Terdapat beberapa obat diabetes alami yang mampu membantu menurunkan gula darah, seperti pare, adas manis, jintan, cengkih, hingga jahe. Bahan-bahan alami ini sudah terbukti berkhasiat untuk pasien diabetes berdasarkan banyak penelitian dan jurnal ilmiah.
Data penelitian yang terus meningkat memvalidasi bahwa pengobatan herbal dan aktivitas fisik secara signifikan mencegah hiperglikemia, hiperlipidemia, dan komplikasi lainnya pada penderita diabetes tipe 2.
Perlu diingat bahwa bahan-bahan alami ini tidak bisa menggantikan obat utama diabetes melitus (seperti insulin atau obat dokter), tetapi pada beberapa orang bisa membantu menurunkan gula darah sebagai pendukung.
Berikut ini rekomendasi obat alami untuk membantu menurunkan gula darah berdasarkan jurnal dan penelitian ilmiah.
1. Pare
Menurut studi, Momordica charantia atau pare dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Selain itu, pada beberapa penderita diabetes, pare juga dapat membantu menurunkan kadar lemak (kolesterol) dalam darah.
Pare sudah lama dikenal dan diteliti sebagai tanaman yang dapat membantu mengontrol gula darah pada penderita diabetes. Penelitian dilakukan baik pada hewan maupun manusia, termasuk uji klinis sejak puluhan tahun lalu.
Pare merupakan tanaman yang paling banyak diteliti dan telah menunjukkan kemampuan membantu menurunkan gula darah puasa, gula darah setelah makan, serta HbA1c pada sebagian pasien. Berbagai bentuk konsumsi pare dilaporkan dapat memperbaiki toleransi glukosa dan pada beberapa kasus juga menurunkan kadar kolesterol.
Rekomendasi konsumsi pare untuk penderita diabetes melitus:
-
Dikonsumsi sebagai sayur (ditumis, direbus, atau dikukus ringan)
-
Dibuat jus pare segar (sering dicampur air atau bahan lain untuk mengurangi rasa pahit)
-
Digunakan sebagai bubuk kering atau ekstrak dalam bentuk tradisional
Hindari konsumsi berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau hipoglikemia bila dikombinasikan dengan obat.
2. Jintan Hitam
Studi menemukan bahwa biji dari Nigella sativa atau jintan hitam (black seed) bermanfaat dalam pengelolaan diabetes dan sindrom metabolik.
Penelitian klinis melaporkan bahwa konsumsi minyak atau biji jintan hitam sebagai pendamping obat antidiabetes dapat menurunkan gula darah puasa, gula darah setelah makan, serta HbA1c, sekaligus memperbaiki profil lemak darah (menurunkan LDL dan meningkatkan HDL) dan tekanan darah.
Selain itu, penggunaan jintan hitam dalam studi tidak menunjukkan dampak negatif yang bermakna terhadap fungsi hati, ginjal, maupun parameter darah.
Rekomendasi cara konsumsi jintan hitam:
-
Biji dikonsumsi langsung dalam jumlah kecil atau dicampur makanan
-
Diolah menjadi minyak jintan hitam untuk konsumsi oral
-
Dicampurkan ke dalam minuman hangat atau makanan
3. Holy Basil
Penelitian menyebutkan bahwa Ocimum sanctum atau holy basil (tulsi) dapat membantu mengurangi gejala diabetes seperti sering haus, sering lapar, dan mudah lelah.
Suplementasi bubuk daun tulsi pada penderita diabetes tipe 2 juga dikaitkan dengan penurunan gula darah puasa, protein terglikasi, serta kadar lemak darah seperti kolesterol total, LDL, VLDL, dan trigliserida. Efek hipoglikemik dan hipolipidemik tulsi telah dikonfirmasi melalui uji klinis terkontrol.
