Resistensi Insulin: Penyebab, Gejala, Diagnosa, dan Penanganan

Mirna S 27 Feb 2026
Resistensi Insulin: Penyebab, Gejala, Diagnosa, dan Penanganan

Resistensi insulin adalah kondisi kompleks di mana tubuh Anda tidak merespons insulin sebagaimana mestinya. Insulin adalah hormon yang diproduksi pankreas Anda dan sangat penting untuk mengatur kadar gula darah.

Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa faktor genetik dan gaya hidup. Jika tidak ditangani, resistensi insulin dapat menyebabkan diabetes. Simak informasi lengkapnya di sini.

Apa Itu Resistensi Insulin?

Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel di otot, lemak, dan hati Anda tidak merespons insulin sebagaimana mestinya. Ini juga dikenal sebagai gangguan sensitivitas insulin. Insulin sangat penting untuk mengatur kadar glukosa (gula) darah.

Hormon insulin membantu memindahkan glukosa dari darah Anda ke dalam sel-sel Anda sehingga tubuh Anda dapat menggunakannya untuk energi. Pada kondisi resisten, sel-sel Anda tidak dapat menggunakan glukosa secara efisien untuk energi atau untuk penyimpanan. Akibatnya, glukosa terus menumpuk di dalam darah Anda.

Resistensi insulin menyebabkan kadar gula darah meningkat sehingga dapat mengakibatkan kelelahan, peningkatan rasa lapar, dan sering buang air kecil. Jika tidak ditangani, resistensi insulin akan berkembang menjadi:

  • Prediabetes

  • Diabetes tipe 2

  • Risiko penyakit jantung

  • Kerusakan saraf

  • Masalah ginjal

  • Penyakit hati

  • Beberapa jenis kanker

Namun jangan khawatir, resistensi insulin dapat dikelola dengan perubahan gaya hidup seperti diet dan olahraga sehingga mencegah atau menunda komplikasi-komplikasi di atas.

Apa Penyebab Resistensi Insulin?

Resistensi insulin sendiri tidak muncul secara tiba-tiba. Ada beberapa hal yang membuat tubuh lebih rentan mengalami kondisi ini.

Penyebab utama:

  • Berat badan berlebih atau obesitas, terutama lemak yang menumpuk di area perut.

  • Kurangnya aktivitas fisik, karena otot yang aktif membantu tubuh merespons insulin lebih baik.

  • Diet tinggi gula dan makanan olahan yang dapat memicu lonjakan gula darah berulang-ulang.

Faktor lain yang meningkatkan risiko:

  • Riwayat keluarga dengan diabetes atau prediabetes.

  • Usia yang semakin bertambah, karena sensitivitas tubuh terhadap insulin menurun seiring waktu.

  • Kondisi medis tertentu seperti PCOS (sindrom ovarium polikistik), gangguan hormon, atau efek samping obat tertentu.

Intinya, resistensi insulin seringkali merupakan akibat gabungan antara gaya hidup dan faktor biologis/genetik.

Gejala Resistensi Insulin

Jika Anda mengalami resistensi insulin tetapi pankreas Anda dapat meningkatkan produksi insulin untuk menjaga kadar gula darah tetap dalam kisaran normal, maka Anda tidak akan mengalami gejala apa pun.

Namun seiring waktu, kondisi ini dapat memburuk dan sel-sel di pankreas Anda yang memproduksi insulin dapat rusak. Akhirnya, pankreas Anda tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk mengatasinya sehingga menyebabkan peningkatan gula darah.

Orang dengan kadar gula darah tinggi dapat mengalami gejala-gejala berikut:

  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

  • Kelelahan

  • Peningkatan rasa haus

  • Sering buang air kecil

  • Peningkatan rasa lapar

  • Penglihatan kabur

  • Infeksi jamur

  • Kulit yang menghitam di ketiak atau bagian belakang dan samping leher

  • Kutil kulit (skin tag, biasanya pada kelopak mata bagian dalam)

  • Perubahan mata yang dapat menyebabkan retinopati terkait diabetes

Jika Anda mengalami salah satu gejala ini, penting untuk menemui penyedia layanan kesehatan Anda.

