Diabetes Insipidus: Penyebab, Gejala, hingga Pengobatannya

Mirna S 4 Jan 2026
Diabetes Insipidus: Penyebab, Gejala, hingga Pengobatannya

Diabetes insipidus adalah penyakit ginjal yang tidak dapat mengatur keseimbangan cairan secara efektif karena masalah pada hormon vasopresin. Kondisi ini sangat jarang terjadi, hanya memengaruhi sekitar 1 dari 25.000 orang atau sekitar 0,004% dari populasi global.

Meskipun jarang terjadi, diabetes insipidus dapat berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari karena gejalanya dan risiko dehidrasi. Ketahui lebih dalam tentang diabetes insipidus di artikel.

Apa Itu Diabetes Insipidus?

Diabetes insipidus (DI) adalah kelainan endokrin yang jarang terjadi dan memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur keseimbangan cairan sehingga menyebabkan produksi urine berlebihan dan rasa haus yang ekstrem.

Diabetes insipidus membuat tubuh tidak mampu mempertahankan air dengan baik sehingga menghasilkan urine dalam jumlah sangat besar. Jurnal menyebut bahwa volume urine yang dihasilkan lebih dari 3-3,5 liter dalam periode 24 jam pada orang dewasa dengan osmolalitas urin kurang dari 300 mOsmol/kg. Pada sebagian besar kasus DI, volume urine jauh melebihi 3-3,5 liter dalam periode 24 jam.

Hal ini terjadi karena hormon yang mengatur keseimbangan cairan bernama hormon antidiuretik (ADH) atau vasopresin tidak tersedia dalam jumlah yang cukup atau tidak dapat bekerja secara efektif pada ginjal.

Dalam kondisi normal, ADH memberi sinyal kepada ginjal untuk menyerap kembali air ke dalam aliran darah sehingga jumlah urine berkurang. Pada diabetes insipidus, gangguan pada hormon ini menyebabkan ginjal membuang terlalu banyak air, sehingga timbul sering buang air kecil dan rasa haus berlebihan.

Menurut studi, diabetes insipidus umumnya dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu diabetes insipidus sentral (CDI), yang sekarang disebut sebagai defisiensi arginin vasopresin (AVP-D), dan diabetes insipidus nefrogenik (NDI), yang sekarang disebut sebagai resistensi arginin vasopresin (AVP-R).

  • AVP-D ditandai dengan defisiensi kelenjar hipofisis posterior untuk melepaskan hormon antidiuretik (ADH).

  • AVP-R ditandai dengan resistensi tubulus konvolusi distal terminal dan duktus pengumpul terhadap ADH.

Adapun dua jenis yang kurang umum meliputi DI dipsogenik dan DI gestasional.

  • DI dipsogenik ditandai dengan rasa haus yang berlebihan karena ambang osmotik yang rendah.

  • DI gestasional ditandai dengan peningkatan konsentrasi vasopresinase plasenta selama kehamilan.

Apa Bedanya Diabetes Insipidus dengan Diabetes Melitus?

Walaupun namanya mirip, diabetes insipidus dan diabetes melitus sangat berbeda. Diabetes insipidus adalah penyakit ginjal, sementara diabetes melitus (lebih sering disebut diabetes) adalah kondisi kelebihan gula darah akibat ketidakseimbangan hormon insulin.

Ketika orang menyebut penyakit diabetes, baik tipe 1 atau tipe 2, maka itu sudah otomatis merujuk pada diabetes melitus karena memang lebih umum diderita sebagian besar orang. Keduanya tidak berhubungan, hanya saja sama-sama memiliki nama ‘diabetes’ di awal.

Penyebab Diabetes Insipidus

Utamanya, diabetes insipidus terjadi karena hormon yang mengatur keseimbangan cairan bernama ADH atau vasopresin tidak tersedia dalam jumlah yang cukup atau tidak dapat bekerja secara efektif pada ginjal.

Berikut penyebabnya DI berdasarkan jenisnya:

1. Defisiensi Arginin Vasopresin (AVP-D)

AVP-D dapat terjadi ketika tubuh Anda tidak memiliki cukup arginin vasopresin (suatu defisiensi). Ini adalah jenis yang paling umum.

Penyebab spesifiknya meliputi:

  • Variasi gen yang diwariskan

  • Kerusakan akibat operasi atau cedera kepala

  • Peradangan (granuloma) dari kondisi seperti sarkoidosis atau tuberkulosis

  • Tumor

2. Resistensi Arginin Vasopresin (AVP-R)

AVP-R dapat terjadi ketika kelenjar pituitari Anda melepaskan cukup AVP, tetapi ginjal Anda tidak meresponnya dengan benar (resistensi).