Rekomendasi cara konsumsi holy basil atau tulsi:
-
Daun segar diseduh sebagai teh herbal
-
Daun dikeringkan lalu dibuat bubuk untuk campuran minuman
-
Dikonsumsi sebagai suplemen herbal tradisional
4. Adas Manis
Adas manis adalah tanaman aromatik yang bijinya sering digunakan sebagai bumbu dan obat tradisional. Penelitian menunjukkan bahwa adas manis mengandung zat aktif yang dapat membantu menurunkan gula darah dan kolesterol pada penderita diabetes tipe 2.
Konsumsi adas manis secara rutin dalam jumlah kecil juga diketahui dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Rekomendasi cara konsumsi adas manis:
-
Diseduh sebagai teh adas manis
-
Digunakan sebagai bumbu masakan
-
Dikonsumsi dalam bentuk ekstrak atau suplemen herbal
5. Jintan
Selain jintan hitam, jintan putih juga dapat membantu menurunkan gula darah, HbA1c, dan peradangan, serta memperbaiki kolesterol pada penderita diabetes tipe 2.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa jintan dapat meningkatkan daya tahan antioksidan tubuh, yang penting untuk mencegah komplikasi diabetes.
Rekomendasi cara konsumsi jintan untuk penderita diabetes:
-
Digunakan sebagai bumbu masakan
-
Diseduh menjadi air jintan
-
Dikonsumsi sebagai minyak esensial atau kapsul herbal
6. Bawang Putih
Jurnal ilmiah menyebut bawang putih sudah lama dikenal sebagai bahan alami yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Pada penderita diabetes tipe 2, bawang putih dapat membantu menurunkan gula darah, kolesterol, dan risiko komplikasi jantung. Konsumsi bawang putih secara teratur juga membantu memperbaiki sirkulasi darah.
Rekomendasi cara konsumsi bawang putih bagi penderita diabetes:
-
Dimakan mentah (dihancurkan terlebih dahulu)
-
Digunakan dalam masakan sehari-hari
-
Dikonsumsi sebagai ekstrak bawang putih tua
7. Cengkih
Cengkih adalah rempah dari kuncup bunga yang memiliki potensi membantu menjaga kestabilan gula darah, terutama pada orang dengan risiko diabetes atau prediabetes.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak cengkih dapat membantu menurunkan gula darah sebelum makan, sehingga berpotensi mencegah perkembangan diabetes tipe 2.
Rekomendasi cara konsumsi cengkih:
-
Diseduh bersama air panas atau teh
-
Digunakan sebagai bumbu masakan
-
Dikonsumsi sebagai kapsul atau ekstrak herbal
8. Jahe
Studi menunjukkan bahwa jahe dikenal luas sebagai tanaman herbal yang membantu mengontrol gula darah dan lemak darah, serta melindungi tubuh dari peradangan.
Pada penderita diabetes tipe 2, konsumsi jahe dalam jangka waktu tertentu dapat membantu menurunkan gula darah puasa dan HbA1c, serta mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.
Rekomendasi cara konsumsi jahe:
-
Diseduh sebagai teh jahe
-
Digunakan dalam masakan
-
Dikonsumsi sebagai bubuk atau kapsul jahe
Manfaatkan Bahan Alami untuk Turunkan Gula Darah
Itulah beberapa obat alami yang bisa digunakan oleh pasien diabetes melitus. Perlu diingat bahwa bahan-bahan alami tersebut tidak bisa menggantikan obat utama (seperti insulin atau obat dokter), tetapi pada beberapa orang bisa membantu menurunkan gula darah sebagai pendukung.
Sebagai langkah yang tepat, Anda harus tetap mengonsumsi obat dari dokter dan menggunakan bahan-bahan alami di atas sebagai pendukung saja. Konsumsilah sebagai menu diet Anda atau campurkan pada makanan Anda.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Akhter, S. (2021). Low to no cost remedies for the management of diabetes mellitus. Journal of Diabetes & Metabolic Disorders, 20(1), 951–962. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8212264/
- National Health Service. Diabetes insipidus. https://www.nhs.uk/conditions/diabetes-insipidus/
- World Health Organization. Trichomoniasis (fact sheet). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/trichomoniasis