13 Komplikasi Diabetes Melitus yang Akut dan Jangka Panjang

Mirna S 5 Jan 2026
13 Komplikasi Diabetes Melitus yang Akut dan Jangka Panjang

Komplikasi diabetes melitus dapat menyerang semua anggota tubuh, meliputi masalah mata, masalah kaki, serangan jantung, kerusakan saraf, dan masalah kronis (jangka panjang) lainnya. 

Selain komplikasi jangka panjang, ada juga komplikasi akut (jangka pendek) termasuk hipoglikemia dan ketoasidosis diabetik (DKA). Simak artikel ini untuk semua ulasan komplikasi yang mungkin terjadi pada penderita diabetes beserta upaya untuk mencegah komplikasi.

Komplikasi Akut Diabetes Melitus

Berikut ini beberapa daftar komplikasi akut pada diabetes melitus menurut penelitian:

1. Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi kadar gula darah yang terlalu rendah. Keadaan ini paling sering terjadi pada penderita diabetes, terutama diabetes tipe 1, dan dapat dipicu oleh penggunaan insulin atau obat penurun gula darah.

Hipoglikemia terjadi ketika kadar glukosa darah turun di bawah batas normal, terutama jika penurunannya berlangsung cepat. Kondisi ini sering disebut juga sebagai reaksi insulin atau syok insulin.

2. Ketoasidosis diabetik

Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi serius diabetes yang terjadi akibat kekurangan insulin di dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi.

Ini menyebabkan lemak dipecah secara berlebihan dan menghasilkan zat keton yang bersifat asam. Penumpukan keton inilah yang menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa dalam tubuh.

3. Diabetes hiperosmolar non-asidosis

Diabetes hiperosmolar non-asidosis adalah kondisi kadar gula darah sangat tinggi tanpa pembentukan keton. Pada keadaan ini, insulin masih tersedia dalam jumlah cukup untuk mencegah pemecahan lemak, tetapi tidak cukup untuk membantu sel menggunakan glukosa secara efektif. Akibatnya, kadar gula darah meningkat sangat tinggi dan menyebabkan dehidrasi berat.

4. Efek somogyi

Efek Somogyi adalah keadaan ketika gula darah turun terlalu rendah pada malam hari, kemudian tubuh bereaksi dengan meningkatkan kadar gula darah secara berlebihan pada pagi hari. Hal ini terjadi karena tubuh melepaskan hormon-hormon yang berfungsi menaikkan gula darah sebagai respons terhadap hipoglikemia.

5. Fenomena dawn

Fenomena dawn adalah kenaikan kadar gula darah di pagi hari yang terjadi tanpa adanya hipoglikemia sebelumnya. Kondisi ini berkaitan dengan peningkatan hormon tertentu pada dini hari, seperti hormon pertumbuhan, yang mengurangi kerja insulin.

Komplikasi Jangka Panjang Diabetes Melitus

Beberapa komplikasi jangka panjang dari diabetes melitus, di antaranya:

1. Masalah mata

Kerusakan pembuluh darah di mata dapat menyebabkan kehilangan penglihatan (retinopati diabetik). Operasi laser dapat menutup pembuluh darah mata yang bocor dan mencegah kerusakan permanen pada retina.

Pada beberapa kasus, jenis operasi lain atau obat suntik juga dapat digunakan. Oleh karena itu, penderita diabetes dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata setiap tahun guna mendeteksi tanda-tanda kerusakan sejak dini.

2. Kerusakan ginjal

Ginjal dapat mengalami gangguan fungsi hingga menyebabkan penyakit ginjal kronis, yang mungkin memerlukan cuci darah (dialisis) atau transplantasi ginjal.

Dokter biasanya memeriksa urine penderita diabetes untuk mendeteksi kadar protein (albumin) yang tinggi, yang merupakan tanda awal kerusakan ginjal.

Pada tahap awal komplikasi ginjal, penderita sering diberikan obat untuk memperlambat kerusakan ginjal, seperti:

  • Penghambat enzim pengonversi angiotensin (ACE inhibitor)

  • Penghambat reseptor angiotensin II (ARB)

  • Inhibitor SGLT2

  • Agonis reseptor GLP-1

3. Kerusakan saraf (neuropathy)

Kerusakan saraf dapat muncul dalam berbagai bentuk. Jika satu saraf terganggu, lengan atau kaki bisa tiba-tiba menjadi lemah.

Jika saraf pada tangan, kaki, dan telapak kaki rusak (polineuropati diabetik), maka sensasi menjadi tidak normal dan timbul kesemutan, rasa terbakar, nyeri, dan lemah.

Kerusakan saraf kulit membuat penderita tidak peka terhadap perubahan tekanan atau suhu, sehingga cedera berulang lebih mudah terjadi tanpa disadari.

4. Masalah kaki

Diabetes menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh, dan perubahan berikut sering terjadi pada kaki serta sulit diobati:

  • Kerusakan saraf (neuropati) menyebabkan rasa nyeri tidak terasa, sehingga luka atau iritasi sering tidak disadari.

  • Perubahan sensasi mengubah cara menopang berat badan, sehingga tekanan terkonsentrasi di area tertentu dan menyebabkan kapalan. Kapalan dan kulit kering meningkatkan risiko luka.

  • Sirkulasi darah yang buruk membuat luka lebih mudah menjadi ulkus dan lebih lama sembuh.

  • Daya tahan tubuh yang menurun membuat ulkus kaki mudah terinfeksi.

