9 Efek Samping Suntik Vitamin C pada Tubuh

Mirna S 11 Apr 2025
9 Efek Samping Suntik Vitamin C pada Tubuh

Suntik vitamin C bukanlah praktik yang asing lagi saat ini, khususnya bagi orang-orang yang hendak meningkatkan kadar vitamin C di dalam tubuh. Meskipun dapat menjaga kesehatan hingga tingkatkan kesehatan kulit, namun ada efek samping suntik vitamin C yang harus Anda perhatikan.  

Hal ini menunjukkan, bahwa tidak semua orang bisa menerima suntikan atau harus waspada terhadap efek samping penggunaan suntik vitamin C ini.

Nah, untuk menjadi pertimbangan sebelum menjalani prosedur tersebut, mari kita bahas sembilan efek samping tersebut melalui artikel ini!

Apa yang Dirasakan Setelah Suntik Vitamin C?

Pada dasarnya, suntik vitamin C tidak akan mendatangkan efek samping serius bagi pasien, asalkan prosedurnya benar dan pasien tidak alergi terhadap kandungan vitamin ini. Namun dalam beberapa kasus, orang-orang bisa merasakan efek samping berikut:

1. Area Suntikan Terasa Nyeri

seorang perempuan menerima suntikanMerasakan nyeri pada bekas suntikan adalah efek samping yang lumrah terjadi setelah prosedur penyuntikan vitamin C. Rasa nyeri tersebut dapat muncul karena tubuh Anda merespon masuknya “benda asing” dari luar, yaitu jarum suntik atau cairan vitamin C-nya.

Pada umumnya nyeri ini anya terasa sebenar dan dapat mereda beberapa jam atau hari ke depan. Namun, jika rasa sakit berlangsung lebih lama atau disertai pembengkakan yang tidak kunjung membaik, pastikan segera konsultasikan dengan tenaga medis.

Baca juga siapa yang boleh dan tidak boleh suntik vitamin C

2. Bengkak di Area Suntikan

seorang pria memegang lengannya yang sakitTidak hanya nyeri, bengkak pun dapat muncul sebagai reaksi tubuh atas suntikan vitamin ini, yaitu terjadinya peradangan ringan akibat masuknya cairan ke dalam jaringan tubuh.  

Untuk meminimalisir pembengkakan atau memar, cobalah mengompres bekas suntikan dengan kain bersih yang telah dibasahi air dingin.

Baca juga prosedur suntik vitamin C yang aman

3. Sakit Kepala

seorang perempuan memegang pelipisnya yang nyeriSakit kepala berpotensi muncul karena adanya perubahan tekanan darah atau reaksi tubuh atas meningkatnya kadar vitamin C secara mendadak di aliran darah Anda.

Apabila Anda merasakannya sesudah suntik vitamin C, maka segeralah beristirahat dan mengonsumsi air putih secukupnya. Apabila sakitnya terus berlanjut atau semakin parah, segera konsultasikan dengan dokter.

Baca juga perbedaan suntik dengan infus dan oral

4. Memberatkan Kerja Ginjal

seorang perempuan meringis sambil memegang area pinggangGinjal berfungsi menyaring sejumlah zat yang masuk ke tubuh, seperti vitamin C ini. Saat jumlah vitamin C terlalu tinggi di dalam tubuh karena dosis yang cukup besar, otomatis ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang kelebihannya melalui urine.[1]

Ketika Anda terlalu sering menerima suntikan, maka ini berpotensi tingkatkan risiko gangguan ginjal, khususnya batu ginjal.

Karena itulah, jika Anda punya riwayat gangguan ginjal, maka pastikanlah melakukan konsultasi dengan dokter lebih dulu sebelum melakukan tindakan ini. 

5. Memberatkan Kerja Organ Hati

seorang pria memegang area perut kanannyaSelain organ ginjal, hati pun turut berperan pada proses metabolisme vitamin C di tubuh. Dampak injeksi vitamin C berdosis tinggi pada hati adalah membuat organ ini terganggu kinerjanya, karena harus bekerja ekstra keras untuk mengolahnya.[2]

Efek negatif suntik vitamin C ini pun akan semakin terasa bagi pasien yang punya riwayat gangguan hati, atau sedang mengonsumsi obat-obatan yang harus melewati pemrosesan oleh hati.

