Terapi intravena atau infus memiliki beberapa jenis cairan untuk kebutuhan yang berbeda-beda. Untuk jenis cairan infus yang bisa dilakukan di rumah secara mandiri biasanya adalah cairan infus yang ringan seperti vitamin dan NaCl.
Jenis cairan infus yang aman dilakukan di rumah umumnya tidak memiliki efek samping yang berbahaya dan bukan untuk pengobatan vital. Dengan begitu, Anda bisa melakukannya sendiri di rumah dengan aman. Ketahui semua jenis cairannya di sini.
Jenis Cairan Infus yang Bisa Dilakukan di Rumah
Berikut beberapa jenis cairan infus yang aman untuk dilakukan di rumah Anda:
1. Infus vitamin
Infus vitamin berisi satu jenis vitamin tertentu, paling sering infus vitamin C atau infus vitamin B kompleks. Tujuannya untuk mengatasi kekurangan vitamin, membantu pemulihan setelah sakit, atau mendukung daya tahan tubuh. Biasanya digunakan pada kondisi tertentu seperti kelelahan berat, pemulihan pasca infeksi, atau defisiensi yang sudah terdiagnosis.
Secara relatif, infus vitamin aman bila dosisnya tepat dan diberikan oleh tenaga medis karena kandungannya yang sederhana. Namun, tetap perlu konsultasi dokter karena kelebihan vitamin (terutama dosis tinggi) bisa berdampak pada ginjal atau metabolisme tubuh.
2. Infus multivitamin
Infus multivitamin (sering disebut “booster”) berisi campuran beberapa vitamin, seperti vitamin C dan B kompleks, kadang ditambah mineral seperti zinc atau magnesium. Biasanya ditujukan untuk meningkatkan energi, menjaga imunitas, dan membantu pemulihan tubuh secara umum.
Meskipun populer dan sering dianggap aman, tetap perlu pengawasan karena kombinasi zat bisa berbeda-beda dan tidak selalu dibutuhkan semua orang. Konsultasi dokter penting untuk memastikan komposisi dan dosis sesuai, terutama jika ada riwayat penyakit tertentu atau sedang konsumsi obat lain.
3. Infus nutrisi
Infus nutrisi atau parenteral berisi zat gizi lengkap seperti karbohidrat (glukosa), protein (asam amino), lemak, vitamin, dan mineral. Ini digunakan pada pasien yang tidak bisa makan atau menyerap nutrisi secara normal, misalnya gangguan saluran cerna atau kondisi kritis.
Jenis ini sebenarnya tidak dianjurkan dilakukan secara mandiri di rumah tanpa pengawasan ketat karena kompleks dan berisiko tinggi (misalnya infeksi atau ketidakseimbangan nutrisi). Jika dilakukan di rumah, biasanya dalam program home care dengan pemantauan dokter dan tenaga medis terlatih.
4. Infus NaCl 0.9%
Infus sodium/natrium chloride NaCl 0,9% (normal saline) adalah cairan dasar yang berfungsi untuk mengganti cairan tubuh dan menjaga keseimbangan elektrolit. Ini sering digunakan untuk dehidrasi ringan hingga sedang, sebagai pelarut obat infus, atau kondisi umum lainnya.
Komposisinya yang sederhana dan menyerupai cairan tubuh membuatnya relatif aman jika digunakan sesuai kebutuhan. Namun tetap perlu konsultasi dokter karena pada kondisi tertentu (misalnya gangguan ginjal atau jantung), pemberian cairan berlebihan bisa menyebabkan penumpukan cairan dan komplikasi.
5. Infus ringer laktat
Ringer Laktat adalah cairan infus yang mengandung beberapa elektrolit seperti natrium, kalium, kalsium, dan laktat, sehingga lebih “mirip” dengan cairan tubuh dibanding NaCl biasa. Biasanya digunakan untuk dehidrasi, luka bakar, atau kondisi kehilangan cairan yang lebih kompleks.
Meskipun sering digunakan dan relatif aman, tidak semua orang cocok (misalnya pada gangguan hati atau kondisi tertentu lainnya). Jadi, Anda tetap perlu konsultasi dengan tim medis, terutama untuk menentukan jumlah dan kecepatan infus.
6. Infus hangover
Infus hangover biasanya berupa kombinasi cairan (seperti NaCl), vitamin (B dan C), serta obat anti-mual atau pereda nyeri. Tujuannya untuk membantu rehidrasi dan meredakan gejala setelah konsumsi alkohol berlebihan seperti pusing, mual, dan lemas.
Walau sering ditawarkan sebagai layanan praktis, ini bukan kebutuhan medis utama dan efeknya bisa berbeda tiap orang. Konsultasi dokter tetap disarankan karena gejala hangover bisa mirip kondisi lain, dan pemberian obat/infus tanpa indikasi jelas berisiko menimbulkan efek samping atau menutupi masalah kesehatan yang lebih serius.
Kapan Kondisi yang Tepat untuk Infus di Rumah?
Beberapa kondisi umum yang membuat pasien memilih untuk infus di rumah adalah karena:
-
Dehidrasi: Akibat sakit, olahraga, atau asupan air yang tidak mencukupi.
