Prosedur Pemasangan Infus: Langkah, Persiapan, dan Hal yang Perlu Diketahui
Prosedur pemasangan infus adalah tindakan medis invasif berupa penusukan kateter fleksibel ke dalam pembuluh darah vena untuk menyalurkan cairan, nutrisi, atau obat-obatan secara langsung ke sirkulasi darah. Bagi pasien dan keluarga, memahami Standar Operasional Prosedur (SOP) pemasangan infus sangat penting agar proses terapi dapat berjalan dengan tenang, aman, serta terhindar dari rasa cemas berlebih.
Selama tindakan berlangsung, dokter atau perawat akan melakukan persiapan lokasi vena, tindakan antiseptik steril, penusukan kateter, hingga pengaturan tetesan cairan. Artikel ini membahas secara lengkap indikasi medis, langkah-langkah persiapan, SOP pemasangan infus yang steril, apa yang dirasakan pasien, komplikasi yang perlu diwaspadai, hingga panduan perawatan infus yang aman.
Mengapa Seseorang Perlu Dipasang Infus?
Pemberian terapi cairan atau obat melalui saluran intravena (IV) menjadi pilihan utama ketika jalur pencernaan (oral) pasien tidak memungkinkan atau saat tubuh membutuhkan penanganan medis secara cepat.
Beberapa indikasi medis utama pemasangan infus meliputi:
- Dehidrasi Berat: Menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang akibat diare hebat, muntah berulang, demam tinggi, atau sengatan panas (heatstroke).
- Pemberian Obat Intravena: Memasukkan obat antibiotik, pereda nyeri dosis tinggi, atau obat darurat yang memerlukan reaksi cepat dalam aliran darah.
- Gangguan Asupan Oral: Pasien yang tidak sadarkan diri, mengalami gangguan menelan, mual muntah hebat, atau pasien pasca pembedahan saluran cerna.
- Pemberian Nutrisi Khusus: Menyuplai asupan nutrisi parenteral bagi pasien dengan gangguan penyerapan nutrisi kronis.
Persiapan Sebelum Pemasangan Infus
Sebelum perawat atau dokter melakukan tindakan penusukan, ada beberapa langkah persiapan awal yang penting dilakukan untuk memastikan keselamatan pasien:
- Penjelasan Prosedur: Petugas kesehatan akan menjelaskan tujuan pemasangan, potensi rasa tidak nyaman, serta meminta persetujuan (informed consent) dari pasien atau keluarga.
- Pemeriksaan Tanda Vital: Mengukur tekanan darah, suhu tubuh, dan denyut nadi sebagai data awal pemantauan.
- Pemilihan Lokasi Vena: Perawat akan mencari pembuluh darah vena yang lurus, cukup besar, dan elastis. Lokasi yang paling umum digunakan meliputi punggung tangan (vena dorsalis manus), lengan bawah (vena cephalica atau basilica), serta area lipatan siku (fossa antecubiti).

Langkah-Langkah SOP Pemasangan Infus yang Benar
Pemasangan infus wajib mengikuti standar sterilitas yang ketat guna mencegah masuknya kuman ke dalam sirkulasi darah. Berdasarkan pedoman medis resmi, berikut adalah tahapan SOP pemasangan infus yang dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional:
- Persiapan Alat Steril: Petugas menyiapkan set infus steril, cairan infus yang sesuai resep, kateter IV (abocath), kain kassa, alkohol swab, pembendung vena (tourniquet), dan plester fiksasi transparan.
- Sanitasi dan Alat Pelindung Diri: Perawat mencuci tangan 6 langkah sesuai standar WHO dan mengenakan sarung tangan steril.
- Pemasangan Tourniquet: Alat pembendung dipasang di atas area penusukan untuk membendung aliran darah sehingga vena membengkak dan mudah terlihat.
- Desinfeksi Kulit: Area kulit di atas vena dibersihkan menggunakan alkohol swab 70% dengan gerakan memutar dari dalam ke luar dan dibiarkan mengering alami.
- Penusukan Kateter Vena: Jarum kateter dimasukkan dengan sudut 15–30 derajat ke dalam vena. Ketika darah terlihat masuk ke dalam indikator jarum (flashback), kanula plastik didorong masuk ke vena sementara jarum besi ditarik keluar.
- Fiksasi dan Sambungan Selang: Kateter difiksasi rapat dengan plester steril transparan, lalu disambungkan ke selang infus yang telah diisi cairan.
- Pengaturan Laju Tetesan: Roda pengatur tetesan (roller clamp) disesuaikan kecepatannya sesuai dengan perhitungan dosis yang diinstruksikan dokter.
