Terapi insulin adalah pengobatan dengan cara memberikan insulin dari luar tubuh untuk membantu mengontrol kadar gula darah. Terapi insulin sangat diperlukan oleh pasien diabetes, terutama diabetes tipe 1.
Tujuannya adalah untuk menurunkan kadar gula darah dan mencegah komplikasi yang terkait dengan diabetes. Sebab, kadar gula darah yang tinggi secara permanen dapat merusak pembuluh darah dan saraf.
Terapi insulin harus selalu disertai dengan pemeriksaan gula darah mandiri secara teratur untuk membantu mengidentifikasi kapan penyesuaian dosis diperlukan dan mengatasi kadar gula darah rendah atau tinggi tepat waktu.
Cara Kerja Insulin bagi Tubuh
Berikut ini langkah kerja insulin mulai dari produksi sampai pemecahan gula dalam darah:
-
Insulin diproduksi oleh pankreas, tepatnya oleh sel beta di pulau Langerhans.
-
Saat tubuh mengonsumsi sesuatu, terutama makanan yang mengandung karbohidrat atau tinggi gula, kadar gula (glukosa) dalam darah akan meningkat.
-
Ketika pankreas “mendeteksi” gula darah yang naik, pankreas akan segera melepaskan insulin ke dalam aliran darah untuk menyesuaikan jumlah insulin dengan kadar gula darah. Semakin tinggi gula darah, semakin banyak insulin yang dilepaskan.
-
Insulin kemudian akan membantu memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel.
-
Sebagian glukosa langsung digunakan sebagai energi untuk aktivitas tubuh.
-
Ketika gula darah sudah kembali stabil, pankreas akan mengurangi produksi insulin.
Berbagai Medium Pemberian Insulin
Terdapat 4 medium untuk pemberian insulin, yaitu:
1. Suntik
Jarum suntik memberikan insulin melalui jarum, dosis insulinnya harus diambil dari tabung vial. Dokter akan memberitahu Anda berapa banyak insulin yang Anda butuhkan per dosis.
Keuntungan dan kerugian:
-
Injeksi menggunakan jarum suntik membutuhkan pelatihan yang lebih sedikit daripada pompa
-
Injeksi biasanya lebih murah daripada pompa
-
Jarum suntik kurang praktis karena harus mengambil cairan insulin dari tabung terpisah, kemudian baru disuntikkan ke badan
2. Insulin pen
Beberapa pena insulin menggunakan kartrid yang dimasukkan ke dalam pena. Sementara model lain sudah diisi sebelumnya dan dibuang setelah semua insulin habis digunakan.
Dosis insulin diatur pada pena dan insulinnya disuntikkan melalui jarum. Jenis ini lebih praktis daripada jarum suntik dan banyak orang merasa lebih nyaman menggunakannya.
Keuntungan:
-
Mudah dibawa ke mana-mana tanpa perlu khawatir tajam atau melukai kulit
-
Lebih mudah digunakan daripada jarum suntik
-
Jarum pena lebih kecil dan lebih nyaman daripada jarum suntik
Kekurangan:
-
Lebih mahal daripada jarum suntik
-
Tidak semua jenis insulin dapat digunakan dengan pena
3. Pompa insulin
Pompa insulin berukuran sebesar smartphone. Pompa ini memberikan dosis insulin kerja cepat atau pendek setiap jam.
Pompa memberikan insulin melalui tabung plastik tipis yang ditempatkan di lapisan lemak di bawah kulit Anda, biasanya di area perut atau bagian belakang lengan atas.
Dokter atau edukator diabetes Anda akan menunjukkan cara dan tempat menempatkan tabung tersebut.
Keuntungan:
-
Terbukti meningkatkan A1C
-
Memberikan insulin dengan lebih akurat
-
Memberikan bolus insulin (insulin kerja cepat) dengan lebih mudah
-
Menghilangkan efek yang tidak terduga dari insulin kerja menengah atau panjang
-
Memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam hal makan, olahraga, dan jadwal harian
-
Dapat meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikologis
Kekurangan:
-
Dapat menyebabkan penambahan berat badan
-
Lebih mahal
-
Dapat menyebabkan infeksi
-
Dapat menyebabkan ketoasidosis diabetik jika dihentikan atau berhenti berfungsi dengan benar
4. Inhaler
Insulin hirup (inhaler) digunakan dengan inhaler oral untuk memberikan insulin jenis kerja cepat di awal makan. Insulin hirup digunakan bersamaan dengan insulin kerja panjang.
Kelebihan:
-
Bekerja sangat cepat, sama efektifnya dengan insulin kerja cepat yang disuntikkan
-
Dapat diminum di awal makan
-
Dapat menurunkan risiko hipoglikemia
-
Dapat menyebabkan penambahan berat badan yang lebih sedikit
-
Ukurannya kecil dan mudah dibawa
Kekurangan:
-
Dapat menyebabkan batuk ringan atau berat
-
Biasanya lebih mahal
-
Masih memerlukan suntikan atau pompa untuk insulin basal
-
Dosis tidak seakurat insulin kerja cepat
Jika Anda ingin terapi insulin, konsultasikan dengan dokter terlebih dulu untuk mengetahui medium mana yang cocok dan sesuai dengan kondisi Anda saat ini.
Jenis Terapi Insulin
Kebutuhan insulin tiap orang bervariasi, maka jenis terapi insulin akan selalu disesuaikan dengan pasien. Efek samping dan durasinya juga dapat bervariasi dari orang ke orang. Anda perlu konsultasi terlebih dulu dengan dokter Anda untuk mengetahui dosis yang tepat.
Adapun jenis terapi insulin yang kini umum digunakan, seperti:
-
Terapi insulin konvensional, yaitu menggunakan 2 suntikan per hari
-
Terapi insulin intensif, yaitu menggunakan beberapa suntikan sepanjang hari
Perbedaan antara kedua bentuk terapi ini terletak pada jenis insulin yang dipilih, frekuensi suntikan, dan dosis insulin. Untuk diabetes tipe 1, terapi insulin intensif lebih unggul daripada terapi insulin konvensional.
Tata Cara Terapi Insulin
-
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, pastikan jenis insulin dan dosis sesuai anjuran dokter.
-
Siapkan medium insulin, misalnya suntikan, insulin pen, atau lainnya. Untuk tata cara suntik insulin yang lebih rinci, Anda bisa mengunjungi artikel Suntik Insulin: Manfaat, Dosis, dan Cara Suntiknya di Rumah.
-
Bersihkan dulu area kulit titik injeksi dengan kapas alkohol dan tunggu hingga kering.
-
Injeksi insulin di lapisan lemak bawah kulit, bukan ke otot. Lokasi yang umum adalah di perut (bagian samping, hindari area sekitar pusar), paha bagian atas, lengan atas bagian belakang, dan bokong. Ganti-ganti titik injeksi agar kulit tidak rusak.
-
Setelah penyuntikan, jangan menggosok area suntikan.
-
Buang jarum ke tempat khusus (wadah tertutup dan keras) agar tidak mudah tembus dan melukai orang lain.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Centers for Disease Control and Prevention. (2024). 4 ways to take insulin. U.S. Department of Health & Human Services. https://www.cdc.gov/diabetes/about/4-ways-to-take-insulin.html
- Donnor, T., & Sarkar, S. (2023). Insulin- pharmacology, therapeutic regimens and principles of intensive insulin therapy. In K. R. Feingold, R. A. Adler, S. F. Ahmed, et al. (Eds.), Endotext. MDText.com, Inc. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK278938/