Infus albumin adalah terapi injeksi ke pembuluh darah (infus) dengan cairan albumin sebagai obatnya. Infus ini digunakan untuk mengobati volume darah rendah (hipovolemia), kadar albumin rendah dalam darah (hipoalbuminemia), dan banyak lagi.
Kendati digunakan untuk banyak pengobatan, albumin hanya boleh diberikan oleh atau di bawah pengawasan langsung dokter profesional. Mari kenali lebih dalam tentang infus ini beserta efek samping dan juga kisaran harganya.
Mengenal Infus Albumin dan Kegunaannya
Infus albumin adalah terapi intravena di mana obat albumin langsung dimasukkan disuntikkan ke pembuluh darah pasien. Cairan infus albumin yang umum digunakan adalah albumin 5% dan 25% dengan menggunakan pengencer tambahan atau tidak.
Menurut penelitian, infus albumin biasanya digunakan untuk mengatasi beberapa indikasi, seperti:
-
Hipovolemia dengan atau tanpa syok: Selama resusitasi cairan pada pasien dengan hipovolemia, injeksi albumin disarankan sebagai terapi lini kedua jika terdapat respons yang tidak adekuat terhadap kristaloid. Dosis yang direkomendasikan adalah 500 mL albumin 5% dan diulang setiap 30 menit jika diperlukan.
-
Pencegahan deplesi volume sentral setelah parasentesis akibat asites sirosis: Dalam studi terdahulu, infus albumin terbukti meningkatkan fungsi kardiovaskular setelah parasentesis volume besar pada pasien dengan sirosis dan asites tegang. Dosis yang direkomendasikan adalah 1 dosis albumin 25%, 5 hingga 10 g/L asites, untuk lebih dari 5 L cairan yang dikeluarkan.
-
Sindrom hiperstimulasi ovarium: Ini merupakan komplikasi berat dari teknologi reproduksi berbantu yang dapat menyebabkan kejadian tromboemboli atau iskemia. Albumin 25% diindikasikan sebagai ekspansi volume plasma selain kristaloid. Dosis yang direkomendasikan adalah 15 hingga 20 mL/jam selama 4 jam.
-
Sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS): Koloid albumin digunakan bersama diuretik loop dalam terapi ARDS ketika terdapat overload paru dan hipoalbuminemia. Dosis yang direkomendasikan adalah albumin 25 g ditambah furosemid selama 30 menit, diulang setiap 8 jam hingga 3 hari.
-
Penyakit hemolitik pada bayi baru lahir: Albumin diindikasikan sebagai terapi tambahan untuk mengobati hiperbilirubinemia neonatal selama transfusi. Dosis yang direkomendasikan adalah 1 g/kg per dosis albumin 25% selama transfusi.
-
Hipovolemia akibat luka bakar: Secara historis, infus albumin direkomendasikan bersama kristaloid 24 jam setelah cedera termal jika luka bakar mencakup lebih dari 50% permukaan tubuh atau terapi kristaloid gagal.
-
Hemodialisis ekstensif: Sekitar 20% hingga 55% pasien yang menjalani hemodialisis mengalami hipotensi selama sesi hemodialisis. Laju tinggi atau volume ultrafiltrasi yang berlebihan merupakan penyebab utama. Albumin 5% digunakan sebagai terapi lini kedua ketika hipotensi tidak merespons kristaloid.
Dosis Umum Infus Albumin
Satu-satunya cara pemberian albumin adalah melalui infus intravena (IV). Tersedia 2 formulasi yang berbeda konsentrasi albuminnya, yaitu albumin 5% dan 25%. Secara umum, albumin 25% adalah pilihan terapi ketika natrium atau cairan dibatasi atau dalam kasus defisiensi onkotik.
Sementara itu, cairan infus albumin dengan konsentrasi 5% lebih umum digunakan dalam situasi seperti dehidrasi. Namun, konsentrasi, laju infus, dan dosis bergantung pada kondisi klinis pasien. Jadi, untuk dosis yang lebih pasti, Anda bisa konsultasi ke dokter terlebih dulu.
Menurut jurnal ilmiah, untuk mencegah hemolisis, Anda harus menghindari pengenceran albumin 5% dengan air steril dan sebaiknya menggunakan D5W atau NaCl 0,9% untuk pengenceran. Sementara untuk albumin 25% dapat diberikan tanpa pengenceran atau diencerkan dalam NaCl 0,9%.
