Pembuluh Darah Pecah Saat Infus Panduan Lengkap untuk Pasien dan Keluarga
Pemandangan memar kebiruan, benjolan, atau warna keunguan di kulit setelah penusukan jarum sering kali memicu kekhawatiran bahwa pembuluh darah pecah saat infus. Kondisi medis yang secara klinis dikenal sebagai hematoma atau kebocoran pembuluh darah vena ini merupakan salah satu komplikasi tindakan intravena yang paling sering dijumpai.
Meskipun tampilan memar akibat pembuluh darah pecah terlihat menakutkan bagi pasien dan keluarga, sebagian besar kasus hematoma tergolong ringan dan dapat membaik secara alami seiring waktu. Namun, penting bagi pasien dan caregiver di rumah untuk memahami faktor penyebabnya, membedakan memar biasa dari komplikasi serius, serta menerapkan langkah penanganan awal yang tepat. Artikel ini menyajikan panduan medis lengkap mengenai penyebab, gejala, cara perawatan di rumah, hingga tanda bahaya yang memerlukan penanganan dokter.
Apa Penyebab Pembuluh Darah Pecah Saat Infus?
Pecahnya dinding pembuluh darah vena saat atau setelah tindakan infus terjadi ketika ada robekan kecil pada dinding pembuluh darah, sehingga sebagian darah merembes keluar dan menumpuk di jaringan lemak atau otot bawah kulit.
Faktor-faktor utama yang dapat memicu atau meningkatkan risiko terjadinya pembuluh darah pecah antara lain:
- Trauma Penusukan Jarum (Vessel Puncture): Saat jarum infus (abocath) ditusukkan atau ditarik keluar, Ujung jarum dapat menembus kedua sisi dinding pembuluh darah (double puncture), terutama jika vena berukuran kecil atau bercabang.
- Kondisi Pembuluh Darah yang Rapuh: Pasien lansia, penderita penyakit kronis, atau pasien yang mengalami dehidrasi berat memiliki dinding vena yang cenderung lebih tipis, kaku, dan mudah pecah saat dimasuki jarum.
- Gerakan Lengan yang Berlebihan: Gerakan mendadak, menekuk pergelangan tangan/siku, atau menarik selang saat jarum masih terpasang dapat menggeser posisi kateter dan merobek dinding dalam vena.
- Penekanan Kurang Lama Saat Cabut Infus: Setelah jarum dicabut, penekanan kassa pada titik bekas tusukan yang kurang kuat atau terlalu singkat (kurang dari 2–3 menit) menyebabkan darah terus keluar menembus lubang pembuluh darah.
- Penggunaan Obat Pengencer Darah: Pasien yang rutin mengonsumsi obat antikoagulan (seperti warfarin atau heparin) atau antiplatelet (seperti aspirin) memiliki waktu pembekuan darah yang lebih lambat, sehingga memar akibat rembesan darah menjadi lebih luas.
Gejala dan Tanda-tanda Pembuluh Darah Pecah Saat Infus
Mengenali tanda-tanda perubahan warna dan bentuk benjolan membantu Anda membedakan proses pemulihan normal dari komplikasi berat:
1. Gejala Ringan (Normal / Hematoma Lokal)
- Perubahan Warna Kulit: Muncul warna merah kebiruan atau keunguan di sekitar area bekas tusukan jarum dalam beberapa jam pertama.
- Benjolan / Bengkak Kecil: Terbentuk benjolan terlokalisasi di bawah kulit yang terasa sedikit tegang dan pegal saat disentuh.
- Fase Pemulihan Warna: Dalam waktu 3 hingga 10 hari, warna memar akan berubah secara alami dari ungu/biru menjadi hijau, kekuningan, dan akhirnya pudar hilang sempurna.
2. Gejala Berat / Tanda Bahaya (Waspada)
- Pembengkakan Membesar Cepat (Expanding Hematoma): Bengkak di tangan terus membesar dengan cepat dan terasa sangat keras.
- Nyeri Hebat Menjalar: Nyeri menusuk yang hebat dan tidak mereda meskipun sudah diberi kompres atau obat pereda nyeri.
- Mati Rasa atau Kesemutan pada Jari: Penumpukan darah yang masif dapat menekan saraf di sekitarnya, memicu sensasi kebas, mati rasa, atau jari-jari tangan terasa dingin dan pucat.
- Tanda Infeksi: Kulit di sekitar memar terasa sangat panas, membiru gelap kehitaman, timbul nanah di titik tusukan, atau pasien mengalami demam tinggi.