Bagaimana Cara Diagnosa Resistensi Insulin?

Resistensi insulin termasuk kondisi yang sulit dideteksi sejak awal karena tidak ada pemeriksaan khusus yang dilakukan secara rutin.

Meskipun tidak ada tes khusus untuk resistensi insulin, dokter biasanya melakukan beberapa tes darah untuk melihat tanda-tanda gangguan gula darah dan metabolisme, yaitu:

  • Tes glukosa darah: Tes ini digunakan untuk mengukur kadar gula darah. Pemeriksaan dapat berupa gula darah puasa (FPG) atau tes gula darah biasa untuk mendeteksi prediabetes, diabetes tipe 2, maupun diabetes gestasional.

  • Tes HbA1c: Tes ini menunjukkan rata-rata kadar gula darah selama 3 bulan terakhir, sehingga membantu melihat kondisi gula darah dalam jangka waktu yang lebih panjang.

  • Panel lipid: Tes ini mengukur kadar lemak dalam darah, seperti kolesterol dan trigliserida, yang sering kali berkaitan dengan resistensi insulin.

Selain tes di atas, ada juga beberapa hal yang biasanya diperhatikan, antara lain:

  • Riwayat kesehatan pribadi, seperti penyakit yang pernah atau sedang diderita

  • Riwayat penyakit dalam keluarga, terutama diabetes

  • Pemeriksaan fisik, misalnya berat badan dan tekanan darah

  • Tanda dan gejala yang mungkin mengarah pada gangguan metabolik

Penanganan Resistensi Insulin

Hingga saat ini, resistensi insulin tidak dapat “disembuhkan secara langsung”, tetapi kondisinya bisa dikelola dengan baik. Beberapa cara mengatasi resistensi insulin dapat Anda lihat di artikel 

Adapun penanganan umum dari kondisi resisten insulin:

1. Perubahan gaya hidup

Olahraga teratur, minimal 30 menit sehari, dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Selain itu, menjaga berat badan ideal juga dapat membantu tubuh merespons insulin lebih efektif.

Terapkan pola makan seimbang, banyak sayur, buah, protein sehat, dan kurangi gula serta makanan olahan (high processed food) seperti nugget, sosis, dan sejenisnya.

2. Pengaturan pola makan

Pilih makanan dengan indeks glikemik lebih rendah untuk menjaga gula darah lebih stabil. Selain itu, kurangi juga konsumsi minuman manis, tepung putih, serta makanan cepat saji.

3. Kontrol medis

Dalam beberapa kasus, dokter dapat meresepkan obat tertentu seperti metformin untuk membantu meningkatkan sensitivitas insulin, terutama jika sudah ada pra-diabetes atau risiko diabetes tipe 2.

Selain itu, lakukan pemeriksaan gula darah dengan rutin. Ini penting untuk memantau perkembangan dan efektivitas pengelolaan hormon insulin.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Centers for Disease Control and Prevention. (2025). Insulin resistance. U.S. Department of Health & Human Services. https://www.cdc.gov/diabetes/library/features/insulin-resistance.html
  • Savage, D. B., Petersen, K. F., & Shulman, G. I. (2005). Mechanisms of insulin resistance in humans and possible links with inflammation. Hypertension, 45(5), 828–833. https://doi.org/10.1161/01.HYP.0000163475.04421.E4
  • StatPearls Publishing. (2024). Insulin resistance. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507839/
  • Trisnanti, R. (2024). Hubungan antara insulin resistance dan faktor risiko metabolik pada pasien tertentu. https://repo.uds.ac.id/id/eprint/40/1/16010086%20Riska%20Trisnanti.pdf
  • Pliszka, M. (2025). Severe insulin resistance syndromes: Clinical spectrum, pathophysiology and complications. International Journal of Molecular Sciences, 26(12), 5669. https://doi.org/10.3390/ijms26125669
Artikel Terkait