Cairan infus Asering (Acetate Ringer) adalah jenis cairan kristaloid isotonis yang sering digunakan dalam tindakan medis darurat dan perawatan rawat inap. Ketika anggota keluarga dipasang cairan infus ini, pertanyaan yang paling sering muncul adalah: asering infus untuk apa? Secara klinis, fungsi utama cairan infus Asering adalah untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh secara cepat pada kondisi dehidrasi berat, syok hipovolemik, luka bakar, serta pemulihan pasca operasi.
Keunggulan utama Asering dibandingkan jenis cairan infus lainnya terletak pada kandungan asetat di dalamnya. Asetat dapat dimetabolisme secara cepat di dalam jaringan otot tubuh tanpa memberatkan kerja organ hati. Artikel ini membahas secara lengkap apa itu cairan infus Asering, kandungan elektrolitnya, fungsi dan indikasi medis, perbedaannya dengan Ringer Laktat (RL), hingga potensi efek samping yang perlu dipahami oleh pasien dan keluarga.
Apa Itu Cairan Infus Asering?
Cairan infus Asering atau Acetate Ringer's solution adalah larutan steril isotonis bening yang komposisi elektrolitnya dirancang sangat mendekati cairan ekstraseluler plasma darah manusia.
Dalam setiap 1.000 mL cairan infus Asering, terkandung kombinasi elektrolit dan senyawa penyangga (buffer) berikut:
- Natrium (Na+): 130 mEq
- Klorida (Cl-): 109 mEq
- Asetat (Acetate): 28 mEq
- Kalium (K+): 4 mEq
- Kalsium (Ca2+): 3 mEq
Peran senyawa asetat dalam Asering adalah sebagai agen pembentuk bikarbonat. Berbeda dengan laktat pada cairan RL yang memerlukan organ hati sehat untuk dimetabolisme, asetat dapat langsung dimetabolisme oleh otot perifer dan jaringan tubuh lainnya, sehingga proses pemulihan keasaman darah (asidosis) dapat berlangsung lebih cepat.
Fungsi dan Indikasi Utama Cairan Infus Asering
Dokter dan tim keperawatan meresepkan pemakaian cairan infus Asering untuk mengatasi berbagai kondisi klinis yang memerlukan tindakan cepat:
- Rehidrasi Dehidrasi Berat: Menggantikan volume cairan dan elektrolit tubuh yang hilang drastis akibat muntah berat, diare akut, atau diare pada anak dan dewasa.
- Penanganan Syok Hipovolemik dan Perdarahan: Membantu menstabilkan tekanan darah dan volume sirkulasi darah secara cepat pada pasien kecelakaan atau trauma berat.
- Terapi Luka Bakar dan Trauma Pembedahan: Menggantikan kehilangan plasma darah pada pasien luka bakar serta memulihkan cairan tubuh selama dan setelah operasi besar.
- Pasien dengan Gangguan Fungsi Hati: Menjadi pilihan utama cairan kristaloid bagi pasien yang mengalami gangguan hati (liver), karena kandungan asetat di dalamnya tidak membebani kerja organ hati.
- Terapi Penunjang Demam Berdarah (DBD): Membantu menjaga volume pembuluh darah saat terjadi kebocoran plasma pada fase kritis DBD.

Perbedaan Cairan Infus Asering vs Ringer Laktat (RL)
Meski sama-sama mengandung natrium, kalium, kalsium, dan klorida, Asering dan Ringer Laktat memiliki perbedaan penting pada jenis zat penyangganya:
- Lokasi Metabolisme: Senyawa asetat pada Asering dimetabolisme di jaringan otot dan tubuh secara umum, sedangkan laktat pada RL harus diproses terlebih dahulu di organ hati (hepar).
- Kecepatan Efek Alkalisasi: Asering bekerja lebih cepat dalam menetralkan kondisi darah yang terlalu asam (asidosis metabolik) dibandingkan RL.
- Keamanan pada Pasien Penyakit Hati: Asering jauh lebih aman digunakan pada pasien yang mengidap penyakit hati kronis, sirosis, atau gagal hati, di mana organ hati tidak mampu memproses laktat.
Dosis dan Cara Pemberian Infus Asering
Penentuan dosis volume dan laju kecepatan tetesan cairan infus Asering wajib dihitung secara presisi oleh dokter berdasarkan berat badan, usia, dan derajat dehidrasi pasien:
- Laju Pemberian: Pemberian dilakukan melalui penusukan kateter IV pada pembuluh darah vena. Kecepatan tetesan disesuaikan dengan kondisi klinis pasien (dapat diberikan cepat pada kondisi syok resusitasi atau perlahan pada terapi pemeliharaan).
