Merawat Pasien Stroke Lansia di Rumah dengan Aman

Lansia December 14, 2023 Penulis : Mirna S
Merawat Pasien Stroke Lansia di Rumah dengan Aman

Pasca serangan stroke, merawat pasien lansia dirumah sangat bermanfaat dalam melindungi dari risiko seperti jatuh dari kasur, di kamar mandi dan luka  karena terlalu lama tidak berganti posisi.

Mengapa Stroke Banyak Terjadi pada Lansia?

Stroke menjadi masalah kesehatan serius pada lansia karena berbagai faktor yang meningkatkan risiko terjadinya seiring bertambahnya usia. Salah satu penyebab utama adalah penumpukan faktor risiko kesehatan selama bertahun-tahun.

Lansia cenderung mengalami peningkatan tekanan darah, kadar kolesterol yang tinggi, dan penyakit jantung. Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan faktor risiko utama untuk stroke, dan karena lansia lebih rentan terhadap hipertensi, hal ini dapat menjadi pemicu utama terjadinya stroke pada lansia.

Selain itu, penuaan juga dapat menyebabkan perubahan struktural pada pembuluh darah otak. Pembuluh darah menjadi lebih kaku dan rentan terhadap pembentukan plak aterosklerotik, yang dapat menghalangi aliran darah ke otak.

Di samping itu, gaya hidup hidup yang kurang aktif dan kecenderungan untuk mengabaikan tanda-tanda peringatan kesehatan juga dapat menjadi faktor penyebab. Kesadaran akan pentingnya pencegahan, pengelolaan tekanan darah, dan pola hidup sehat menjadi penting untuk mengurangi stroke pada lansia.

Baca Artikel Selanjutnya: Aktivitas Harian yang Aman untuk Lansia Pasca Stroke

Pencegahan Risiko Pasien Jatuh

Pencegahan risiko jatuh merupakan aspek penting dalam manajemen pasca stroke. Pasca serangan stroke, pasien sering mengalami penurunan keseimbangan dan kekuatan otot, meningkatkan kemungkinan terjadinya risiko jatuh yang dapat memberikan dampak serius pada kesehatan lansia.

Pemasangan Alat Keamanan di Rumah

Pemasangan alat keamanan di rumah memiliki peran krusial dalam pencegahan risiko jatuh pada pasien stroke lanjut usia. Pasca serangan stroke, pasien sering mengalami penurunan keseimbangan dan mobilitas yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya risiko jatuh di lingkungan rumah mereka.

Pemasangan pegangan tangan di kamar mandi, di sekitar tempat tidur, dan di area-area dengan risiko tinggi lainnya dapat memberikan dukungan tambahan bagi pasien dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Selain itu, menerapkan pencahayaan yang memadai, juga dapat meminimalkan risiko tersandung atau salah langkah yang tidak diinginkan.

Langkah-langkah pencegahan lainnya melibatkan penyesuaian lingkungan rumah, seperti penggunaan karpet yang tidak licin, penghilangan hambatan di lantai, dan penataan perabotan untuk menciptakan ruang gerak yang aman bagi lansia.

Peran keluarga dan caregiver juga sangat penting dalam mendukung keberhasilan pencegahan risiko jatuh. Mereka perlu dilibatkan dalam pemahaman mengenai kebutuhan pasien dan bagaimana menjaga keamanan rumah dengan baik.

Dengan menggunakan alat keamanan dan perubahan lingkungan rumah yang sesuai, diharapkan dapat menciptakan ruang yang lebih aman bagi pasien stroke lanjut usia, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih percaya diri dan minim risiko jatuh.

Latihan untuk Meningkatkan Keseimbangan

Pasca stroke, pasien sering mengalami penurunan keseimbangan yang dapat menghambat kemampuan mereka untuk bergerak dengan aman. Program latihan keseimbangan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien dapat membantu memperkuat otot-otot dan memperbaiki koordinasi gerakan tubuh.

Latihan-latihan ini mencakup berbagai aktivitas, seperti latihan berdiri di tempat, dan memindahkan berat tubuh. Penggunaan alat bantu, seperti kursi atau pegangan tangan selama latihan dapat memberikan dukungan tambahan, memungkinkan pasien untuk berlatih dengan lebih percaya diri.

Penting untuk menciptakan program latihan yang terstruktur dan progresif sesuai dengan kemampuan pasien. Melibatkan pasien dalam proses rehabilitasi dan melibatkan keluarga atau caregiver untuk mendukung dan memotivasi pasien dapat meningkatkan efektivitas dari program latihan keseimbangan ini. 

Dengan pendekatan yang holistik, latihan keseimbangan menjadi suatu langkah yang signifikan dalam mencapai tujuan pencegahan risiko jatuh pada pasien stroke lanjut usia, membantu mereka menjalani kehidupan yang lebih aktif dan aman.