6. Munculnya Masalah Gastrointestinal

seorang perempuan memegang perutnya sambil mualGangguan gastrointestinal  atau penyakit yang mempengaruhi saluran pencernaan juga berpotensi menjadi efek samping suntik vitamin  bagi tubuh Anda, terutama jika dosisnya sangat tinggi dan baru pertama kali melakukannya.[3]

Gangguan tersebut antara lain nyeri ulu hati, mual, kram perut, hingga diare. Dalam beberapa kasus, kemungkinan keseimbangan asam di tubuh juga terganggu, sehingga  menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan.

7. Munculnya Alergi

seorang pria menggaruk lengannya yang memerahMeskipun dapat dikatakan bahwa reaksi alergi sesudah mendapatkan suntikan vitamin C tidak sering terjadi, namun beberapa orang bisa saja mengalaminya. Reaksi alergi yang dapat Anda rasakan antara lain sesak napas, gatal, ruam kulit, bahkan anafilaksis jika alerginya parah.[4]

Karena itulah, sebaiknya lakukan tes alergi lebih dulu, apabila Anda punya riwayat alergi terhadap zat atau obat tertentu.  

8. Menjadikan Hormon Tidak Stabil

seorang perempuan berbaju pink sedang batukEfek samping ini mungkin tidak terlalu terasa, sehingga banyak orang yang mengabaikannya. Ternyata, penyuntikan dengan dosis tinggi dapat mempengaruhi produksi hormon tertentu, yang berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan hormon tubuh.[5]

Tanpa Anda sadari, hal ini pun akan berdampak pada berbagai aspek kesehatan, termasuk gangguan siklus menstruasi pada wanita atau perubahan suasana hati.

9. Susah Tidur

seorang perempuan yang memasang ekspresi mengantuk sambil memegang bantalBeberapa orang berpotensi menderita kesulitan tidur usai menjalani suntikan.Hal ini disebabkan karena vitamin C berdosis tinggi berpotensi meningkatkan pembuatan energi dan merangsang sistem saraf. Karena itulah, Anda mungkin akan merasa terjaga di malam hari.

Apabila merasakan kesulitan tidur setelah suntik vitamin C, sebaiknya hindari melakukannya di sore atau malam hari. Selain itu, usahakanlah menghindari konsumsi kafein atau aktivitas yang merangsang sebelum tidur agar tubuh dapat lebih rileks.

Baca juga jenis dan komposisi suntik vitamin C

Siapa yang Berisiko Lebih Tinggi Mengalami Efek Samping?

Tidak semua orang memiliki risiko yang sama. Beberapa kondisi membuat seseorang lebih perlu kehati-hatian atau bahkan tidak dianjurkan menjalani suntik vitamin C tanpa evaluasi:

  • Defisiensi G6PD, karena dosis tinggi dapat memicu pemecahan sel darah merah (hemolisis)
  • Riwayat batu ginjal oksalat berulang, karena vitamin C dosis tinggi berkaitan dengan pembentukan oksalat
  • Gangguan ginjal berat atau menjalani dialisis
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Anak di bawah 18 tahun
  • Riwayat reaksi alergi berat terhadap komponen infus

Karena itu, skrining riwayat kesehatan sebelum tindakan menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko. Selengkapnya di siapa yang boleh dan tidak boleh menerima suntik vitamin C. Untuk konteks risiko pada pemberian jumlah besar, baca vitamin C dosis tinggi dan batas keamanannya.

Bagaimana Meminimalkan Risiko Efek Samping?

Risiko efek samping dapat dikurangi dengan beberapa langkah:

  • Menjalani skrining medis sebelum tindakan
  • Memastikan tindakan dilakukan oleh tenaga medis bersertifikat dengan teknik aseptik
  • Menggunakan dosis yang sesuai, bukan menentukan sendiri
  • Mengikuti observasi setelah tindakan untuk mendeteksi reaksi dini

Prosedur Suntik Vitamin C yang Aman dengan Home Care Dokter by Klinik Kirana

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, terlihat bahwa mayoritas efek samping akan terasa apabila dosis yang Anda terima terlalu tinggi. Karena itulah, penting sekali untuk menerima dosis yang tepat agar kebutuhan vitamin C harian tercukupi sesuai standarnya.

