Infus set adalah serangkaian alat medis steril yang berfungsi menyalurkan cairan, nutrisi, maupun obat-obatan secara langsung dari kantong infus ke dalam pembuluh darah vena pasien. Memahami jenis jarum infus (seperti IV catheter atau abocath) dan ukuran selang infus yang tepat sangat penting untuk menjamin kenyamanan pasien serta efektivitas terapi medis.
Pemilihan komponen infus set disesuaikan dengan usia pasien, kondisi pembuluh darah, jenis cairan yang dialirkan, serta kecepatan tetesan yang dibutuhkan. Artikel ini menyajikan panduan lengkap mengenai komponen infus set, warna kode ukuran jarum, perbedaan selang makro dan mikro, hingga tips memilih serta waktu penggantian infus set yang aman.
Apa Itu Infus Set dan Komponen Utamanya?
Infus set merupakan sistem perangkat medis sekali pakai (disposable) yang dirancang khusus untuk menghubungkan sumber cairan steril ke sirkulasi darah pasien secara aman.
Komponen utama dari perangkat infus set meliputi:
- Jarum / Kateter Vena (IV Catheter / Abocath): Kanula fleksibel steril yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah vena.
- Penusuk & Tabung Tetesan (Spike & Drip Chamber): Bagian penusuk kantong infus dan tabung penampung tetesan cairan untuk memantau laju aliran.
- Selang Fleksibel (Tubing): Saluran transparan berbahan medis yang mengalirkan cairan dari tabung tetesan menuju tangan pasien.
- Regulator Tetesan (Roller Clamp): Roda pengatur untuk mempercepat, memperlambat, atau menghentikan aliran cairan.
- Konektor & Port Injeksi: Tempat penyambung selang ke jarum serta port khusus untuk memasukkan obat suntik tambahan.
Jenis Jarum Infus dan Ukurannya (Gauge)
Jarum infus medis modern umumnya berbentuk kateter fleksibel (abocath) di mana jarum besi hanya digunakan saat penusukan awal, lalu ditarik keluar meninggalkan kanula plastik lembut di dalam pembuluh darah. Ukuran jarum diukur dalam satuan Gauge (G), di mana semakin besar angka Gauge, maka semakin kecil diameter jarumnya.
Berikut adalah tabel ukuran jarum infus, warna kode, dan peruntukan klinisnya:

Selain abocath standar, dikenal juga jarum butterfly (jarum kupu-kupu) yang memiliki sayap fleksibel untuk mempermudah penusukan pada anak-anak atau pembuluh darah vena yang sulit dijangkau.
Jenis Selang Infus: Perbedaan Makro, Mikro, dan Blood Set
Selang infus memegang peranan penting dalam menentukan besarnya volume cairan yang menetes per menit. Berdasarkan mekanisme tetesannya, selang infus dibagi menjadi tiga jenis utama:
1. Infus Set Makro
Memiliki faktor tetesan 20 tetes/mL. Artinya, dibutuhkan 20 tetesan untuk menghasilkan 1 mL cairan. Digunakan secara luas untuk pasien dewasa yang membutuhkan asupan cairan volume sedang hingga besar.
2. Infus Set Mikro
Memiliki faktor tetesan 60 tetes/mL. Tetesan yang dihasilkan jauh lebih kecil dan presisi. Sangat cocok digunakan untuk pasien bayi, anak-anak, lansia, atau pasien yang mendapat obat resep berdosis ketat.
3. Transfusi Set (Blood Set)
Memiliki faktor tetesan 10 hingga 15 tetes/mL dan dilengkapi dengan filter khusus di dalam drip chamber. Filter ini berfungsi menyaring gumpalan darah kecil agar tidak masuk ke dalam sirkulasi darah pasien.
Cara Memilih Infus Set yang Tepat
Pemilihan perangkat infus set wajib mempertimbangkan beberapa faktor klinis:
- Usia dan Kondisi Vena Pasien: Gunakan jarum kecil (22G–24G) dan set mikro untuk bayi/anak, serta jarum 18G–20G dengan set makro untuk dewasa.