Dosis untuk Kondisi Tertentu
Dosis umum sebelumnya digunakan untuk pasien dengan kondisi kesehatan normal. Berikut ini dosis khusus untuk kondisi pasien tertentu menurut studi terdahulu:
-
Pasien gangguan hati: Pada individu dengan gangguan hati, dosis awal albumin 25% yang direkomendasikan adalah 12 hingga 25 gram. Laju infus harus disesuaikan menjadi aliran 1 hingga 2 mL/menit.
-
Pasien gangguan ginjal: Dosis awal maksimum albumin 25% yang direkomendasikan adalah 25 gram untuk pasien yang menjalani dialisis.
-
Kehamilan: Penggunaan albumin selama kehamilan harus dipertimbangkan dengan cermat, karena data yang tersedia terbatas. Untuk dosis pastinya, sebaiknya Anda konsultasi ke dokter terlebih dulu.
-
Pasien anak-anak: Penggunaan albumin 5% pada anak-anak, termasuk bayi prematur, sebenarnya belum banyak didukung data yang ada. Albumin bagi anak-anak hanya boleh diberikan jika diperlukan.
-
Pasien lansia: Data dari studi klinis untuk pasien lansia juga belum cukup untuk menentukan apakah individu berusia 65 tahun ke atas merespons secara berbeda terhadap albumin 5%. Penggunaan albumin pada kelompok usia ini harus dibatasi berdasarkan kebutuhan.
Efek Samping Infus Albumin bagi Tubuh
Infus albumin dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini mungkin terjadi, tetapi jika terjadi Anda mungkin memerlukan perhatian medis.
Berikut ini efek samping yang mungkin terjadi setelah tubuh mendapatkan infus albumin:
-
Bibir dan kuku berwarna biru
-
Nyeri dada diikuti sesak
-
Batuk yang terkadang menghasilkan dahak berbusa berwarna merah muda
-
Kesulitan bernapas, napas berisik dan cepat, serta kesulitan menelan
-
Pusing
-
Detak jantung cepat
-
Gatal-gatal, ruam kulit
-
Peningkatan keringat
-
Kulit pucat
-
Bengkak atau pembengkakan kelopak mata atau di sekitar mata, wajah, bibir, atau lidah
-
Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki
-
Kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa
Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas setelah mendapat infus albumin, segera periksa ke dokter atau perawat.
Kisaran Harga Infus Albumin
Harga infus albumin berkisar antara Rp930.000 – Rp2.500.000 per botol. Namun, harga ini masih bisa berubah-ubah tergantung banyak faktor, seperti layanan kesehatannya (rumah sakit atau klinik), kemudian paket infus yang Anda ambil, dosisnya, hingga banyak faktor lain.
Homecare Dokter menyediakan paket terapi infus albumin seharga Rp1.699.000. Paket terapi ini juga bisa Anda dapatkan langsung di rumah Anda. Dokter dan suster profesional kami siap melayani Anda dengan maksimal dan menjamin keamanan proses infus. Hubungi tim kami melalui menu WhatsApp di atas sekarang untuk booking maupun konsultasi.
Infus Albumin dengan Aman di Homecare Dokter
Itulah informasi tentang kegunaan dan manfaat infus albumin. Selain manfaat, ada juga beberapa efek samping baik yang umum maupun yang jarang terjadi. Untuk menghindari efek samping ini, Anda sebaiknya mendapatkan infus di bawah pengawasan dokter profesional.
Manfaatkanlah layanan dokter ke rumah dari Homecare Dokter untuk mendapatkan infus albumin dengan aman dan terjamin. Untuk reservasi atau konsultasi, Anda bisa hubungi tim kami melalui WhatsApp dengan klik pada menu di atas. Sampaikan keluhan atau kebutuhan Anda, kemudian buat jadwal pertemuan dengan dokter kami.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Campos Munoz, A., Jain, N. K., & Gupta, M. (2024). Albumin colloid. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534241/
- Mayo Clinic. Albumin (intravenous route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/albumin-human-intravenous-route/description/drg-20454125
- Stanford Health Care. (2017). Guidelines for intravenous albumin administration. https://stanfordhealthcare.org/content/dam/SHC/health-care-professionals/medical-staff/medstaff-weekly/20170315-guidelines-for-intravenous-albumin-administration.pdf