Cara Melepas / Mencabut Infus: Panduan Lengkap untuk Pasien dan Keluarga

Mirna S 4 Aug 2026
Cara Melepas / Mencabut Infus: Panduan Lengkap untuk Pasien dan Keluarga
Pelepasan kateter intravena atau prosedur mencabut infus merupakan tindakan medis akhir yang dilakukan ketika terapi cairan dan obat-obatan pasien telah selesai, atau ketika infus harus dipindahkan akibat munculnya komplikasi pada area penusukan. Bagi pasien dan keluarga, memahami cara melepas infus yang benar sangat penting untuk mencegah terjadinya perdarahan hebat, memar di bawah kulit, maupun risiko infeksi kuman pada bekas titik penusukan jarum.
 
Meskipun terlihat sederhana, melepas infus memerlukan teknik steril dan penekanan pembuluh darah yang tepat. Artikel ini membahas secara lengkap kapan infus harus segera dilepas, persiapan alat steril, langkah-langkah medis cara mencabut infus yang aman, risiko dan bahaya mencabut infus secara paksa tanpa bantuan medis, hingga panduan perawatan bekas tusukan jarum di rumah.

Kapan Infus Harus Didepan atau Dilepas?

Keputusan pencabutan infus (aff infus) umumnya ditentukan oleh dokter atau perawat medis berdasarkan evaluasi kondisi klinis pasien:
  • Terapi Medis Telah Selesai: Pasien dinyatakan membaik, dapat makan dan minum secara oral dengan baik, atau jadwal pemberian obat intravena sudah tuntas.
  • Batas Waktu Aman Kateter (72–96 Jam): Kateter plastik infus (abocath) yang terpasang pada pembuluh darah vena yang sama wajib dilepas atau dipindahkan setelah 3 hingga 4 hari untuk mencegah risiko peradangan vena.
  • Muncul Komplikasi Infus: Infus wajib segera dicabut jika timbul komplikasi seperti kebocoran cairan (infiltrasi), peradangan vena (flebitis radang vena), tangan bengkak sakit karena infus, atau jika infus macet total tidak menetes.
  • Adanya Reaksi Alergi atau Infeksi: Muncul nanah, kulit kehitaman, atau gatal ruam parah akibat perekat plester medis.

Peralatan Steril yang Dibutuhkan

Prosedur pelepasan kateter intravena membutuhkan beberapa peralatan keperawatan dasar agar proses berjalan higienis dan bebas kuman:
Prosedur pelepasan kateter intravena membutuhkan beberapa peralatan keperawatan dasar agar proses berjalan higienis dan bebas kuman

Langkah-Langkah SOP Cara Melepas / Mencabut Infus yang Benar

Pelepasan kateter infus oleh tenaga keperawatan dilakukan dengan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) higienis berikut:
 
1.  Mencuci Tangan dan Pakai Sarung Tangan: Perawat mencuci tangan 6 langkah steril dan mengenakan sarung tangan medis.
2.  Matikan Aliran Cairan Infus: Geser roda pengatur tetesan (roller clamp) pada selang infus ke arah bawah (lock/off) hingga tetesan berhenti total.
3.  Lepaskan Plester Perekat Perlahan: Usap plester fiksasi menggunakan alkohol swab agar daya rekat lem mengendur, lalu tarik plester perlahan sejajar dengan arah pertumbuhan bulu tangan pasien guna mengurangi rasa perih.
4.  Siapkan Kassa Steril: Letakkan kassa steril kering tepat di atas titik masuknya kateter jarum, namun jangan ditekan terlebih dahulu saat jarum masih ada di dalam kulit.
5.  Tarik Kateter Sejajar Pembuluh Darah: Minta pasien menghela napas dalam dan rileks. Tarik kateter plastik fleksibel keluar secara perlahan, lurus, dan sejajar dengan jalur pembuluh darah vena.
6.  Tekan Titik Bekas Jarum (2–3 Menit): Segera tekan area bekas penusukan menggunakan kassa steril secara konstan selama 2 hingga 3 menit (atau lebih lama pada pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah) hingga perdarahan vena benar-benar berhenti sempurna.
7.  Fiksasi dengan Plester: Setelah darah berhenti mengalir, rekatkan kassa steril penutup dengan plester medis.

