Diabetes Tipe 1: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Mirna S 4 Jan 2026
Diabetes Tipe 1: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun yang ditandai defisiensi insulin yang mutlak akibat kerusakan sel kelenjar pankreas. Meskipun dapat terjadi pada semua usia, diabetes tipe 1 paling sering muncul pada masa remaja dengan puncak timbulnya sekitar masa pubertas. 

Menurut jurnal tahun 2024, diabetes sering disebabkan oleh faktor genetik dan gaya hidup seseorang. Penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana gejala, penyebab, hingga tatalaksana pengobatannya.

Mengenal Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun kronis (seumur hidup) yang menyebabkan kekurangan insulin, yaitu hormon penting pemecah gula dalam darah. Jadi, sistem kekebalan tubuh Anda justru menyerang sel penghasil insulin itu sendiri.

Kurangnya insulin menyebabkan gula darah (glukosa) tidak terkontrol dengan baik sehingga terjadi penumpukan gula dalam darah, atau disebut hiperglikemia (kadar gula darah tinggi). Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius atau bahkan kematian jika tidak diobati.

Diabetes tipe 1 membutuhkan maintenance (pengelolaan) harian dengan suntikan insulin dan juga pemantauan glukosa. Baik anak-anak maupun orang dewasa dapat didiagnosis menderita diabetes tipe 1.

Untuk diagnosisnya, penyedia layanan kesehatan akan menggunakan tes berikut:

  • Tes glukosa darah: Jika kadar glukosa darah sangat tinggi saat pemeriksaan, maka dipastikan mengidap diabetes.

  • Tes hemoglobin terglikasi (A1c): Tes ini mengukur kadar gula darah rata-rata Anda selama tiga bulan.

  • Tes antibodi: Tes darah ini memeriksa autoantibodi untuk menentukan apakah Anda menderita diabetes tipe 1 atau tipe 2. Keberadaan autoantibodi tertentu berarti Anda mengidap Diabetes Tipe 1.

Baca Juga: beda diabetes 1 dan 2 (#)

Selain tes di atas, penyedia layanan kesehatan Anda mungkin juga akan melakukan tes panel metabolik dasar (tes darah), analisis urin (untuk memeriksa keton), dan juga tes gas darah arteri. Ini dilakukan untuk mendeteksi ketoasidosis diabetik.

Penyebab Diabetes Tipe 1

Penyebab pasti diabetes tipe 1 belum diketahui secara pasti. Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda secara keliru menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas Anda. Hal yang melatarbelakangi sistem kekebalan tubuh yang justru menyerang sel penghasil insulin inilah yang belum diketahui.

Studi menunjukkan bahwa faktor genetik kemungkinan berperan. Peluangnya bervariasi berdasarkan hubungan genetik. Berikut ini beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena diabetes tipe 1:

  • 1 banding 250 jika Anda tidak memiliki riwayat keluarga biologis yang mengidap.

  • Antara 1 banding 25 dan 1 banding 100 jika ibu kandung Anda mengidap diabetes tipe 1.

  • 1 banding 17 jika ayah kandung Anda mengidap diabetes tipe 1.

  • Antara 1 banding 10 dan 1 banding 4 jika kedua orang tua mengidap diabetes tipe 1.

Faktor-faktor tertentu, seperti virus atau racun lingkungan juga dapat memicu serangan sistem kekebalan tubuh Anda jika Anda memiliki bakat keturunan diabetes tipe 1.

Bagaimana Gejala dari Diabetes Tipe 1?

Gejala diabetes tipe 1 meliputi:

  • Sering buang air kecil

  • Rasa haus yang berlebihan

  • Rasa lapar yang ekstrem

  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

  • Kelelahan

  • Penglihatan kabur

  • Penyembuhan luka dan borok yang lambat

  • Infeksi jamur vagina (kandidiasis vaginalis)

Pengobatan untuk Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 tidak dapat disembuhkan karena kerusakan sel pankreas bersifat permanen sehingga penderita harus menggunakan insulin seumur hidup.

Beberapa tatalaksana penyakit diabetes tipe 1 yaitu dengan injeksi insulin, pemantauan gula darah, hingga edukasi.

1. Terapi insulin #

Terdapat beberapa jenis insulin yang berbeda. Anda mungkin perlu menggunakan lebih dari satu jenis insulin.

