Infus Dextrose (larutan glukosa intravena) adalah jenis cairan infus medis yang mengandung glukosa murni dilarutkan dalam air steril. Pemberian cairan infus Dextrose bertujuan utama untuk menyediakan asupan kalori/energi instan serta mengatasi kondisi kadar gula darah yang turun drastis (hipoglikemia). Dua konsentrasi yang paling umum digunakan di fasilitas kesehatan adalah Dextrose 5% (D5) dan Dextrose 10% (D10).
Berbeda dari cairan karbohidrat biasa, infus glukosa bekerja secara langsung masuk ke dalam pembuluh darah vena untuk segera diserap oleh sel-sel tubuh sebagai sumber energi utama organ vital. Artikel ini membedah secara lengkap apa itu infus Dextrose, perbedaan kadar D5 dan D10, fungsi medis utamanya, dosis dan cara pemberian, serta potensi efek samping yang wajib diwaspadai pasien dan keluarga.
Apa Itu Infus Dextrose (D5 / D10)?
Infus Dextrose adalah sediaan larutan steril jernih tak berwarna yang berisi molekul D-glukosa. Dalam dunia medis, glukosa ini merupakan sumber karbohidrat utama yang dibutuhkan otak, otot, dan organ tubuh lainnya untuk menjalankan fungsi harian.
Berdasarkan tingkat konsentrasi gula di dalamnya, sediaan cair ini terbagi menjadi beberapa jenis utama:
- Dextrose 5% (D5W / D5): Mengandung 5 gram Dextrose per 100 mL cairan (atau 50 gram per liter). Dalam wadah kantong infus, cairan ini bersifat isotonis terhadap plasma darah. Namun saat masuk ke dalam tubuh, glukosa akan dengan cepat dimetabolisme oleh sel, menyisakan air murni untuk membantu hidrasi seluler.
- Dextrose 10% (D10W / D10): Mengandung 10 gram Dextrose per 100 mL cairan (100 gram per liter). Cairan ini bersifat hipertonis dan memberikan pasokan kalori serta glukosa dua kali lebih tinggi dibandingkan D5.
- Kombinasi Saline (D5 1/2 NS / D5 NS): Dextrose 5% yang dikombinasikan dengan NaCl 0,9% untuk memberikan pasokan energi sekaligus menjaga keseimbangan elektrolit natrium dan klorida.
Fungsi dan Indikasi Utama Infus Dextrose
Dokter meresepkan terapi pemberian cairan Dextrose untuk beberapa penanganan medis khusus:
- Pertolongan Darurat Hipoglikemia: Mengembalikan kadar gula darah yang turun sangat rendah secara cepat, terutama pada pasien diabetes yang mengalami overdosis obat/insulin atau penurunan kesadaran akibat pingsan hipoglikemia.
- Sumber Energi Pasien yang Tidak Bisa Makan: Menyuplai asupan kalori sementara bagi pasien yang mengalami gangguan pencernaan, mual muntah berat, pingsan, atau pasien pasca pembedahan cerna yang dipuasakan.
- Pencegahan Dehidrasi dan Ketosis: Mencegah terjadinya pemecahan cadangan lemak tubuh menjadi asam keton berlebih (ketosis) saat tubuh kekurangan karbohidrat.
- Pelarut Obat Injeksi: Digunakan sebagai cairan pembawa (carrier) untuk menyuntikkan obat-obatan intravena tertentu yang tidak stabil jika dicampur dengan cairan garam biasa.

Dosis dan Cara Pemberian Infus Glukosa
Penentuan dosis volume dan laju kecepatan tetesan infus Dextrose ditentukan secara individual oleh dokter dengan mempertimbangkan usia, berat badan, kadar gula darah harian, serta fungsi organ dalam pasien:
- Pengawasan Kadar Gula Darah: Selama pemberian terapi, dokter atau perawat akan melakukan tes kadar gula darah sewaktu secara berkala untuk memastikan gula darah pasien tidak melonjak terlalu tinggi.
- Kecepatan Aliran: Cairan D10 yang lebih pekat wajib dialirkan secara perlahan guna mencegah iritasi pada dinding pembuluh darah vena (flebitis).
