Ciri Turun Peranakan Pada Lansia, Segera Temui Dokter Apabila Mengalami Gejala Ini

Lansia July 5, 2023 Penulis : Mirna S
Ciri Turun Peranakan Pada Lansia, Segera Temui Dokter Apabila Mengalami Gejala Ini

Pernahkah kamu mendengar turun peranakan, suatu kondisi dimana organ panggul tidak berada pada posisi seharusnya. Hal ini harus kamu waspadai terjadi pada orang tua, dengan mengenali gejala terjadinya turun peranakan kamu bisa mencegah terjadinya kondisi medis yang tidak diinginkan. Mungkin kamu masih bingung apa tanda-tanda peranakan turun, berikut penjelasan serta gejala yang mungkin terjadi.

Apa itu Turun Peranakan?

Turun peranakan atau prolaps uteri adalah suatu kondisi dimana organ panggul, seperti rahim, kandung kemih atau rektum, melemah dari posisi normalnya. Kondisi tersebut terjadi karena melemahnya otot-otot panggul dan jaringan pendukung disekitarnya.

Ketika organ-organ ini tidak pada posisi seharusnya, maka dapat menyebabkan rasa tidak nyaman seperti tekanan pada organ-organ tersebut. Turun peranakan biasanya terjadi pada wanita setelah melahirkan atau setelah menopause pada lansia. Untuk mencegah turun peranakan, penting untuk menjaga berat badan ideal, menguatkan otot panggul dan menghindari mengangkat beban terlalu berat yang dapat membebani panggul. 

Ciri-ciri Turun Peranakan

Turun peranakan atau prolaps uteri adalah suatu kondisi di mana rahim wanita jatuh dari posisi normalnya. Pada umumnya turun peranakan ditandai dengan beberapa kondisi berikut, rasa tidak nyaman atau tertekan pada perut bagian bawah, perasaan ada sesuatu yang jatuh ke area vagina, dan kurang nyaman saat berjalan atau berdiri dalam waktu lama.

Lansia yang mengalami turun peranakan mungkin juga mengalami kesulitan buang air kecil atau buang air besar, kamu harus mewaspadai jika orang tua telah menopause. Karena turun peranakan bisa terjadi pada orang yang telah menopause, tanyakan dan pastikan orang tua tidak merasakan beberapa ciri-ciri terjadinya turun peranakan.

Umumnya lansia yang mengalami turun peranakan memiliki ciri-ciri berikut:

  • Mengalami tekanan berlebih atau rasa menonjol pada organ genital.
  • Merasa berat atau terdapat tekanan yang tidak biasa di daerah panggul.
  • Kesulitan saat buang air kecil atau buang air besar.
  • Lansia yang masih haid mengalami perubahan siklus menstruasi atau pendarahan yang tidak teratur.

Baca Juga: Selain Memperhatikan Pola Makan, Ini 8 Hal Yang Harus Dipahami Dalam Menjaga Kesehatan Lansia

Gejala Turun Peranakan 

Illustrasi gejala turun peranakan

Sumber Gambar: Pexel

 

Salah satu gejala peranakan turun yang sering dialami lansia adalah rasa berat atau tertekan di area panggul. Perasaan ini dapat membuat lansia tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Lansia dengan kondisi turun peranakan mungkin merasakan sesuatu yang menonjol dari vagina, seperti terdapat bagian yang keluar dari posisinya. Kondisi tersebut sering mengakibatkan rasa yang cukup mengganggu.

Meskipun biasanya lansia sudah tidak menstruasi, turun peranakan dapat menyebabkan perdarahan atau mengakibatkan perdarahan tidak teratur pada lansia yang masih mengalami siklus menstruasi. Selain itu, lansia yang mengalami turun peranakan mungkin mengalami kesulitan buang air kecil. Hal ini disebabkan oleh tekanan rahim yang turun ke kandung kemih, sehingga terdapat gangguan dalam membuang urine.

Turun peranakan juga bisa mengakibatkan gangguan pada organ pencernaan, yaitu usus. Gangguan pada usus tersebut mengakibatkan lansia yang mengalami turun peranakan biasanya akan kesulitan membuang air besar. Jadi jangan sepelekan apabila orang tua kamu mengalami beberapa hal tersebut.

Baca Juga: Simak Cara Ini Untuk Mencegah Turun Peranakan Pada Lansia 

Kapan Harus ke Dokter? 

Ketika seorang lanjut usia mengalami gejala turun peranakan atau prolaps uteri, sangat penting untuk segera menemui dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat serta penanganan yang tepat. Meskipun gejala yang terjadi tidak selalu menandakan suatu kondisi yang serius, namun gejala tersebut tetap harus dievaluasi oleh dokter untuk menghindari kemungkinan terjadinya kondisi medis yang fatal.

Jika lansia menunjukkan satu atau lebih dari gejala yang telah disebutkan diatas, sebaiknya segera temui dokter. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan melakukan pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan darah, dan USG untuk memastikan apakah benar adanya turun peranakan atau tidak. 

Kamu bisa berkonsultasi dengan cara mendatangkan dokter ke rumah bersama pelayanan yang ada di Klinik kirana di halaman ini

 

Artikel ini disusun oleh Tim Medis Klinik Kirana dan sudah ditinjau oleh: dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca proses editorial Klinik Kirana disini: Proses Editorial

  • Healthline. Diakses 2023. Uterine Prolapse.
  • Mayo Clinic. Diakses 2023. Diseases and Conditions uterine prolapse.
Artikel Terkait
Artikel Terbaru