Penyebab utamanya meliputi:

  • Saluran kemih tersumbat

  • Variasi gen yang diwariskan

  • Obat-obatan tertentu

  • Hiperkalsemia

  • Hipokalemia

  • Toksisitas litium

Apa Bahayanya Diabetes Insipidus?

Diabetes insipidus (DI) bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan baik, terutama karena gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Berikut penjelasan rincinya:

  1. Dehidrasi berat: Ini adalah bahaya utama dan bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani. Penderita mengeluarkan urine sangat banyak dan encer. Gejala dehidrasi bisa seperti mulut dan kulit kering, lemas, pusing, dan tekanan darah menurun.

  2. Ketidakseimbangan elektrolit (terutama natrium): Kehilangan cairan berlebihan dapat menyebabkan hipernatremia (kadar natrium darah terlalu tinggi) dan berdampak sakit kepala, kebingungan, kejang, penurunan kesadaran, hingga koma.

  3. Gangguan fungsi otak: Otak sangat sensitif terhadap perubahan cairan dan natrium. Perubahan mendadak dapat menyebabkan pembengkakan atau penyusutan sel otak dan berisiko menyebabkan gangguan neurologis serius.

  4. Berbahaya pada bayi dan anak-anak: Pada bayi, tanda dehidrasi sering tidak jelas. Jika dehidrasi tidak ditangani maka berdampak demam tanpa sebab jelas, berat badan tidak naik, rewel berlebihan, hingga keterlambatan tumbuh kembang.

Gejala Diabetes Insipidus

Menurut jurnal, diabetes insipidus ditandai dengan pengeluaran urine encer dalam jumlah berlebihan, rasa haus yang ekstrem, dan keinginan untuk minum air dingin.

Gejala utama diabetes insipidus meliputi:

  • Sering buang air kecil, termasuk di malam hari (nokturia)

  • Mengeluarkan urine dalam jumlah banyak dengan warna terang atau jernih

  • Rasa haus yang ekstrem (polidipsia)

Adapun gejalanya pada anak-anak meliputi:

  • Dehidrasi parah

  • Sembelit

  • Muntah

  • Demam

  • Iritabilitas

  • Gangguan pertumbuhan (gagal tumbuh)

Kebanyakan orang menghasilkan 1-3 liter urine per hari. Orang dengan defisiensi atau resistensi arginin vasopresin dapat menghasilkan hingga 20 liter urin per hari.

Jika Anda berhenti minum cairan atau tidak mendapatkan perawatan, Anda dapat dengan cepat mengalami dehidrasi.

Bagaimana Pengobatan Diabetes Insipidus?

Pengobatan tergantung pada apakah Anda menderita AVP-D atau AVP-R. Bahkan dengan pengobatan medis, penting untuk tetap minum air secara teratur sehingga Anda tidak mengalami dehidrasi.

1. Pengobatan AVP-D

Desmopressin adalah pengobatan lini pertama untuk defisiensi arginin vasopressin (AVP-D). Ini adalah obat yang bekerja seperti AVP. Tersedia dalam berbagai bentuk.

Penyedia layanan kesehatan juga dapat menggunakan desmopressin untuk mengobati bentuk gestasional langka yang dikenal sebagai gAVP-d.

2. Pengobatan AVP-R

Pengobatan untuk resistensi arginin vasopressin (AVP-R) lebih rumit. Terkadang hal ini melibatkan kombinasi beberapa pendekatan, seperti mengonsumsi obat-obatan berikut:

  • Diuretik tiazid

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)

Jika obat yang Anda konsumsi menyebabkan AVP-R, penyedia layanan kesehatan Anda terkadang dapat mengobati AVP-R dengan mengganti obat tersebut dengan obat lain.

Tangani Diabetes Insipidus dengan Tepat!

Diabetes insipidus adalah penyakit yang sangat jarang, yaitu kondisi di mana ginjal yang tidak dapat mengatur keseimbangan cairan secara efektif karena masalah pada hormon vasopresin. 

Penyakit ini disebabkan oleh gangguan produksi atau kerja hormon ADH, yang mengakibatkan rasa haus berlebihan dan sering buang air kecil. Dengan diagnosis dini dan penanganan yang tepat, penderita dapat mencegah komplikasi dan menjalani hidup yang normal.

Pengobatan DI bergantung pada klasifikasi penyakit, tetapi komplikasi serius dapat timbul jika tidak ditangani dengan tepat. Langkah terpenting dalam manajemen gejala adalah menjaga asupan cairan sebelum kehilangan cairan, dengan penekanan pada pelestarian kualitas hidup.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Mutter, C. M., Smith, T., Menze, O., Zakharia, M., & Nguyen, H. (2021). Diabetes insipidus: Pathogenesis, diagnosis, and clinical management. Cureus, 13(2), e13523. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7996474/
  • National Health Service. Diabetes insipidus. https://www.nhs.uk/conditions/diabetes-insipidus/
Artikel Terkait