Risiko dan Bahaya Mencabut Infus Sendiri di Rumah

Sering kali pasien atau keluarga merasa tidak sabar dan mencoba mencabut infus sendiri tanpa bantuan tenaga medis. Tindakan *Do-It-Yourself* (DIY) ini sangat tidak direkomendasikan karena memicu berbagai risiko berbahaya:
  • Perdarahan Hebat & Hematoma: Mencabut jarum tanpa penekanan kassa yang tepat dapat menyebabkan darah menyemprot keluar atau merembes ke jaringan bawah kulit, memicu benjolan memar kebiruan yang sangat sakit (pembuluh darah pecah saat infus).
  • Risiko Kateter Putus/Tertinggal: Menarik jarum dengan sudut yang salah atau ditarik secara kasar berisiko membuat kanula plastik patah dan tertinggal di dalam pembuluh darah, yang membutuhkan tindakan pembedahan darurat.
  • Infeksi Bakteri (Sepsis): Penggunaan kassa atau plester yang tidak steril dapat membawa kuman masuk ke dalam lubang pembuluh darah yang masih terbuka.
  • Rasa Sakit Hebat dan Kulit Sobek: Mencabut plester medis secara paksa tanpa dilembutkan alkohol swab dapat merobek lapisan epidermis kulit, terutama pada penderita lansia atau balita.

Perawatan Bekas Jarum Infus Setelah Dilepas

Setelah infus berhasil dicabut dengan aman, lakukan perawatan sederhana di rumah untuk mempercepat penutupan luka bekas jarum:
  • Biarkan Plester Penutup Selama Beberapa Jam: Jangan langsung melepas kassa penutup bekas jarum setidaknya selama 3 hingga 6 jam agar lubang pembuluh darah tertutup rapat.
  • Jaga Tetap Kering: Hindari membasahi area bekas infus saat mandi selama 24 jam pertama guna mencegah masuknya air dan kuman.
  • Gunakan Kompres Jika Memar: Jika timbul memar kebiruan ringan, tempelkan kompres dingin dalam 24 jam pertama untuk meredakan nyeri dan pembengkakan.

Pertanyaan Seputar Cara Melepas / Mencabut Infus

Apakah melepas infus bisa dilakukan sendiri di rumah?

Mencabut infus sebaiknya tidak dikerjakan sendiri oleh pasien atau awam. Prosedur pelepasan wajib dikerjakan oleh tenaga medis (dokter atau perawat) yang menguasai teknik steril guna mencegah risiko perdarahan hebat, memar, atau kerusakan pembuluh darah.

Apakah mencabut infus terasa sakit?

Saat kateter plastik ditarik keluar dari vena, pasien umumnya hanya merasakan sensasi sedikit geli atau perih ringan selama 1-2 detik. Proses ini jauh tidak tersiksa dibandingkan saat jarum infus pertama kali ditusukkan.

Berapa lama bekas infus harus ditekan setelah dilepas?

Area bekas penusukan wajib ditekan konstan dengan kassa steril selama minimal 2 hingga 3 menit. Bagi pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah atau mengalami gangguan pembekuan darah, penekanan dilakukan lebih lama hingga 5–10 menit.

Kapan harus ke dokter setelah infus dilepas?

Segera hubungi perawat atau dokter jika bekas infus terus-menerus mengeluarkan darah basah yang menembus kassa, timbul benjolan bengkak semakin membesar, terasa sangat panas dan nyeri, atau keluar nanah dari titik bekas jarum.

Penutup

Prosedur pencabutan infus merupakan tahapan medis penting yang wajib dikerjakan dengan teknik steril dan aman untuk menjamin pemulihan pembuluh darah pasien berjalan optimal.
 
Untuk melengkapi wawasan perawatan kesehatan keluarga Anda, pelajari juga informasi mengenai prosedur pemasangan infus, cara mengatasi bekas luka infus di tangan, serta langkah pencegahan efek samping infus.
 
Apabila Anda atau anggota keluarga di rumah membutuhkan bantuan tindakan pelepasan infus, pemindahan jalur selang, atau perawatan pemulihan infus di rumah, percayakan pada layanan medis terpercaya. Layanan Homecare Dokter by Klinik Kirana menyediakan kunjungan perawat dan dokter terlisensi langsung ke tempat tinggal Anda di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali, dan Makassar. Hubungi tim medis kami melalui WhatsApp di 0821-2207-7347 untuk pemesanan layanan dan konsultasi gratis.
 
Disclaimer Medis: Artikel ini bersifat edukatif dan informatif. Prosedur pelepasan kateter infus intravena wajib dilakukan oleh dokter atau tenaga keperawatan terlisensi.

Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana

Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial

  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). *Pedoman pelayanan keperawatan*. Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id
  • Potter, P. A., & Perry, A. G. (2021). *Fundamentals of nursing* (10th ed.). Elsevier.
  • World Health Organization. (2024). *Clinical guidelines on IV therapy*. World Health Organization. https://www.who.int
Artikel Terkait