- Pemberian oleh Tenaga Medis: Pemasangan infus Dextrose harus dikerjakan oleh petugas kesehatan berpengalaman sesuai dengan prosedur pemasangan infus yang steril.
Efek Samping dan Kontraindikasi yang Perlu Diwaspadai
Walaupun sangat bermanfaat untuk memulihkan energi, penggunaan Dextrose intravena yang tidak terkontrol dapat menimbulkan efek samping medis:
- Hiperglikemia: Lonjakan kadar gula darah di atas batas normal yang dapat memicu pusing, rasa haus berlebihan, atau sesak napas.
- Hiponatremia Dilusional: Penumpukan air murni dalam sel tubuh yang menyebabkan kadar natrium darah tampak menurun drastis.
- Iritasi Pembuluh Darah: Penusukan jarum dan aliran cairan gula pekat dapat memicu peradangan vena (flebitis) serta tangan bengkak karena infus.
Kontraindikasi Utama:
Infus Dextrose dilarang keras diberikan pada pasien dengan kondisi hiperglikemia yang belum terkontrol, pasien dengan riwayat alergi jagung (karena bahan baku Dextrose medis umumnya disintesis dari pati jagung), penderita edema paru berat, serta pasien dengan trauma kepala akut atau stroke iskemik (karena kadar glukosa berlebih dapat memperburuk pembengkakan jaringan otak).
Pertanyaan Seputar Infus Dextrose (D5 / D10)
Apa fungsi infus D5?
Fungsi utama infus D5 adalah untuk memberikan asupan kalori instan dan cairan bagi pasien yang kekurangan energi, tidak bisa makan melalui mulut, atau membutuhkan pelarut obat intravena yang aman.
Berapa dosis dan kecepatan pemberian infus D5?
Dosis dan laju tetesan dihitung secara khusus oleh dokter berdasarkan kebutuhan kalori harian dan tes gula darah pasien. Anda dapat mempelajari prinsip dasarnya pada panduan cara menghitung tetesan infus.
Apakah infus D5 aman untuk penderita diabetes?
Infus D5 tetap dapat diberikan pada penderita diabetes jika terjadi kondisi darurat gula darah drop (hipoglikemia). Namun pemberiannya wajib berada di bawah pengawasan ketat dokter agar tidak memicu lonjakan gula darah yang tidak terkontrol.
Apa saja efek samping infus Dextrose?
Efek samping yang paling sering muncul antara lain peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia), pembengkakan jaringan akibat penumpukan cairan, serta rasa nyeri atau bengkak pada lokasi tusukan jarum infus.
Penutup
Cairan infus Dextrose (D5 / D10) merupakan terapi medis yang sangat efektif untuk mengatasi hipoglikemia dan memenuhi kebutuhan kalori darurat pasien.
Guna melengkapi wawasan perawatan kesehatan Anda, pelajari juga informasi mengenai jenis-jenis cairan infus dan fungsinya, perbedaannya dengan larutan elektrolit seperti infus RL Ringer Laktat, serta hal-hal yang perlu diwaspadai terkait efek samping infus.
Apabila Anda atau anggota keluarga membutuhkan layanan pemulihan kesehatan, perawatan medis, atau pemberian infus di rumah, percayakan pada tenaga kesehatan profesional. Layanan Homecare Dokter by Klinik Kirana siap mengirimkan dokter dan perawat bersertifikat langsung ke tempat tinggal Anda di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali, dan Makassar. Hubungi tim medis kami melalui WhatsApp di 0821-2207-7347 untuk pemesanan dan konsultasi gratis.
Disclaimer Medis: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif. Dosis, pemilihan jenis sediaan, serta pemberian infus Dextrose intravena wajib dilakukan di bawah instruksi dan pengawasan dokter atau perawat terlisensi.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). *Pedoman pelayanan keperawatan*. Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id
- Potter, P. A., & Perry, A. G. (2021). *Fundamentals of nursing* (10th ed.). Elsevier.
- World Health Organization. (2024). *Clinical guidelines on IV therapy*. World Health Organization. https://www.who.int