Apa yang Dirasakan Pasien Saat Dipasang Infus?
Memahami sensasi fisik yang wajar dapat membantu mengurangi rasa cemas pasien saat menjalani tindakan:
- Rasa Nyeri Sesaat: Pasien akan merasakan sakit seperti dicubit atau digigit semut ketika jarum pertama kali menusuk kulit. Rasa sakit ini hanya berlangsung beberapa detik.
- Sensasi Dingin: Ketika cairan mulai mengalir masuk, pasien mungkin merasakan dingin yang merambat di sepanjang pembuluh darah lengan. Hal ini sangat normal.
- Sensasi Setelah Pemasangan: Setelah jarum besi ditarik dan diganti kateter plastik lentur, tangan seharusnya tidak lagi terasa sakit menusuk saat digerakkan secara perlahan.
Komplikasi Pemasangan Infus dan Cara Mencegahnya
Meski tergolong tindakan rutin, pemasangan infus tetap memiliki risiko komplikasi jika tidak dirawat dengan benar:
- Infiltrasi (Cairan Bocor): Cairan infus keluar dari pembuluh darah dan merembes ke jaringan sekitar, menyebabkan area sekitar tusukan membengkak, memucat, dan terasa dingin.
- Flebitis (Radang Vena): Peradangan pada dinding pembuluh darah vena yang ditandai dengan garis kemerahan, bengkak, dan rasa hangat/nyeri saat disentuh.
- Hematoma: Penumpukan darah di bawah kulit akibat pembuluh darah pecah saat penusukan, memicu memar kebiruan.
- Infeksi Lokal: Munculnya nanah atau rasa nyeri hebat pada bekas tusukan jarum akibat terganggunya sterilitas.
Pertanyaan Seputar Prosedur Pemasangan Infus
Apakah pemasangan infus terasa sakit?
Rasa sakit hanya muncul sesaat ketika jarum menembus kulit. Setelah jarum besi ditarik keluar dan menyisakan kanula plastik lentur di dalam pembuluh darah, rasa sakit akan hilang dan tangan tetap dapat digerakkan secara terbatas dengan nyaman.
Berapa lama kateter infus bisa dipasang di tangan?
Batas waktu aman pemasangan kateter IV di satu titik lokasi vena adalah 72 hingga 96 jam (3–4 hari). Setelah periode tersebut, lokasi penusukan wajib dipindahkan ke vena lain untuk mencegah terjadinya risiko flebitis atau infeksi.
Bolehkah pasien mandi saat sedang dipasang infus?
Boleh, namun area balutan dan bekas tusukan infus harus dijaga agar tetap kering. Keluarga atau perawat dapat membungkus area infus dengan kantong plastik kedap air saat pasien diwaslap atau mandi guna mencegah masuknya kuman melalui air.
Apa yang harus dilakukan jika infus macet atau tidak menetes?
Jangan mencoba memijat atau menarik selang secara mandiri. Periksa terlebih dahulu apakah selang terlipat atau posisi lengan pasien terlalu tertekuk. Jika tetesan tetap berhenti, segera panggil perawat medis untuk melakukan evaluasi lokasi tusukan.
Penutup
Mengetahui seluk-beluk prosedur pemasangan infus dapat membantu pasien dan keluarga menjalani proses terapi medis dengan tenang dan aman.
Guna memperluas wawasan medis keluarga Anda, pahami juga gambaran mengenai jenis-jenis cairan infus dan fungsinya, pentingnya memilih jarum dan selang infus yang tepat, serta tanda-tanda efek samping infus yang memerlukan perhatian dokter.
Apabila Anda atau anggota keluarga memerlukan tindakan terapi rehidrasi atau pemberian obat melalui infus di rumah, percayakan pada tenaga medis berpengalaman. Layanan Homecare Dokter by Klinik Kirana menyediakan kunjungan dokter dan perawat terlisensi langsung ke tempat tinggal Anda di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali, dan Makassar. Hubungi tim medis kami melalui WhatsApp di 0821-2207-7347 untuk pemesanan layanan dan konsultasi gratis.
Disclaimer Medis: Artikel ini bersifat edukatif dan informatif. Prosedur pemasangan infus merupakan tindakan medis invasif yang wajib dilakukan oleh tenaga kesehatan terlisensi sesuai standar operasional medis.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). *Pedoman pelayanan keperawatan*. Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id
- Potter, P. A., & Perry, A. G. (2021). *Fundamentals of nursing* (10th ed.). Elsevier.
- World Health Organization. (2024). *Clinical guidelines on IV therapy*. World Health Organization. https://www.who.int