Baca Artikel Selanjutnya: Menata Ulang Rumah untuk Pasien Stroke Lanjut Usia Agar Aman

Pencegahan Luka Tekan dan Perawatan Kulit

Pencegahan luka tekan dan perawatan kulit menjadi aspek penting dalam merawat pasien stroke lanjut usia. Pasca stroke, pasien sering menghadapi tantangan mobilitas dan perubahan sensitivitas kulit, sehingga meningkatkan risiko terjadinya luka tekan atau kerusakan kulit. 

Mengubah Posisi Pasien Secara Berkala

Pasca stroke, mobilitas pasien sering kali terbatas, dan mereka dapat menghabiskan waktu lama dalam posisi yang sama, sehingga meningkatkan risiko luka tekan. Mengubah posisi pasien setidaknya setiap dua jam sekali, membantu mengurangi tekanan pada area tubuh tertentu dan meningkatkan sirkulasi darah.

Selain itu, memastikan bahwa bantalan yang sesuai, serta menggunakan peralatan penopang seperti bantal atau guling, dapat membantu mendistribusikan tekanan secara merata dan mengurangi gesekan yang dapat merusak kulit.

Penting untuk melibatkan tim perawatan medis dalam mengembangkan rencana rotasi posisi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Pemantauan rutin terhadap kondisi kulit pasien juga perlu dilakukan untuk mendeteksi tanda-tanda awal luka tekan.

Dengan menerapkan teknik mengubah posisi pasien secara teratur, dapat menciptakan lingkungan perawatan yang mencegah luka tekan pada pasien stroke lanjut usia, menjaga kesehatan kulit, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Pemilihan Kasur dan Bantal Khusus

Pemilihan kasur dan bantal yang tepat memainkan peran penting dalam pencegahan luka tekan dan perawatan kulit pada pasien stroke lanjut usia. Pasca stroke, pasien sering mengalami penurunan mobilitas, dan kasur yang kurang sesuai dapat meningkatkan risiko terjadinya luka tekan.

Kasur dengan permukaan yang responsif terhadap distribusi berat tubuh, serta bantalan yang mendukung titik-titik tekan utama tubuh, dapat membantu mengurangi tekanan pada kulit.

Bantalan yang dirancang khusus untuk mendukung posisi tubuh yang optimal juga dapat membantu mencegah gesekan dan tekanan berlebih pada area tertentu, yang dapat meminimalkan risiko luka tekan pada pasien dengan mobilitas terbatas.

Pemilihan peralatan tidur yang tepat sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi kesehatan pasien. Peran tim perawatan medis dalam memberikan rekomendasi kasur dan bantal yang sesuai dengan kebutuhan pasien juga sangat penting.

Selain itu, edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya pemilihan peralatan tidur yang tepat dapat menjadi langkah proaktif dalam menjaga kesehatan kulit dan mencegah risiko luka tekan pada pasien stroke lansia.

Dengan pendekatan menyeluruh ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan tidur yang optimal untuk mendukung kesehatan kulit pasien dan meminimalkan potensi komplikasi akibat luka tekan pada pasien stroke lanjut usia.

Kesimpulan 

Dengan memahami perawatan pasien stroke lanjut usia, diharapkan penerapan upaya pencegahan ini dapat mengurangi risiko jatuh, meningkatkan kualitas hidup, dan memberikan dukungan menyeluruh bagi proses pemulihan mereka.

Homecare Dokter by Klinik Kirana menyediakan jasa layanan perawatan lansia (caregiver) di rumah dengan tenaga kesehatan yang prima, ramah, dan profesional. Anda dapat memesan layanan perawatan lansia di rumah melalui layanan Homecare Dokter disini: Pesan Layanan Perawatan Lansia.

Artikel ini disusun oleh Tim Medis Klinik Kirana dan sudah ditinjau oleh: dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca proses editorial Klinik Kirana disini: Proses Editorial

Baca Artikel Selanjutnya: Pengelolaan Obat-obatan untuk Stroke pada Lansia

  • Cleveland Clinic. Stroke. Diakses pada 14/12/2023, dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/5601-stroke
  • Healthline. Is Your Risk of Having a Stroke Different Based on Your Age Range? Diakses pada 14/12/2023, dari https://www.healthline.com/health/age-range-for-stroke
  • Heart and Stroke Foundation of Canada. Rehabilitation and Recovery following Stroke. Diakses pada 14/12/2023, dari https://www.strokebestpractices.ca/recommendations/stroke-rehabilitation/
  • Saebo. Reclaim Your Stability With These Balance Exercises For Stroke Recovery. Diakses pada 14/12/2023, dari https://www.saebo.com/blog/reclaim-your-stability-with-these-balance-exercises-for-stroke-recovery/
  • Whitney Rehabilitation Care Center. Falls in Stroke Patients: How to Prevent Them. Diakses pada 14/12/2023, dari https://whitneyrehab.com/falls-in-stroke-patients-how-to-prevent-them/
  • Image by Freepik - https://www.freepik.com/free-photo/medium-shot-man-with-chest-pain_15186549.htm
Artikel Terkait
Artikel Terbaru