Inilah alasan menentukan dosis yang aman menjadi tahap krusial sebelum tindakan. Untuk memahami rentang dosis wellness yang umum direkomendasikan dan bagaimana dokter menentukan dosis individual, baca panduan lengkap kami tentang dosis suntik vitamin C yang aman untuk dewasa

Jika memungkinkan, cukupkan melalui asupan makan atau supelemn lebih dulu. Namun, jika Anda mengalami kekurangan vitamin C yang berpotensi datangkan berbagai masalah kesehatan, maka pastikan untuk melakukan tindakan ini dengan profesional medis, ya.

Makanya, kami memperkenalkan Anda dengan Home Care Dokter by Klinik Kirana yang berpengalaman untuk melakukan prosedur ini, sehingga  Anda mendapatkan manfaat suntik vitamin C yang maksimal.

Tidak langsung menerima suntikan, Anda juga bisa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan kami untuk mendapatkan prosedur yang tepat.

Menariknya, Home Care Dokter by Klinik Kirana juga melayani home service, sehingga Anda dapat menerima suntikan di rumah saja. Kalaupun muncul efek samping, tim kami akan siap membantu Anda menanganinya!

Oleh karena itu, apabila ingin terhindar dari efek samping suntik vitamin C di atas, pastikan gunakan jasa Home Care Dokter by Klinik Kirana. Selain suntik vitamin C, Anda juga bisa memilih layanan Home Care Dokter by Klinik Kirana lainnya. Jika tertarik, silakan hubungi kami melalui WhatsApp untuk konsultasi!

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Efek Samping Suntik Vitamin C

Apakah suntik vitamin C berbahaya bagi ginjal?

Pada individu sehat dengan dosis sesuai, risikonya rendah. Namun, pada orang dengan riwayat batu ginjal oksalat atau gangguan ginjal, vitamin C dosis tinggi memerlukan kehati-hatian dan evaluasi medis lebih dulu.

Apa tanda reaksi alergi setelah suntik vitamin C?

Tanda yang perlu diwaspadai meliputi ruam yang menyebar, gatal hebat, bengkak, atau sesak napas. Bila muncul, segera hubungi tenaga medis.

Apakah efek samping muncul langsung atau bisa tertunda?

Sebagian reaksi dapat muncul selama atau segera setelah tindakan, sehingga observasi setelah tindakan dilakukan. Sebagian keluhan ringan dapat muncul beberapa saat kemudian.

Bolehkah suntik vitamin C jika punya riwayat batu ginjal?

Riwayat batu ginjal oksalat termasuk kondisi yang memerlukan evaluasi khusus. Sampaikan riwayat ini saat skrining agar tenaga medis dapat menilai keamanannya.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Drugs.com. Vitamin C Side Effects. Diakses pada 06/04/2025, dari https://www.drugs.com/sfx/vitamin-c-side-effects.html
  • ResearchGate. Mega-dose Vitamin C: Does It Harmful to the Liver. Diakses pada 06/04/2025, dari https://www.researchgate.net/publication/235926328_Mega-dose_vitamin_C_does_it_harmful_to_the_liver
  • Merge Medical Center. Can IV Vitamin C Cause Diarrhea? Diakses pada 06/04/2025, dari https://mergemedicalcenter.com/health-blog/can-iv-vitamin-c-cause-diarrhea/
  • WebMD. Ascorbic Acid (Vitamin C) Oral: Details. Diakses pada 06/04/2025, dari https://www.webmd.com/drugs/2/drug-322/ascorbic-acid-vitamin-c-oral/details
  • Journal of Clinical and Basic Geriatrics. The Effect of Vitamin C in Elderly Patients. Diakses pada 06/04/2025, dari https://jcgo.org/index.php/jcgo/article/view/47/37
Artikel Terkait