Kandung Kemih Overaktif, Simak Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Perawatan

Penyakit Umum October 4, 2023 Penulis : Mirna S
Kandung Kemih Overaktif, Simak Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Perawatan

Definisi

Kandung kemih overaktif, juga disebut sebagai overactive bladder (OAB) adalah gangguan pada fungsi penyimpanan kandung kemih yang menyebabkan dorongan tiba-tiba untuk buang air kecil. Dorongan ini bisa jadi sulit untuk dikendalikan, dan bisa memicu mengalami keluarnya urin tanpa disadari (inkontinensia urin).

Wanita lebih sering mengalami kandung kemih overaktif daripada pria. Pada kelompok wanita, satu dari empat orang mengalami inkontinensia urin dalam hidupnya. Banyak faktor yang menyebabkan penyakit kandung kemih ini, Anda dapat melakukan pencegahan dengan mengurangi faktor risiko penyebabnya.

Penyebab Kandung Kemih Overaktif

Ginjal Anda menghasilkan urin, yang mengalir ke kandung kemih Anda. Saat Anda buang air kecil, urin keluar dari kandung kemih melalui tabung yang disebut uretra. Otot di uretra yang disebut sfingter akan terbuka untuk mengeluarkan urin keluar dari tubuh Anda.

Saat kandung kemih Anda penuh, otak Anda akan mengirimkan sinyal saraf yang memberitahu tubuh Anda untuk buang air kecil. Sinyal saraf ini akan merelaksasikan otot dasar panggul dan otot uretra, sehingga otot-otot kandung kemih berkontraksi tanpa disengaja. Hal ini menimbulkan sensasi ingin buang air kecil, meski kandung kemih belum penuh. 

Ada banyak kondisi dan faktor yang dapat menyebabkan tanda dan gejala kandung kemih overaktif, termasuk:

  • Mengalami gangguan neurologis (sistem saraf), seperti stoke dan multiple sclerosis (sklerosis ganda).
  • Mengalami infeksi saluran kemih yang dapat menyebabkan gejala mirip dengan kandung kemih overaktif.
  • Mengalami perubahan hormon selama masa menopause pada wanita.
  • Mengalami kondisi yang memengaruhi kandung kemih, seperti diabetes, tumor, atau batu pada kandung kemih.
  • Mengalami faktor yang menghambat urin untuk keluar dari kandung kemih, seperti pembesaran prostat, sembelit, atau sebelumnya pernah melakukan operasi untuk mengobati inkontinensia urin.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang menyebabkan tubuh Anda menghasilkan banyak urin atau memerlukan Anda untuk minum banyak cairan saat mengonsumsinya.
  • Mengonsumsi terlalu banyak kafein atau alkohol.
  • Mengalami penurunan fungsi kognitif akibat penuaan, yang mungkin akan membuat kandung kemih sulit memahami sinyal yang diterimanya dari otak Anda.
  • Mengalami pengosongan kandung kemih yang tidak sempurna, yang dapat menyebabkan gejala kandung kemih overaktif, karena tersisa sedikit ruang pada penyimpanan urin.

Gejala Kandung Kemih Overaktif

Mengalami inkontinensia urin sesekali bukan berarti Anda mengalami kandung kemih overaktif. Kebocoran urin juga bisa terjadi karena alasan lain, seperti jika Anda tertawa terlalu keras. Anda juga mungkin mengalami kehilangan urin, jika Anda menahan keinginan untuk buang air kecil dalam waktu lama.

Kandung kemih overaktif ditentukan oleh urgensi buang air kecil dan frekuensi, gejalanya meliputi:

  • Merasakan keinginan untuk buang air kecil yang tiba-tiba dan sulit dikendalikan.
  • Mengalami sering buang air kecil tanpa disengaja.
  • Mengalami sering buang air kecil, biasanya lebih dari 8 kali dalam 24 jam.
  • Mengalami nokturia (bangun lebih dari dua kali di malam hari untuk buang air kecil).

Pengobatan Kandung Kemih Overaktif

Tujuan dari pengobatan adalah untuk membantu mengurangi gejala kandung kemih overaktif. Tergantung pada kondisi setiap individu, serta pengidap mungkin perlu menjalani beberapa jenis pengobatan secara bersamaan. Beberapa pilihan pengobatan yang dapat Anda pertimbangkan, antara lain:

1. Melakukan Diet

Apa yang Anda makan mungkin berdampak langsung pada kesehatan saluran kemih Anda. Makanan dan minuman dapat membuat kandung kemih Anda terganggu, sehingga meningkatkan risiko iritasi dan gejala kandung kemih overaktif. 

Namun, apa yang memengaruhi Anda belum tentu memengaruhi orang lain. Buatlah catatan makanan yang dapat membantu Anda mengetahui makanan apa saja yang dapat memperburuk gejala Anda.

Faktor terkait pola makan yang mengganggu kesehatan saluran kemih, antara lain:

  • Minuman Bersoda. Minuman bersoda dapat memperburuk gejala kandung kemih overaktif dan mengiritasi otot-otot di kandung kemih Anda.
  • Asupan Cairan. Minum air yang cukup penting untuk kesehatan Anda secara keseluruhan, namun minum terlalu banyak dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.
  • Minum Sebelum Tidur. Jika Anda minum cairan dalam waktu 2–3 jam sebelum tidur, Anda mungkin akan lebih sering terbangun untuk buang air kecil di malam hari.
  • Sensitivitas Gluten. Orang yang alergi atau sensitif terhadap gluten (protein yang ditemukan dalam makanan berbahan dasar gandum, seperti roti, pasta, dan biskuit) mungkin mengalami lebih banyak gejala kandung kemih overaktif.
  • Kafein. Mengonsumsi kafein dapat meningkatkan gejala kandung kemih overaktif. Kafein dapat ditemukan dalam soda, kopi, cokelat, dan es krim.
  • Makanan dan Minuman yang Mengiritasi. Beberapa orang akan mengalami alergi terhadap beberapa produk makanan, seperti produk tomat, makanan pedas, makanan pemanis buatan, minuman beralkohol, perasa buatan, atau pengawet akan meningkatkan gejala kandung kemih overaktif.