- Pengawasan Tenaga Medis: Pengaturan laju aliran infus menggunakan rumus faktor tetesan makro atau mikro wajib dikerjakan oleh petugas kesehatan sesuai prosedur pemasangan infus yang steril.
Efek Samping dan Kontraindikasi
Secara umum, cairan Asering sangat ditoleransi oleh tubuh karena sifatnya yang fisiologis. Namun, pemberian cairan infus secara tidak terkontrol tetap memiliki risiko efek samping:
- Penumpukan Cairan (Fluid Overload): Pemberian berlebihan atau terlalu cepat dapat memicu pembengkakan jaringan (edema), penumpukan cairan di paru-paru, atau sesak napas.
- Iritasi Pembuluh Darah: Penusukan jarum dan aliran cairan dapat menimbulkan kemerahan atau tangan bengkak sakit karena infus.
Kontraindikasi Utama:
Asering harus diberikan dengan sangat hati-hati atau dihindari pada pasien yang mengalami hiperkalemia (kadar kalium darah tinggi), pasien gagal ginjal stadium akhir yang tidak bisa membuang kalium, penderita alkalosis metabolik, serta pasien dengan gagal jantung kongestif berat.
Pertanyaan Seputar Cairan Infus Asering
Apa fungsi infus Asering?
Fungsi utama infus Asering adalah untuk menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang secara cepat pada kondisi dehidrasi berat, luka bakar, syok perdarahan, serta memulihkan cairan pasien selama dan setelah operasi.
Apakah infus Asering aman untuk penderita penyakit hati?
Sangat aman. Asering merupakan pilihan cairan infus terbaik untuk pasien dengan gangguan fungsi hati karena kandungan asetatnya dimetabolisme di otot dan jaringan tubuh, bukan di dalam hati.
Apa bedanya infus Asering dan NaCl 0,9%?
Cairan NaCl 0,9% hanya mengandung garam natrium dan klorida murni, sedangkan Asering mengandung elektrolit lebih lengkap (ditambah kalium dan kalsium) serta senyawa asetat untuk mencegah keasaman darah.
Berapa lama satu botol infus Asering habis?
Satu botol Asering (500 mL) biasanya habis dalam waktu 4 hingga 8 jam untuk pemeliharaan harian, namun pada kasus darurat resusitasi cairan dapat dialirkan lebih cepat sesuai instruksi dokter.
Penutup
Cairan infus Asering (Acetate Ringer) merupakan solusi rehidrasi medis yang efektif dan aman, terutama bagi pasien yang membutuhkan penggantian elektrolit cepat atau pasien dengan keterbatasan fungsi hati.
Untuk memperluas wawasan medis keluarga Anda, pelajari juga gambaran umum jenis-jenis cairan infus dan fungsinya, rumus praktis cara menghitung tetesan infus, serta langkah pencegahan efek samping infus.
Apabila Anda atau anggota keluarga memerlukan tindakan terapi cairan, pemulihan kesehatan, atau pemberian infus di rumah, percayakan pada tenaga kesehatan profesional. Layanan Homecare Dokter by Klinik Kirana siap mengirimkan dokter dan perawat terlisensi langsung ke tempat tinggal Anda di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali, dan Makassar. Hubungi tim medis kami melalui WhatsApp di 0821-2207-7347 untuk pemesanan layanan dan konsultasi medis gratis.
Disclaimer Medis: Artikel ini bersifat edukatif dan informatif. Penentuan jenis cairan, perhitungan dosis, serta tindakan pemasangan infus intravena wajib dilakukan di bawah instruksi dan pengawasan dokter atau tenaga keperawatan terlisensi.
Artikel ini Disusun Oleh Mirna S. Tim Medis Klinik kirana dan Sudah ditinjau oleh : dr. Hadi Purnomo - Kepala Dokter Klinik Kirana
Baca Proses Editorial Klinik Kirana disini : Proses Editorial
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). *Pedoman pelayanan keperawatan*. Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id
- Potter, P. A., & Perry, A. G. (2021). *Fundamentals of nursing* (10th ed.). Elsevier.
- World Health Organization. (2024). *Clinical guidelines on IV therapy*. World Health Organization. https://www.who.int