh menangani gejala gula darah terlalu rendah, seperti:
-
Lemas parah
-
Pusing ketika bangun atau berjalan cepat
-
Sulit berkonsentrasi
Itulah beberapa vitamin yang direkomendasikan. Perlu diingat bahwa vitamin dan mineral di atas tidak menaikkan gula darah sendiri. Namun, nutrisi tersebut mampu mendukung proses metabolik, peredaran oksigen, dan fungsi saraf sehingga sensasi fisik akibat hipoglikemia bisa lebih ringan atau tubuh lebih cepat pulih.
Injeksi Vitamin di Rumah dengan Layanan Homecare Dokter
Beberapa vitamin akan jauh lebih baik jika diinjeksikan ke dalam tubuh melalui pembuluh darah daripada dikonsumsi seperti biasa. Sebab, vitamin yang disuntikkan ke pembuluh darah akan lebih cepat diserap dan lebih maksimal sehingga efek ke tubuh bisa lebih optimal.
Homecare Dokter memiliki fasilitas layanan dokter ke rumah yang bisa Anda gunakan kapan saja selama jadwal masih tersedia. Anda hanya perlu menunggu dokter profesional kami di rumah dan akan mendapatkan pelayanan privat yang sangat baik. Hubungi WhatsApp kami untuk membuat janji temu sekarang juga.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Defisiensi vitamin B12. MSD Manual – Edisi untuk Masyarakat. https://www.msdmanuals.com/id/home/gangguan-nutrisi/vitamin/defisiensi-vitamin-b12
- Kumar, H., Kamboj, S. S., & Raina, S. N. (2017). Association of serum vitamin B12 level with metabolic syndrome in Indian subjects. Journal of Family Medicine and Primary Care, 6(4), 737–742. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5642798/
- Mohan, M., & Mande, A. (2017). Vitamin B12 deficiency and neurological complications in children and adolescent populations. Indian Journal of Pediatrics, 84(4), 295–303. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5498203/
- Riska Trisnanti. (2024). Hubungan status gizi vitamin B12 dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Sidoarjo. Universitas Dinamika Surabaya. https://repo.uds.ac.id/id/eprint/40/1/16010086%20Riska%20Trisnanti.pdf
- Zhang, Y., Wang, J., Li, M., & Li, C. (2023). Vitamin B12 determination in dietary supplements using visible diffuse reflectance spectroscopy. Applied Sciences, 2(4), 46. https://doi.org/10.3390/2813-2998/2/4/46