Cara Mengatasi Pembuluh Darah Pecah Saat Infus
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami keluhan pembuluh darah pecah saat atau setelah diinfus, lakukan langkah pertolongan medis di rumah berikut:
1. Hentikan Infus dan Tekan Luka: Jika pembuluh darah pecah saat infus masih terpasang, segera lapor perawat untuk mematikan aliran dan mencabut jarum. Tekan titik bekas jarum menggunakan kassa steril secara konstan selama minimal 3 hingga 5 menit.
2. Kompres Dingin (24–48 Jam Pertama): Tempelkan es batu yang dibungkus kain bersih di atas area memar selama 10–15 menit, ulangi setiap 3–4 jam sekali. Kompres dingin berfungsi menyempitkan pembuluh darah yang bocor, menghentikan pendarahan bawah kulit, dan meredakan bengkak.
3. Kompres Hangat (Setelah 48 Jam): Setelah pendarahan bawah kulit dipastikan menghentikan bengkak baru (setelah 2 hari), ganti dengan kompres air hangat. Kompres hangat berfungsi melancarkan sirkulasi darah dan mempercepat penyerapan sisa gumpalan darah memar.
4. Tinggikan Posisi Tangan (Elevasi): Saat berbaring atau duduk, ganjal tangan yang memar menggunakan bantal agar posisinya berada lebih tinggi dari posisi jantung guna mengurangi pembengkakan.
5. Gunakan Gel / Salep Pereda Memar: Atas rekomendasi dokter atau perawat, Anda dapat mengoleskan salep heparinoid (seperti Thrombophob gel) di sekitar area memar untuk membantu melarutkan pembekuan darah.
6. Dilarang Memijat atau Mengurut: Dilarang keras mengurut, memijat, atau menekan benjolan memar karena dapat merobek kembali pembuluh darah yang baru menutup dan memperparah perdarahan.
Pertanyaan Seputar Pembuluh Darah Pecah Saat Infus
Apakah pembuluh darah pecah saat infus berbahaya?
Pada sebagian besar kasus, pembuluh darah pecah saat infus hanya menyebabkan hematoma ringan yang tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika darah yang bocor sangat banyak dan menekan jaringan saraf (sindrom kompartemen) atau terinfeksi kuman, kondisi ini membutuhkan evaluasi medis darurat.
Berapa lama pembuluh darah pecah saat infus sembuh?
Memar dan benjolan akibat pembuluh darah pecah umumnya akan menyerap dan sembuh sempurna dalam waktu 7 hingga 14 hari. Warna memar akan memudar bertahap dari biru/keunguan menjadi hijau, kuning, hingga kembali ke warna kulit normal.
Apa yang harus dihindari saat pembuluh darah tangan pecah akibat infus?
Hindari memijat atau mengurut benjolan memar, jangan menempelkan ramuan tradisional yang tidak steril di atas titik tusukan jarum, dan hindari menggunakan lengan tersebut untuk mengangkat beban berat selama masa pemulihan.
Kapan harus segera menghubungi dokter?
Segera konsultasikan ke dokter atau perawat jika bengkak memar semakin membesar setelah 3 hari, timbul rasa mati rasa atau dingin pada jari-jari tangan, keluar nanah dari bekas jarum, atau jika disertai demam tinggi.
Penutup
Pembuluh darah pecah saat infus merupakan komplikasi lokal yang dapat ditangani dengan baik melalui tindakan kompres yang tepat dan perawatan yang higienis.
Untuk memperluas pemahaman perawatan kesehatan keluarga Anda, pelajari juga informasi mengenai penanganan tangan bengkak sakit karena infus, penyebab peradangan flebitis radang vena akibat infus, serta langkah praktis cara melepas mencabut infus yang aman.
Apabila Anda atau anggota keluarga mengalami keluhan memar bekas infus yang membengkak hebat, membutuhkan pemindahan jalur infus, atau memerlukan layanan tindakan infus di rumah, percayakan pada tenaga kesehatan profesional. Layanan Homecare Dokter by Klinik Kirana menyediakan kunjungan dokter dan perawat terlisensi langsung ke tempat tinggal Anda di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali, dan Makassar. Hubungi tim medis kami melalui WhatsApp di 0821-2207-7347 untuk jadwal penanganan dan konsultasi medis gratis.
Disclaimer Medis: Artikel ini bersifat edukatif dan informatif. Apabila rasa sakit, benjolan, dan pembengkakan akibat pembuluh darah pecah semakin memburuk atau menunjukkan tanda infeksi, segera berkonsultasi dengan dokter atau tenaga keperawatan terlisensi.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
Referensi
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). *Pedoman pelayanan keperawatan*. Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id
- Potter, P. A., & Perry, A. G. (2021). *Fundamentals of nursing* (10th ed.). Elsevier.
- World Health Organization. (2024). *Clinical guidelines on IV therapy*. World Health Organization. https://www.who.int
Kategori Lainnya
Baca Artikel Terbaru
Perawatan
Perawatan
Perawatan