Anda akan memiliki kadar insulin dasar (sering disebut insulin basal atau insulin kerja panjang). Jumlah insulin yang Anda butuhkan dari hari ke hari akan bervariasi sepanjang hidup Anda dan dalam keadaan tertentu. Misalnya, Anda biasanya membutuhkan lebih banyak insulin selama masa pubertas, kehamilan, dan saat Anda mengonsumsi obat steroid.

2. Pemantauan glukosa

Anda perlu memantau kadar glukosa Anda dengan cermat sepanjang hari. Anda dapat menggunakan alat pengukur glukosa darah dan/atau pemantauan glukosa berkelanjutan (CGM).

Penyedia layanan kesehatan Anda akan memberi Anda kisaran target kadar glukosa yang harus Anda capai. Kisaran yang tepat untuk Anda bergantung pada berbagai faktor.

3. Edukasi

Diabetes tipe 1 dan manajemen glukosa sangat kompleks sehingga Anda dan keluarga perlu mempelajarinya. Sebagian besar edukasi akan dilakukan segera setelah diagnosis.

Tim penyedia layanan kesehatan akan membantu Anda memahami semua aspek diabetes tipe 1. Topik edukasi ini meliputi:

  • Nutrisi dan perencanaan makan: Nutrisi seperti karbohidrat, protein, dan lemak memengaruhi kadar gula darah Anda sehingga penghitungannya sangat penting.

  • Aktivitas fisik: Olahraga bisa memengaruhi kadar gula darah Anda. Melalui edukasi ini Anda akan belajar bagaimana merencanakannya agar tetap dalam kisaran normal.

  • Cara mendeteksi dan mengobati gula darah rendah: Anda akan mempelajari tanda dan gejala gula darah rendah dan cara mengobatinya.

  • Perencanaan saat sakit: Sakit dapat meningkatkan risiko DKA (ketoasidosis diabetik). Penyedia layanan kesehatan Anda akan memberikan tips tentang cara menyesuaikan dosis insulin Anda saat sakit.

  • Teknologi diabetes: Banyak pilihan tersedia untuk terapi insulin dan pemantauan glukosa. Salah satu yang umum adalah injeksi insulin (#).

  • Kesehatan secara keseluruhan: Diabetes dapat menyebabkan komplikasi yang memengaruhi banyak bagian tubuh Anda. Anda akan mempelajari pentingnya melakukan pemeriksaan rutin untuk hal-hal seperti kesehatan mata dan mulut.

Tangani Diabetes Tipe 1 dengan Tepat!

Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan defisiensi insulin akibat kerusakan sel kelenjar pankreas. Sel kelenjar ini seharusnya menghasillkan insulin, namun justru diserang oleh sistem kekebalan tubuh itu sendiri sehingga tidak bisa menghasilkan insulin.

Belum ada alasan pasti mengapa hal tersebut bisa terjadi. Namun, faktor genetik menjadi hal paling berpengaruh. Jika menderita diabetes tipe 1, Anda perlu menemui ahli endokrinologi Anda beberapa kali setahun sepanjang hidup Anda untuk menyesuaikan rencana pengelolaan Anda.

Hubungi penyedia layanan diabetes atau dokter jika Anda mengalami beberapa hal berikut:

  • Sering mengalami episode gula darah tinggi atau rendah

  • Ingin mengubah tingkat aktivitas atau pola makan Anda

  • Ingin mencoba jenis terapi atau alat diabetes yang berbeda

  • Akan menjalani operasi atau memulai pengobatan baru yang dapat memengaruhi pengelolaan diabetes

  • Berencana untuk hamil

  • Memiliki gejala komplikasi diabetes apa pun

Segera konsultasi diabetes tipe 1 dengan ahlinya untuk mendapatkan penanganan yang sesuai untuk kondisi Anda.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Fauziani, A. N., Adelia, A., Ardika, O. B., Himayani, R., & Rahmanisa, S. (2024). Pengenalan Diabetes Mellitus Tipe 1, mutasi genetik. Medula, 14(2), 442–? https://www.journalofmedula.com/index.php/medula/article/download/946/777/5931
  • Jessica Lucier & Priyanka M. Mathias. (2024). Type 1 Diabetes. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507713/
  • Mayo Clinic Staff. Type 1 diabetes. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/type-1-diabetes/symptoms-causes/syc-20353011
  • National Health Service. Type 1 diabetes. https://www.nhs.uk/conditions/type-1-diabetes/
  • The American Diabetes Association. Type 1 diabetes. https://diabetes.org/about-diabetes/type-1
Artikel Terkait