- Laju Aliran dan Volume Cairan: Jika pasien membutuhkan rehidrasi cepat akibat dehidrasi berat, pilih jarum berdiameter lebih besar.
- Karakteristik Cairan Medis: Untuk transfusi sel darah merah, wajib menggunakan blood set. Sementara untuk cairan nutrisi pekat atau obat berisiko, disesuaikan dengan panduan dosis dokter.
Frekuensi dan Cara Mengganti Infus Set yang Benar
Untuk mencegah komplikasi infeksi dan peradangan pembuluh darah, infus set dan lokasi penusukan jarum harus diganti secara berkala.
Pedoman standar keselamatan pasien merekomendasikan:
- Jangka Waktu Penggantian: Kateter IV dan selang infus standar umumnya wajib diganti atau dipindahkan lokasinya setiap 72 hingga 96 jam (3–4 hari).
- Tanda Harus Segera Diganti: Infus set wajib diganti lebih cepat jika ditemukan kebocoran selang, terdapat gumpalan darah membeku di dalam selang, atau muncul tanda bengkak, kemerahan, dan rasa nyeri hebat di area bekas tusukan jarum.
- Prinsip Sterilitas: Penggantian alat wajib dilakukan oleh perawat medis terlatih dengan menerapkan prosedur antiseptik guna mencegah kuman masuk ke dalam aliran darah.
Pertanyaan Seputar Jarum dan Selang Infus
Apakah jarum infus bisa dipakai ulang?
Sama sekali tidak bisa. Seluruh komponen infus set (termasuk jarum dan selang) merupakan alat medis sekali pakai (single-use only) yang wajib dibuang ke tempat sampah medis setelah dilepas untuk mencegah penularan penyakit dan infeksi silang.
Kenapa ada gelembung di selang infus?
Gelembung udara kecil dalam selang infus biasanya muncul akibat proses pengisian cairan (priming) yang kurang sempurna atau gerakan pasien. Gelembung udara dalam jumlah yang sangat kecil umumnya tidak berbahaya, namun jika gelembung berukuran besar mengalir masuk, segera panggil perawat untuk mengeluarkan udara tersebut agar terhindar dari risiko emboli udara.
Apakah ukuran jarum mempengaruhi rasa sakit?
Ya. Jarum dengan ukuran Gauge lebih kecil (seperti 22G atau 24G) memiliki diameter lebih tipis sehingga rasa sakit saat penusukan relatif lebih ringan dibandingkan jarum berdiameter besar (seperti 18G atau 16G).
Berapa lama jarum infus bisa dipasang di tangan?
Batas aman pemasangan jarum kateter IV di satu lokasi pembuluh darah adalah 3 hingga 4 hari (72–96 jam). Jika terapi cairan masih berlanjut setelah kurun waktu tersebut, perawat akan memindahkan lokasi tusukan ke vena tangan yang lain guna mencegah terjadinya radang vena (flebitis).
Penutup
Memahami fungsi dan jenis infus set membantu pasien dan keluarga merasa lebih tenang selama menjalani perawatan medis intravena.
Untuk melengkapi wawasan perawatan medis Anda, pelajari juga gambaran mengenai jenis-jenis cairan infus dan fungsinya, teknis prosedur pemasangan infus, serta tanda-tanda efek samping infus yang perlu diwaspadai.
Jika Anda merawat anggota keluarga yang membutuhkan pemasangan atau pemeliharaan terapi infus di rumah, percayakan pada tenaga medis profesional. Layanan Homecare Dokter by Klinik Kirana menyediakan kunjungan dokter dan perawat terlisensi langsung ke tempat tinggal Anda di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali, dan Makassar. Hubungi tim medis kami via WhatsApp di 0821-2207-7347 untuk jadwal penanganan dan konsultasi medis.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). *Pedoman pelayanan keperawatan*. Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id
- Potter, P. A., & Perry, A. G. (2021). *Fundamentals of nursing* (10th ed.). Elsevier.
- World Health Organization. (2024). *Clinical guidelines on IV therapy*. World Health Organization. https://www.who.int