2. Mencoba Pengobatan Alami

Perawatan alami dapat Anda lakukan, seperti mengonsumsi vitamin dan suplemen, pemijatan dengan minyak esensial, dan masih banyak lagi.

  • Vitamin dan Suplemen. Suplemen seperti magnesium hidroksida dan L-arginin dapat membantu meredakan gejala kandung kemih overaktif. Sebelum Anda mengonsumsi suplemen atau vitamin, pastikan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, karena beberapa suplemen membutuhkan obat resep dari dokter.
  • Minyak Esensial. Minyak esensial dapat membantu menenangkan saraf dan otot, sehingga dapat membantu meredakan gejala kandung kemih overaktif. Minyak esensial yang biasa digunakan, antara lain minyak kenanga-ylang, minyak lavender, minyak clary sage, dan minyak biji labu.

3. Melakukan Olahraga

Otot-otot di sekitar saluran kemih membantu Anda menahan buang air kecil. Selain itu, juga membantu Anda mengosongkan kandung kemih sepenuhnya saat buang air kecil. Seperti halnya otot di lengan dan kaki Anda, memperkuat otot di sekitar saluran kemih dengan olahraga dapat bermanfaat.

  • Latihan Dasar Panggul. Latihan ini juga dikenal sebagai Kegel, dapat membantu Anda memperkuat otot-otot di dalam dan sekitar panggul Anda. Kegel mengharuskan Anda menekan otot-otot dasar panggul dan menahannya selama beberapa detik.
  • Pelatihan Kandung Kemih. Latihan ini membantu Anda menahan buang air kecil lebih lama, sehingga Anda dapat melatih kembali otot dan saraf di saluran kemih. Anda bisa mencobanya setiap kali ingin buang air kecil. Mulailah dengan waktu singkat, misalnya selama tiga menit.

 

Source Image: Freepik

4. Menjaga Berat Badan Tetap Ideal

Kelebihan berat badan dapat menyebabkan kandung kemih mengalami tekanan berlebihan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kandung kemih overaktif dan inkontinensia urin. Oleh karena itu, disarankan untuk tetap menjaga berat badan Anda tetap ideal.

5. Buang Air Kecil Sesuai Jadwal

Pada awal pengobatan, pengidap sebaiknya memulai dengan berlatih buang air kecil setiap 1–2 jam sekali selama kurun waktu 2 minggu pertama. Jika sudah terbiasa, tambah jaraknya selama sekitar 15 menit hingga beberapa minggu ke depan, sampai pengidap dapat buang air kecil setiap 3–4 jam sekali.

6. Mengelola Masalah Kesehatan yang Dimiliki

Jika pengidap memiliki masalah kesehatan yang dapat mengganggu kerja atau fungsi kandung kemih, cobalah untuk mengikuti anjuran dokter agar penyakit tersebut tidak berkembang semakin buruk. Saat pengidap mengelola penyakit lain yang dimiliki, hal ini juga akan membantu untuk menjaga kesehatan kantung kemih tetap sehat.

7. Melakukan Suntik Botox

Tindakan pengobatan berikutnya adalah suntik botox yang dilakukan dengan menggunakan racun yang berasal dari bakteri Clostridium botulinum. Penggunaan botox dalam dosis yang kecil dapat membantu mengendurkan otot kandung kemih, sehingga membantu mengurangi keinginan untuk buang air kecil. Efek dari pengobatan ini dapat bertahan selama sekitar 6 bulan, sehingga perlu dilakukan pengulangan terapi.

8. Melakukan Operasi

Dalam kebanyakan kasus, pembedahan tidak disarankan sampai Anda telah mencoba semua pilihan pengobatan lain dan belum juga mendapatkan kesembuhan, seperti:

  • Stimulasi Saraf Sakral. Selama prosedur ini, dokter Anda akan menempatkan elektroda kecil di bawah bokong atau perut bagian bawah. Elektroda ini akan membantu mengatur sinyal yang memberi tahu tubuh Anda kapan perlu untuk buang air kecil.
  • Pengalihan Urin. Selama prosedur ini, dokter Anda akan melewati kandung kemih dan membuat lubang di dinding perut Anda (tempat urin dapat dikosongkan ke dalam kantong stoma).

Perawatan Kandung Kemih di Homecare Dokter

Setelah mengetahui informasi mengenai gejala, penyebab, pengobatan dari kandung kemih overaktif. Perlu Anda ingat, bahwa perawatan kandung kemih overaktif bisa juga dibantu dengan dukungan dari tenaga medis, baik dokter maupun perawat yang berpengalaman.

Homecare Dokter bisa menjadi salah satu opsi perawatan kandung kemih di rumah Anda, dengan penanganan yang tepat, Anda dapat meredakan gejala kandung kemih overaktif Anda.

Artikel ini disusun oleh Tim Medis Klinik Kirana dan sudah ditinjau oleh: dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca proses editorial Klinik Kirana disini: Proses Editorial

 

 

 

  • Cleveland Clinic. Diakses pada 2023. Overactive Bladder.
  • Healthline. Diakses pada 2023. Everything You Need to Know About Overactive Bladder.
  • Mayoclinic. Diakses pada 2023. Overactive bladder.
Artikel Terkait
Artikel Terbaru