-
Mual pagi: Biasanya akibat kehamilan, di mana ibu hamil tidak bisa mengonsumsi apapun sehingga mengharuskan memakai infus.
-
Migrain: Terapi intravena bisa memberikan cairan dan bahan pereda nyeri secara langsung, pasien juga tidak perlu keluar rumah.
-
Jet lag: Membantu Anda pulih lebih cepat dari kelelahan perjalanan jauh.
-
Badan lemas dan kelelahan: Kondisi ini bisa diatasi dengan pemberian infus multivitamin (booster) untuk pemulihan lebih cepat.
Baca Juga: Ketahui Kondisi dan Penyakit yang Harus Segera Diinfus
Berbagai kondisi di atas memerlukan cairan infus yang cepat tanpa perlu mengharuskan pasien bepergian ke luar rumah.
Cara Infus di Rumah yang Aman
Berikut ini langkah atau cara melakukan infus di rumah secara mandiri dengan aman:
1. Siapkan tempat yang bersih dan nyaman
Sebelum Anda mulai memberikan cairan infus, penting untuk menyiapkan ruangan yang bersih dan aman. Lakukanlah hal berikut:
-
Membersihkan area dengan disinfektan
-
Menggunakan permukaan yang bersih dan rata untuk memasang tiang infus dan perlengkapan
-
Menghilangkan hal bahaya dari area tersebut, misalnya kabel yang melintang dan bisa membuat tersandung
-
Miliki area khusus untuk pemberian cairan infus yang bebas dari segala distraksi. Ini akan membantu memastikan Anda dapat fokus pada tugas yang ada dan meminimalkan risiko kecelakaan atau komplikasi.
Anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk menggunakan ruangan khusus, seperti kamar tersendiri, untuk pemberian cairan infus, terutama jika Anda memiliki anak kecil atau hewan peliharaan di rumah.
2. Siapkan alat infus dan cairannya
Sebelum Anda mulai memberikan cairan infus, Anda perlu menyiapkan perlengkapan yang diperlukan, seperti:
-
Jarum infus yang baru
-
Tiang infus
-
Selang infus
-
Kantong cairan infus dan set infus
-
Sarung tangan dan peralatan pelindung lainnya
3. Pelajari teknik yang tepat untuk memasukkan infus
Teknik yang tepat sangat penting untuk keberhasilan dan keamanan pemasangan infus intravena. Ini meliputi:
-
Memilih pembuluh darah yang sesuai: Identifikasilah pembuluh darah untuk menentukan lokasi terbaik untuk pemasangan infus intravena.
-
Bersihkan area dengan disinfektan: Area tempat jarum akan dimasukkan harus dibersihkan dengan larutan disinfektan untuk mengurangi risiko infeksi.
-
Gunakan jarum steril: Pastikan jarum yang Anda gunakan untuk terapi intravena adalah jarum baru dan steril. Setelah itu, masukkan dengan benar jarum ke pembuluh darah dan mulai terapi intravenanya.
-
Beri tekanan lembut pada area setelah pemasangan: Setelah selesai, lepas jarum sambil memberi tekanan lembut pada area tersebut untuk mencegah pendarahan dan mempercepat penyembuhan.
4. Manfaatkan layanan infus di rumah yang terjamin aman
Banyak risiko yang akan dihadapi ketika melakukan infus secara mandiri di rumah, mulai tangan bengkak, infus tidak masuk, hingga berbagai efek samping lain. Jadi, sebaiknya Anda melakukan infus di bawah pengawasan ahli medis.
Homecare Dokter memiliki layanan infus di rumah dengan jenis cairan yang lengkap. Anda tidak perlu lagi khawatir akan keamanan dari terapi intravena. Cukup hubungi tim Homecare Dokter melalui menu WhatsApp di atas dan Anda akan mendapatkan penanganan dari ahlinya segera.
Untuk biaya, layanan infus di rumah Homecare Dokter tersedia dengan harga mulai dari Rp250.000 saja. Akan tetapi, biaya layanan infus di rumah dapat berbeda-beda tergantung dengan jenis cairan infus dan paket yang Anda pilih.
Penanganan dari Homecare Dokter dilakukan oleh dokter ahli yang sudah mengatasi banyak pasien dengan berbagai penyakit. Nikmati pelayanan yang aman dan nyaman langsung di rumah Anda sendiri.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Hull University Teaching Hospitals NHS Trust. Home intravenous fluids (IVI). https://www.hey.nhs.uk/patient-leaflet/home-intravenous-fluids-ivi/
- National Home Infusion Association. (2025). About home infusion. https://nhia.org/about-home-infusion/
- Silva, C., & Marcos, P. (2025). Intravenous fluid therapy: Essential components and key considerations. Porto Biomedical Journal, 10(4), e296. https://doi.org/10.1097/j.pbj.0000000000000296
- Gawrońska, J., Koyanagi, A., López Sánchez, G. F., Veronese, N., Ilie, P. C., Carrie, A., Smith, L., & Soysal, P. (2022). The prevalence and indications of intravenous rehydration therapy in hospital settings: A systematic review. Epidemiologia, 4(1), 18–32. https://doi.org/10.3390/epidemiologia4010002