Faktanya, penderita diabetes memiliki risiko lebih dari 30x lipat untuk menjalani amputasi kaki atau tungkai dibandingkan orang tanpa diabetes.

5. Komplikasi pembuluh darah besar

Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) pada pembuluh besar di jantung, otak, dan kaki dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer. Aterosklerosis cenderung terjadi lebih dini pada penderita diabetes dibandingkan orang tanpa diabetes.

6. Gagal jantung dan kardiomiopati

Kardiomiopati diabetik diduga disebabkan oleh banyak faktor, antara lain:

  • Aterosklerosis

  • Tekanan darah tinggi

  • Penebalan otot jantung kiri

  • Gangguan pembuluh darah kecil

  • Gangguan fungsi endotel dan saraf otonom

  • Obesitas dan gangguan metabolik

Kondisi ini menyebabkan gangguan fungsi pompa jantung, baik saat berkontraksi maupun relaksasi sehingga penderita lebih mudah mengalami gagal jantung, terutama setelah serangan jantung.

Penderita diabetes tipe 2 dengan gagal jantung, baik dengan fraksi ejeksi menurun maupun normal, dianjurkan menggunakan obat inhibitor SGLT2. Pada penderita gagal jantung dengan fraksi ejeksi normal dan obesitas, agonis reseptor GLP-1 juga dapat diberikan.

7. Infeksi pada diabetes

Penderita diabetes sering mengalami infeksi bakteri dan jamur, terutama pada kulit dan mulut. Saat kadar gula darah tinggi, sel darah putih tidak dapat melawan infeksi secara efektif, sehingga infeksi menjadi lebih berat dan lebih lama sembuh. Kadang, infeksi justru menjadi tanda awal diabetes.

Salah satu infeksi yang sering terjadi adalah kandidiasis, yaitu infeksi jamur Candida. Jamur ini sebenarnya normal terdapat di mulut, saluran pencernaan, dan vagina, tetapi pada penderita diabetes dapat berkembang berlebihan dan menyebabkan ruam pada area lembab.

8. Kerusakan hati

Penderita diabetes tipe 2 sering mengalami penyakit hati berlemak (steatotic liver disease), yang ditandai dengan penumpukan lemak abnormal di hati. Kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit hati yang lebih serius, termasuk sirosis.

Dokter mendiagnosis gangguan hati melalui tes darah, pemeriksaan pencitraan, dan kadang biopsi hati. Penurunan berat badan, kontrol gula darah yang baik, serta pengobatan kolesterol tinggi dapat membantu memperbaiki kondisi ini.

Cara Mencegah Komplikasi pada Diabetes Melitus

Gaya hidup sehat adalah upaya utama untuk mencegah komplikasi pada diabetes. Menurut CDC, beberapa upaya yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

  • Perhatikan makanan Anda, konsumsilah makanan yang baik untuk penderita diabetes. Temukan ulasan makanan untuk diabetes di artikel Makanan untuk Penderita Diabetes: Sayur, Buah, dan Lauknya.

  • Berolahraga setidaknya 150 menit seminggu.

  • Lakukan tes A1C secara teratur, jaga tekanan darah Anda di bawah 140/90 mm Hg, kendalikan kadar kolesterol Anda

  • Terapkan pola hidup sehat dan berhenti merokok atau jangan mulai merokok sama sekali.

  • Turunkan berat badan jika perlu untuk menjaga berat badan ideal.

  • Minum obat sesuai petunjuk dokter.

  • Buat dan patuhi janji temu dengan tim perawatan kesehatan Anda.

Itulah daftar komplikasi diabetes yang dapat terjadi jika diabetes tidak diobati dan ditangani dengan tepat. Beberapa komplikasi bahkan bisa jangka panjang hingga seumur hidup. Untuk itu, tangani diabetes dengan tepat dan lakukan upaya yang bisa mencegah komplikasinya.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Centers for Disease Control and Prevention. Put the brakes on diabetes complications. U.S. Department of Health & Human Services. https://www.cdc.gov/diabetes/prevention-type-2/stop-diabetes-complications.html
  • Green Medical Journal. (2024). Complications of diabetes mellitus: A review article. Green Medical Journal. https://greenmedicaljournal.umi.ac.id/index.php/gmj/article/view/135
  • Ida Widaningsih, I., Kusman Ibrahim, K., & Nursiswati Nursiswati, N. (2025). Factors affecting vascular complications in patients with diabetes mellitus: A literature review. Journal of Health and Nutrition Research, 4(1), 186–199. https://doi.org/10.56303/jhnresearch.v4i1.373
  • Merck Manuals. Long-term complications of diabetes mellitus. https://www.msdmanuals.com/professional/endocrine-and-metabolic-disorders/diabetes-mellitus-and-hypoglycemia/long-term-complications-of-diabetes-mellitus
  • Ngozi, O. O., & Uchendu, C. I. (2015). Complications of the type 2 diabetes mellitus. International Journal of Research in Medical Sciences and Health Sciences (Article from PMC). PMC. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7903505/
  • Yen, T. S., Widodo, L. W., Anindito, W. A., & Haryanto, U. (2022). Increased vegetable intake improves glycaemic control in adults with type 2 diabetes mellitus: A clustered randomised clinical trial among Indonesian white-collar workers. PMC. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9241062/
  • Zimmet, P. Z., & Alberti, K. G. M. M. (2018). Epidemiology of diabetes and diabetes-related complications. PMC. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3870323/
Artikel Terkait